Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan prestasi gemilang dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026. Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM berhasil menempatkan tiga bidang ilmu, yaitu Ekonomi, Akuntansi, dan Manajemen, di peringkat 201-250 dunia. Meskipun bidang Accounting & Finance mengalami penurunan, Economics & Econometrics berhasil menyamai peringkat Business & Management Studies di posisi yang sama.
Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA., menyatakan bahwa pemeringkatan ini merupakan bentuk apresiasi atas kinerja civitas akademika FEB. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan di universitas telah selaras dengan indikator penilaian pemeringkatan tersebut. “Pemeringkatan bukan tujuan utama kami, tetapi dampak dari hasil kinerja yang dibangun oleh semua rekan-rekan di FEB,” ujar Didi pada Selasa (14/4).
Dalam pemeringkatan ini, indikator terbesar adalah Academic Reputation yang memiliki bobot 30%. Didi menjelaskan bahwa pencapaian ini dapat diraih dengan mendorong publikasi dosen melalui berbagai skema yang diminati. FEB menyediakan sarana penelitian dan fasilitas untuk konferensi serta publikasi, menggunakan standar internasional seperti Australian Business Deans Council (ABDC) untuk meningkatkan jumlah sitasi. “Adanya dukungan melalui berbagai skema, maka dosen-dosen di FEB merasa terbantu dalam hal publikasi yang selalu menjadi target para dosen,” kata Didi.
Didi juga menambahkan bahwa FEB tetap menjalin hubungan baik dengan alumni, mitra, dan pemangku kepentingan dalam pengembangan kurikulum. Hal ini bertujuan untuk memastikan kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. “Kami selalu memastikan bahwa kurikulum yang ada di prodi selalu relevan dengan kebutuhan yang ada di sekitar sehingga lulusan kami diharapkan akan terupdate dan tidak membutuhkan waktu lama dalam memperoleh pekerjaan,” tutur Didi.
Di tingkat nasional, UGM menempati peringkat kedua untuk bidang Business & Management Studies, dan peringkat ketiga untuk bidang Accounting & Finance serta Economics & Econometrics. Untuk mempertahankan peringkat ini, FEB terus berinovasi sesuai dengan target universitas dan akreditasi internasional Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). AACSB mendorong sekolah bisnis untuk melakukan continuous improvement melalui berbagai kebijakan.
Didi menegaskan bahwa FEB berkomitmen untuk memfasilitasi kebutuhan sivitas akademika dalam meningkatkan reputasi, publikasi, dan sitasi. Kegiatan yang dilakukan harus sinergis dan selaras dengan kebutuhan individu untuk perkembangan karir, serta bermanfaat bagi lembaga melalui akreditasi dan pemeringkatan. FEB tidak menargetkan peringkat, tetapi berfokus pada target universitas dan akreditasi AACSB yang berdampak pada pemeringkatan QS WUR by Subject. “Harapannya FEB akan meningkat kinerjanya dengan meningkatkan indikator dalam universitas maupun akreditasi sehingga berdampak secara tidak langsung dalam perangkingan,” harapnya.





















