Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
Kesehatan

Temuan Kasus di Klaten, Dinkes Boyolali Kebut Imunisasi Polio Untuk Seratus Ribu Anak

42220
×

Temuan Kasus di Klaten, Dinkes Boyolali Kebut Imunisasi Polio Untuk Seratus Ribu Anak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Gambar Imunisasi Anak
Ilustrasi Gambar Imunisasi Anak

Headline.co.id, Boyolali, Jawa Tengah ~ Menyusul kasus positif polio di Manisrenggo, Klaten, Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali telah memulai upaya masif untuk mengimunisasi polio kepada 106.642 anak berusia 0-7 tahun. Inisiatif ini diambil sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus polio yang dapat menyebabkan Acute Flaccid Paralysis (AFP) atau lumpuh layu akut.

Berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor IM.02.03/C/4976/2023, tertanggal 28 Desember 2023, Dinkes Boyolali akan melaksanakan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) sebagai respon terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) polio cVDPV2. Kepala Dinkes Boyolali, Puji Astuti, menyatakan bahwa program imunisasi akan terdiri dari dua putaran, dimulai pada 15 Januari 2024.

Putaran pertama imunisasi akan dilakukan serentak di seluruh kabupaten di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kabupaten Sleman di Provinsi DIY, sebagai langkah koordinatif mengingat lokasi-lokasi ini berbatasan langsung dengan Klaten. Puji Astuti menambahkan bahwa putaran kedua imunisasi akan diadakan satu bulan setelah putaran pertama. Imunisasi ini akan menggunakan novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2) dan ditujukan untuk semua anak usia 0-7 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Pilihan redaksi:

Sementara logistik vaksin polio masih menunggu kiriman dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Puji menegaskan bahwa semua anak, baik yang sudah atau belum divaksin, harus mengikuti program imunisasi ini. “Kami akan mengadakan rapat koordinasi lintas sektor pada 9 Januari,” kata Puji, “dan PIN akan dilakukan di Puskesmas, Posyandu, dan sekolah, sesuai dengan tingkatan umur anak.”

Hingga saat ini, belum ada laporan kasus polio di Boyolali, dan Puji berharap agar keadaan tetap demikian. Dinkes Provinsi Jawa Tengah juga telah mengumumkan akan menggelar Sub PIN Polio secara serentak dan massal di 35 kabupaten/kota pada awal 2024, sebagai respons terhadap kasus polio di Klaten. Irma Makiah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, menekankan bahwa tujuan utama dari Sub PIN Polio adalah untuk mencegah dan memutus rantai virus penyakit polio.

Kasus di Klaten terungkap setelah seorang anak berusia enam tahun dari Manisrenggo mengalami demam dan penurunan kemampuan otot kaki setelah kembali dari Sampang, Madura. Hasil pemeriksaan laboratorium biofarma menunjukkan bahwa anak tersebut positif polio, meskipun telah menerima imunisasi polio sebelumnya, meski tidak lengkap.

Dengan langkah-langkah proaktif ini, Dinkes Boyolali dan Dinkes Jawa Tengah berupaya keras untuk melindungi anak-anak dari bahaya polio dan memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Terimakasih telah membaca Temuan Kasus di Klaten, Dinkes Boyolali Kebut Imunisasi Polio Untuk Seratus Ribu Anak semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News Headline dan ikuti berita terbaru di Chanel WA Headline.

Baca juga: Prediksi Cuaca Hari ini Jogja 7 Januari 2024: Potensi Hujan Ringan Hingga Lebat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilustrasi Penemuan Mayat Bayi di Boyolali
Berita

Penemuan Mayat Bayi Terbungkus Plastik di Karanggede, Boyolali ~ Headline.co.id (Boyolali). Kabar tragis mengguncang wilayah Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (4/11/2023), ketika seorang warga setempat, Suminah, secara tak sengaja…