Headline.co.id, Muhammad Novareza Sayyid Pratama ~ seorang remaja berusia 19 tahun dari Sendowo, Mlati, Sleman, berhasil diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan beasiswa penuh. Reza, yang tinggal bersama kakek dan neneknya di rumah sederhana di atas tanah kas desa seluas 80 meter persegi, telah menunjukkan prestasi akademis yang konsisten sejak sekolah dasar. Kakeknya, Surono, bekerja sebagai tukang parkir, sementara neneknya, Amin Juminem, adalah asisten rumah tangga dengan penghasilan sekitar Rp 600.000 per bulan.
Meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi, Reza tidak menyerah dalam mengejar pendidikan. Sejak SMP, ia selalu meraih peringkat pertama di kelasnya. “Sejak SMP saya langganan masuk peringkat 1,” ujarnya pada Jumat (12/6). Dukungan penuh dari neneknya menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan pendidikannya. “Saya percaya karena Reza anaknya pintar, jadi pasti dia nanti akan mudah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,” kata nenek Amin.
Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Reza, nenek Amin sering kali mengandalkan pinjaman uang arisan. “Yang penting kebutuhan sekolah Reza bisa terpenuhi dulu, nanti uang pinjaman bisa dicicil,” kenangnya. Meskipun hanya lulusan SD, nenek Amin tetap optimis dan selalu mendampingi cucunya belajar, bahkan ketika Reza pulang malam setelah kegiatan sekolah.
Setiap hari, Reza membawa bekal makan siang ke sekolah karena keterbatasan uang saku. “Kadang kalau di ada kegiatan sekolah dan pulang malam, saya bawa bekal 2 untuk dimakan siang dan sore,” tambah Reza. Usaha kerasnya membuahkan hasil ketika ia diterima sebagai mahasiswa baru di Program Studi S1 Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Selain diterima tanpa tes, Reza juga mendapatkan beasiswa UKT Pendidikan unggul bersubsidi 100% atau kuliah gratis di UGM.
Keberhasilan Reza tidak terlepas dari usaha keras dan dukungan keluarganya, terutama neneknya. “Nenek sosok pengganti ibu saya karena sedari kecil saya dibesarkan oleh nenek, meskipun di tengah keterbatasan nenek selalu mengusahakan kebutuhan saya,” ungkap Reza. Ia juga berpesan kepada remaja lainnya untuk terus berjuang mendapatkan pendidikan tinggi terbaik meski di tengah keterbatasan ekonomi. “Buat teman-teman tetap semangat ya, karena rezeki tidak ada yang tahu. Mungkin di tengah keterbatasan finansial berusahalah mencari beasiswa di luar itu ada banyak,” tutupnya.





















