Ketua Inovator 4.0 Kenalkan Analisa Big Data Dalam Diskusi Soal Corona

  • Whatsapp
Wakil Kepala Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Herawati Sudoyo usai diskusi mengenal virus, mencegah panik
Wakil Kepala Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Herawati Sudoyo usai diskusi mengenal virus, mencegah panik. (foto: twitter/penerbitkpg)

Headline.co.id (Jakarta) ~ Budiman Sudjatmiko selaku Ketua Inovator 4.0 Solusi penanganan permasalahan bencana, perang atau epidemi berbasis analisa data mahadata (big data analytic) dalam diskusi terkait Virus Corona (Covid-19), di Jakarta, Selasa malam. Biduman juga mengundang para pakar dan akademisi dalam diskusi tersebut.

baca juga: Antisipasi Penyebarluasan Virus Corona, 52.154 Posyandu di Jawa Barat Siap Lakukan sosialisasi

Budiman menyampaikan penanganan mesin dan algoritma yang dilakukan dalam big data analityc akan memunculkan subjektivitas baru yang akan lebih objektif daripada subjektivitas manusia yang dilakukan secara analog.

Ia juga mengklaim bahwa big data analitic itu menghasilkan sesuatu yang objektif karena berbasis data dan memakai ilmu matematika.

Budiman juga memberikan contoh dengan apa yang dilakukan aplikasi kesehatan, misalnya seperti aplikasi yang ada pada ojek dalam jaringan (online).

Ketua Inovator 4.0 juga menjelaskan aplikasi tersebut lebih dapat dirasakan masyarakat ketimbang apa yang dilakukan oleh kementerian/lembaga, karena penggunaan big data analytic tadi, sehingga yang dilakukan lebih tepat sasaran.

baca juga: Bertambah 8 Lagi, Kini Total 27 orang positif COVID-19 di Indonesia

Sehingga menurutnya, terkait virus corona, ia meminta pemerintah perlu menerapkan big data analytic tersebut, agar dapat menghindari kepanikan akibat informasi yang salah (hoaks). Namun pemerintah harus siap membuka ruang ‘debat’ seluas-luasnya, agar ide dan gagasan baru bisa muncul serta dapat diolah secara algoritma menjadi big data oleh kementerian/lembaga.

“Debat tatap muka ya, bukan debat jempol. Debat tatap muka ini tradisi yang hilang di Indonesia. Kebebasan berpendapat kita hanya diisi oleh pidato dan monolog. Enggak boleh. Kita harus mengisi dengan debat, karena dengan debat, orang itu menguliti suatu permasalahan sampai sedalam-dalamnya,” ujar Budiman.

Hadir pula dalam diskusi tersebut Wakil Kepala Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman, Herawati Sudoyo.

baca juga: PT KAI Daop 5 Purwokerto Sediakan Hand Sanitizer Untuk Antisipasi Wabah Corona di Stasiun

Herawati Sudoyo menyampaikan informasi yang salah (hoaks) soal Virus Corona bisa dipercaya masyarakat, karena pemerintah memberikan informasi yang membingungkan. Informasi yang membingungkan itu, karena penyampaian pemerintah soal Virus Corona tidak dikemukakan dengan baik kepada publik.

Karena itu, dalam diskusi ini, Herawati berpandangan bahwa diperlukan kolaborasi-kolaborasi lintas sektoral baik itu antarinstitusi, antarlembaga, dan antarkementerian terkait sosialisasi Virus Corona.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *