Headline.co.id, Jogja ~ Aparat kepolisian membubarkan sekelompok anak muda yang berkumpul di sebuah kafe di kawasan perbatasan Kota Yogyakarta pada Minggu (19/4/2026) sore guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kelompok tersebut diketahui berada di Jalan Magelang yang masuk wilayah hukum Polsek Mlati, Polresta Sleman. Penanganan dilakukan oleh jajaran Polresta Yogyakarta dengan pendekatan persuasif agar para pemuda tidak memasuki wilayah kota. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kerawanan situasi di perbatasan.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda R. Anton Budi Susilo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari adanya laporan terkait berkumpulnya kelompok anak muda di lokasi tersebut.
“Menindaklanjuti kejadian di wilayah perbatasan kota pada hari Minggu, 19 April 2026 sore, diketahui terdapat sekelompok anak muda yang berkumpul di sebuah kafe di Jl. Magelang,” ujar Anton kepada Headline.co.id.
Penanganan di lapangan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polresta Yogyakarta Kompol Sumanto bersama jajaran Samapta, serta Kapolsek Tegalrejo Kompol Ahmat Djaeni beserta anggota. Aparat memberikan imbauan kepada kelompok tersebut agar segera kembali ke rumah masing-masing dan tidak memasuki wilayah hukum Polresta Yogyakarta.
Kelompok anak muda yang mengenakan kaos hitam bertuliskan “HTF (Hooligans To Fight)” selanjutnya diarahkan bergerak ke arah barat. Rute pengalihan dilakukan melalui penggal jalan batas kota dari Jalan Magelang menuju Jalan Rogoyudan I Kragilan, tembus ke Jalan Jambon hingga masuk ke Jalan Kabupaten wilayah Gamping, Sleman.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai pergerakan massa sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah Kota Yogyakarta. Dalam prosesnya, polisi juga melakukan penghalauan secara humanis dengan melintangkan kendaraan dinas di badan jalan.
Anton menjelaskan bahwa dampak dari rekayasa tersebut sempat menimbulkan kepadatan arus lalu lintas, namun hanya berlangsung sementara.
“Upaya penghalauan dilakukan secara humanis. Dampaknya memang sempat terjadi kepadatan arus lalu lintas, namun hanya bersifat sementara,” jelasnya.
Selain aparat kepolisian, masyarakat sekitar juga turut berperan aktif dalam membantu mengimbau kelompok anak muda tersebut agar membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.
Polresta Yogyakarta juga menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait adanya tawuran atau perkelahian antarwarga tidak benar. Begitu pula isu mengenai adanya anggota Polri yang mengalami pemukulan dipastikan tidak terjadi.
“Perlu ditegaskan bahwa informasi yang beredar terkait adanya tawuran atau perkelahian antar warga adalah tidak benar. Demikian pula isu yang menyebut adanya anggota Polri yang mengalami pemukulan, dipastikan tidak benar,” tegas Anton.
Saat ini, situasi di lokasi dilaporkan telah kondusif dan arus lalu lintas kembali normal. Aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan dan pemantauan guna memastikan kondisi kamtibmas tetap aman dan terkendali.






















