KPI Berikan Sanksi Tegas ke Program Brownis Trans TV, Penayangan Ditunda 4 Hari

  • Whatsapp
Program televisi Brownis dihentikan sementara oleh KPI.
Program televisi Brownis dihentikan sementara oleh KPI.

HeadLine.co.id, (Nasional) – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan sanksi kepada program acara Brownis di Trans TV. Hal tersebut karena tayangan itu sering mendapat banyak pengaduan dari masyarakat.

Sebelumnya, warganet dihebohkan dengan tayangan Brownis di Trans TV pada Selasa, 24 Maret 2020. Acara yang sudah pernah ditayangkan pada September 2019 itu mengundang seorang kakek 57 tahun yang sempat viral karena menikahi gadis berusia 16 tahun.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Viral! Hotel di Yogyakarta Nyalakan Lampu Kamar Berformasi ‘Cinta’ Sebagai Simbol Semangat Kebersamaan

Selain itu, KPI juga menolak surat banding yang telah diajukan pihak Trans TV atas keputusan sanksi pemberhentian sementara Program acara Brownis. Sanksi tersebut berupa menghentikan acara Brownis selama empat hari penayangannya, yakni 6-9 April 2020.

Menurut KPI, Trans TV telah mengabaikan keputusan pihak KPI tentang penerapan pelaksanaan pengulangan sanksi administratif penghentian sementara program Brownis, yang seharusnya dilaksanakan pada 16 dan 17 Maret 2020.

Baca juga: Polres Metro Tangerang Kota Tangkap Pria Penyebar Video Hoax

Komisioner KPI, Mimah Susanti menyatakan bahwa keputusan tersebut berdasarkan hasil dari rapat pleno KPI Pusat. Rapat itu telah mendalami keberatan yang disampaikan Trans TV yang tertuang pada surat banding.

KPI menegaskan selama dalam sanksi tersebut, Trans TV tidak diperbolehkan menyiarkan program berformat sejenis di waktu siar yang sama atau waktu yang lainnya.

Baca juga: Wakil Jaksa Agung Arminsyah Tewas Dalam Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi

“Namun karena berbagai pertimbangan terutama pelanggaran yang sering terjadi dalam acara ini, KPI tetap dengan keputusan awal yakni memberhentikan Brownis selama empat hari penayangan sesuai tanggal terjadwal,” tutur Mimah.

“Hal yang paling banyak mereka keluhkan soal tayangan Brownis saat menghadirkan pasangan menikah dengan salah satunya masih berusia muda yang kemudian dieksploitasi dan jadi bahan candaan,” lanjutnya.

Baca juga: Operasi Aman Nusa II Progo 2020, Polda DIY Bubarkan 1.428 Kegiatan Kumpul-kumpul Masyarakat yang Tidak Jelas

Mimah juga menjelaskan candaan seperti itu sangat tidak pantas dipertontonkan dan ditayangkan dalam program siaran yang dilihat berjuta orang.

Baca juga: Cegah Corona, Polri: Jika Masyarakat Masih Berkumpul, Akan Kami Beri Himbauan dan Peringatan Tegas

“Kami juga mendapati adanya adegan yang tidak pantas dalam program Brownis berupa adegan yang memainkan binatang yang membahayakan dan dikhawatirkan ditiru oleh anak. Ingat, program yang tayang pada jam anak harus ramah anak, jangan memberi contoh buruk yang dapat ditiru atau berbahaya bagi anak,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *