Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya pengawasan ketat dan transparansi dalam pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) di Papua dan Aceh, serta Dana Keistimewaan (Danais) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pernyataan ini disampaikan oleh Mendagri Tito Karnavian dalam keterangan resminya saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (14/4/2026).
Tito Karnavian mengungkapkan bahwa meskipun indikator makro pembangunan di wilayah-wilayah tersebut, seperti pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menunjukkan tren positif, perbaikan tata kelola administrasi tetap menjadi fokus utama. Menurutnya, pemanfaatan dana yang tepat sasaran hanya dapat dicapai melalui perencanaan dan eksekusi yang transparan. “Dana Otsus (kalau) betul-betul terpakai untuk hal yang sangat riil ini akan sangat bagus sekali, karena kita bisa mengontrol, pengawasan semua pihak,” ujar Tito Karnavian di hadapan anggota Komisi II DPR RI.
Mendagri juga menyoroti perlunya percepatan implementasi di Tanah Papua melalui perbaikan mekanisme persyaratan penyaluran. Sementara itu, untuk Provinsi Aceh, penguatan ditekankan pada aspek kewenangan dan kelembagaan guna meminimalisir kendala dalam perencanaan serta eksekusi anggaran di lapangan. Pemerintah pusat melalui kementerian terkait telah berkomitmen untuk memberikan pendampingan intensif.
Di sisi lain, Mendagri memberikan apresiasi khusus terhadap implementasi Dana Keistimewaan di DIY yang mencatatkan tingkat penyerapan di atas 95 persen. Menurutnya, DIY berhasil menjadi contoh terbaik berkat kualitas sumber daya manusia dan tata kelola yang mumpuni. Salah satu inovasi yang dipuji adalah inisiasi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, terkait pelabelan khusus pada program yang didanai Danais, seperti Teras Malioboro dan becak listrik. Langkah pelabelan tersebut dianggap sebagai bentuk transparansi publik yang sangat efektif. “Kita melihat bahwa Yogya ini bisa menjadi model bagaimana Dana Otsus, Dana Kekhususan, Dana Keistimewaan itu riil betul-betul memberikan manfaat dan terbuka, transparan,” ujar Tito Karnavian.






















