by

Alasan Cinta, Siswa SMA Tega Tusuk Guru Pakai Pisau di Bantul

-Hukum-53 views

Headline.co.id (Bantul) ~ Siswa Laki-lagi dari salah satu SMA di Kabupaten Kulon Progo nekat menusuk gurunya dengan menggunakan pisau ketia sedang tertidur pulas. Tersangka mengaku melakukan perbuatan tersebut karena cinta.

Kompol B Muryanto Selaku Kapolsek Srandakan menyampaikan kejadian tersebut bermula saat korban WP (35), warga Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, tengah tertidur pulas di kamarnya, Rabu (20/11/2019) malam. Saat itu korban berada dirumah berdua bersama mertua karena suaminya tengah rapat di masjid.

baca juga : Diduga Perkosa Siswi SMA Dokter di Mojokerto Dilaporkan Polisi

Tersangka nekat mendatangi rumah korban dan langsung masuk melalui pintu belakang.

“Karena tahu rumah korban sepi, pelaku langsung ke rumah korban dan masuk lewat pintu belakang, karena di depan ada mertua korban yang sedang tidur,” kata Muryanto saat , Kamis (21/11/2019).

Setelah berhasil masuk rumah, tersangka langsung menuju kamar korban yang pintunya tidak berbentuk permanen.

“Saat Bu Wening lagi tidur, langsung ditusuk dengan pisau dapur selebar 3 cm dan panjangnya 7 cm. Tusukannya kena ulu hati (korban). Setelah menusuk itu, (tersangka) langsung pergi dari rumah korban,” jelas Muryanto.

mengalami hal tersebut, guru honorer itu langsung teriak minta tolong. mendengar suara teriakan mertua dan suami yang kebetulan sudah pulang langsung menghampiri korban.

baca juga: Polisi Dilarang Pamer Kekayaan Di Medsos, Ini Sangsi Bila Melanggar

Korban pun selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit UII dan kemudian dirujuk ke RSUP Sardjito. Suami korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Srandakan.

Hasil oleh TKP dan penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan tersangka di rumahnya dini hari. berdasarkan pengakuan dari tersangka, selama ini ia menyukai dan menaruh hati terhadap korban. Karena itu, ia mencari informasi di mana rumah korban untuk selanjutnya didatangi.

“Setelah diamankan, tadi pagi saya tanyai kenapa kok nusuk? Dia jawab, ‘Saya itu cinta sama guru itu, saya sayang, saya senang,'” katanya.

“Tapi kalau dugaan kami, korban ini sempat digerayangi, lalu kaget dan daripada teriak, lalu ditusuk pelaku. Tapi itu masih dugaan, dan saat ini juga masih didalami sama anggota,” ujar Muryanto.

baca juga : Korban Perlintasan Sebidang Semakin Banyak, Dishub dan Pemerintah Harus Bertindak

Muryanto menambahkan, dari penelusuran, ternyata tersangka mengalami gangguan kejiwaan sejak SD. Kendati demikian, tersangka tetap diproses hukum lebih lanjut dengan melibatkan Unit PPA Polres Bantul.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed