Headline.co.id, Jakarta ~ Kepolisian Daerah Bali mengadakan simulasi pengamanan markas komando (Mako) pada Senin pagi, 11 Mei 2026, untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi darurat dan ancaman keamanan. Kegiatan ini berlangsung di Mapolda Bali dan melibatkan berbagai satuan fungsi kepolisian, termasuk personel penjagaan, patroli, dan tim respons cepat. Simulasi ini dirancang dengan skenario adanya gangguan keamanan yang mengancam area markas komando.
Dalam pelaksanaan simulasi, personel dilatih untuk merespons situasi secara cepat, terukur, dan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP). Latihan ini tidak hanya fokus pada pengamanan area, tetapi juga mencakup pengendalian akses masuk, evakuasi personel, dan penanganan terhadap pihak yang dianggap mengancam keamanan Mako. Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., serta Pejabat Utama Polda Bali, memantau langsung kegiatan ini untuk memastikan seluruh rangkaian simulasi berjalan sesuai prosedur dan tujuan latihan tercapai secara optimal.
Kabid Humas Polda Bali menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh personel memiliki kemampuan dan kesiapan menghadapi kondisi kontinjensi. Menurutnya, kesiapsiagaan adalah faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. “Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika menghadapi situasi darurat, sehingga tindakan yang dilakukan dapat berjalan cepat, tepat, dan profesional,” ujarnya.
Selain menguji respons personel, simulasi ini juga bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengamanan internal di lingkungan Mapolda Bali. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui efektivitas koordinasi antarunit serta mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam pola pengamanan markas komando. Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan lancar. Diharapkan, melalui latihan rutin semacam ini, seluruh personel semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat demi menjaga keamanan institusi dan pelayanan kepada masyarakat.






















