Headline.co.id, Gorontalo ~ Pemerintah Kabupaten Pohuwato mengadakan pelatihan manajemen kasus untuk meningkatkan layanan perlindungan bagi korban kekerasan dan bencana. Pelatihan ini berlangsung di Hotel Amaris, Kota Gorontalo, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pohuwato, Nizma H. Bin Sanad, serta puluhan peserta dari petugas layanan perlindungan perempuan dan anak.
Nizma H. Bin Sanad menekankan pentingnya penguasaan teknik trauma healing dan pengelolaan stres bagi petugas pendamping. “Kemampuan manajemen kasus yang tepat merupakan kunci agar korban dapat pulih secara efektif dan berkelanjutan,” ujar Nizma. Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kompetensi peserta dalam manajemen dan penanganan kasus, khususnya terkait pemulihan trauma dan pengendalian stres.
Program ini diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan didanai melalui Dana Alokasi Khusus Non-Fisik (DAK NF). Anggaran tersebut digunakan untuk memperkuat kualitas layanan perlindungan di daerah dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi para pendamping dan petugas layanan.
Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak, Arnice Malanuwa, menambahkan bahwa manajemen stres bagi petugas merupakan pilar penting untuk mencegah secondary traumatic stress. “Mengingat beban emosional yang tinggi saat menangani kasus, petugas perlu memiliki ketahanan mental agar tetap empati dan profesional,” kata Arnice.
Selain aspek kesehatan mental petugas, pelatihan ini juga memfokuskan pada standarisasi manajemen kasus yang terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk mempercepat penanganan mulai dari tahap pelaporan hingga proses terminasi serta reintegrasi korban ke masyarakat tanpa mengabaikan ketelitian prosedur. Pelatihan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas P3A dan PMD Provinsi Gorontalo serta narasumber ahli.




















