Headline.co.id, Dinas Kesehatan ~ Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo mengadakan Orientasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) untuk periode 2025–2029. Acara ini dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026, dengan tujuan memperkuat integrasi pembangunan kependudukan dalam perencanaan daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan penduduk menjadi subjek aktif dalam pembangunan berkelanjutan, terutama menjelang puncak bonus demografi pada tahun 2026.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menekankan bahwa dokumen PJPK bukan hanya prosedur administratif, tetapi merupakan fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan strategis berbasis dinamika penduduk. Menurut Anang, investasi pada sumber daya manusia di sektor kesehatan, pendidikan, dan pembangunan keluarga adalah kunci utama. “Pembangunan kependudukan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Penduduk tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek pembangunan yang harus dikelola secara terencana, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Anang dalam keterangannya pada Jumat, 1 Mei 2026.
Anang juga menyatakan bahwa momentum bonus demografi yang diproyeksikan mencapai puncaknya tahun ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Ia menekankan pentingnya respons kebijakan yang cepat terhadap dinamika kependudukan untuk memastikan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Meski memiliki visi strategis, Anang tidak menampik adanya tantangan besar yang dihadapi Provinsi Gorontalo. Saat ini, prevalensi stunting di wilayah tersebut masih berada di angka 23,8 persen. Selain itu, optimalisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan peningkatan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil masih menjadi prioritas yang harus diselesaikan dalam dokumen PJPK tersebut.
Lebih lanjut, PJPK 2025–2029 ini akan menitikberatkan pada pembangunan keluarga melalui berbagai intervensi, mulai dari edukasi kesehatan reproduksi, intervensi gizi, hingga penguatan program bagi remaja dan lansia. Hal ini dilakukan guna menciptakan ketahanan keluarga yang berujung pada peningkatan kualitas manusia secara menyeluruh. Melalui orientasi ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor. Dalam kegiatan tersebut, Anang S. Otoluwa didampingi oleh Kepala Bidang P2KB, Sofyan Tambipi, serta dihadiri oleh sejumlah perwakilan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.




















