Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
DaerahBerita

Demo Tapera di Yogyakarta Berujung Ricuh, Satu Mahasiswa Terluka

2575
×

Demo Tapera di Yogyakarta Berujung Ricuh, Satu Mahasiswa Terluka

Sebarkan artikel ini
Suasana demonstrasi penolakan Tapera di kompleks DPRD DIY
Suasana demonstrasi penolakan Tapera di kompleks DPRD DIY (ist)

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Massa dari aliansi Cipayung Plus melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD DIY, Senin (10/6). Demonstrasi ini bertujuan menolak program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang baru-baru ini ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Alma Ata Kunjungi PT. Teknologi Server Indonesia

Aksi yang awalnya damai berubah menjadi ricuh ketika seorang peserta demo, Ahmad Tomi Wijaya, terluka di bagian kepala. Tomi, yang juga merupakan kader PMII DIY, menjelaskan bahwa kericuhan bermula saat massa membakar sebuah ban untuk membakar semangat perjuangan mereka. Tindakan ini segera dihentikan oleh aparat yang menggunakan alat pemadam kebakaran.

“Dari beberapa aparat dan beberapa satpam di DPRD ini melakukan represi, penarikan, sehingga kami dari mahasiswa berusaha menarik kembali apa yang sudah kami jadikan komitmen,” ujar Tomi.

Baca juga: Pencairan Kartu Lansia Jakarta Segera Terealisasi, Begini Cara Mudah Mendaftar KLJ

Kericuhan semakin memanas ketika aparat menarik mundur massa. Tomi mengaku ditarik ke sudut, dipukul, dijatuhkan, dan diinjak-injak oleh petugas. Ia menyatakan tidak terima dengan perlakuan aparat dan berencana mengusut tuntas kejadian ini bersama aliansi Cipayung Plus.

“Kami akan berkoordinasi dan naikkan persoalan ini ke pusat. Kami usut tuntas,” tegas Tomi.

Setelah situasi kembali kondusif, massa melanjutkan orasi yang langsung disampaikan kepada Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana. Mereka tidak hanya menolak Tapera, tetapi juga meminta agar program tersebut hanya diwajibkan untuk ASN, TNI, dan Polri. Selain itu, massa juga mendesak pemerintah untuk menaikkan upah, menghentikan komersialisasi pendidikan, dan menurunkan suku bunga kredit perumahan rakyat.

Baca juga: Jangan Sampai Telat, Begini Langkah Mudah Klaim Dana Prakerja Rp 1.050.000

Menanggapi insiden tersebut, Huda Tri Yudiana menyampaikan permintaan maaf. “Saya minta maaf atas kericuhan hari ini. Saya kira memang emosional yang terjadi di lapangan, saya kira tidak terjadi lagi. Saya bertanggung jawab atas itu semua, atas nama DPRD dan atas nama security saya minta maaf, tapi saya yakin tadi yang terjadi itu tanpa kesengajaan,” ujarnya.

Aksi demonstrasi ini menunjukkan adanya ketidakpuasan yang mendalam dari kalangan mahasiswa dan masyarakat terhadap kebijakan Tapera yang dianggap memberatkan. Mereka berharap, pemerintah dan DPRD DIY dapat mendengarkan aspirasi mereka dan mengambil langkah yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini.

Terimakasih telah membaca Demo Tapera di Yogyakarta Berujung Ricuh, Satu Mahasiswa Terluka semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News Headline dan ikuti berita terbaru di Chanel WA Headline.

Baca juga: Transformasi Transaksi Keuangan: Memahami Perbedaan E-Money dan E-Wallet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *