Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
BeritaDaerahWisata Budaya

Sumbu Filosofi Yogyakarta Unesco, Ini Penjelasan Sultan Terkait Relokasi Rumah Yang Menempel Jeron Beteng

6482
×

Sumbu Filosofi Yogyakarta Unesco, Ini Penjelasan Sultan Terkait Relokasi Rumah Yang Menempel Jeron Beteng

Sebarkan artikel ini
Revitalisasi Beteng Kraton Jogja
Revitalisasi Beteng Kraton Jogja (Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)

Sumbu Filosofi Yogyakarta Unesco, Ini Penjelasan Sultan Terkait Relokasi Rumah Yang Menempel Jeron Beteng ~ Headline.co.id (Berita Jogja). Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersiap untuk menjalankan rekomendasi UNESCO setelah Sumbu Filosofi Jogja diresmikan sebagai Warisan Budaya Dunia. Salah satu langkah utama dalam pemugaran adalah pemulihan Beteng Kraton Jogja ke kondisi semula atau revitalisasi. Selain itu, rencana pemindahan rumah-rumah yang menempel pada tembok Beteng juga menjadi fokus dalam menjaga integritas warisan budaya ini.

Baca juga: Skandal Film Porno Kramat Tunggak : Virly Virginia Penuhi Panggilan Polisi

UNESCO, dalam penunjukan Sumbu Filosofi sebagai Warisan Budaya Dunia, telah mengeluarkan tujuh rekomendasi yang belum diungkapkan secara rinci oleh delegasi Pemda DIY yang hadir dalam sidang tersebut.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan bahwa salah satu rekomendasi yang mungkin diusulkan oleh UNESCO adalah pemugaran Beteng Kraton. Saat ini, Kraton Jogja sudah melanjutkan proses revitalisasi Beteng, dan proyek ini akan terus berlanjut pada tahun mendatang. Beteng adalah benteng yang mengelilingi kompleks Kraton dan dianggap sebagai elemen penting dari warisan budaya ini.

Baca juga: Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Pasar Murah dari Pemkab Sleman

“Misalnya catatan yang sudah pasti itu soal Beteng harus kembali. Kami sudah membangun kembali, dan tahun 2024 besok akan mengosongkan lagi yang ada di dalam [memindahkan rumah yang menempel di Beteng]. Itu salah satu catatan yang mungkin nanti akan menjadi rekomendasi,” jelas Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Semua rumah yang terletak di sekitar Beteng Kraton atau Jeron Beteng yang berdampingan dengan tembok Beteng akan direlokasi dalam waktu setahun ke depan. Gubernur memastikan bahwa masyarakat yang direlokasi akan mendapatkan kompensasi yang sesuai sebagai tanda terima kasih atas kerelaan mereka untuk pindah.

Baca juga: Mengenal Guru Penggerak: Syarat Fungsi Hingga Perannya

“Saat berbicara tentang penggusuran, yang penting adalah memastikan bahwa masyarakat tidak akan makin miskin setelah digusur, tetapi justru akan lebih sejahtera. Saya yakin masyarakat akan mendukung upaya ini,” ujar Gubernur.

Revitalisasi Beteng Kraton Jogja sudah dimulai di sisi timur, termasuk pemindahan beberapa bangunan Jeron Beteng yang berdampingan dengan Benteng Baluwarti. Sultan juga menekankan bahwa relokasi pemukiman warga di Jeron Beteng akan tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang terdampak.

Baca juga: Bupati Sleman Dorong Peningkatan Kewaspadaan Pasca-Kasus Bayi Kembar

Sementara itu, Dinas Kebudayaan DIY telah mempersiapkan rencana pemugaran Beteng Kraton Jogja. Beteng akan difungsikan kembali sesuai dengan peran aslinya sebagai bagian dari sistem pertahanan.

Beteng Kraton Jogja memiliki elemen-elemen seperti bastion (sudut yang menjorok keluar dari dinding benteng), plengkung (pintu masuk Beteng), dan jagang (semacam papan yang dapat diangkat di atas parit). Beteng ini digunakan sebagai garda pertama pertahanan dan dikelilingi oleh pagar bata setinggi satu meter. Pohon gayam juga ditanam sebagai peneduh di sepanjang jalan yang mengelilingi benteng.

Baca juga: PWNU DIY Minta Aktivitas Politik Praktis di DIY Tak Mencatut Nama NU

Sayangnya, sebagian besar dinding Beteng Kraton Jogja, baik yang berada di dalam maupun luar, telah tertutup oleh permukiman. Jagang dan selokan juga tertimbun oleh tanah. Oleh karena itu, Dinas Kebudayaan DIY sedang mempertimbangkan cara untuk menghidupkan kembali salah satu jagang tersebut sebagai upaya untuk memperlihatkan kepada masyarakat bentuk asli bangunan cagar budaya Beteng Kraton Jogja.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menjelaskan bahwa proses ini juga akan melibatkan peninjauan kembali status tanah yang saat ini digunakan sebagai permukiman. Ini merupakan bagian dari upaya Pemda DIY dan Kraton Jogja dalam mengedukasi masyarakat tentang hak dan kewajiban mereka terhadap warisan budaya ini.

Baca juga: Pendaftaran PPPK Polri Tahun 2023 Dibuka: Ini Jadwal, Formasi dan Syaratnya

“Upaya revitalisasi Beteng Kraton sudah sesuai dengan regulasi Peraturan Wali Kota Jogja No. 118/2021 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Jogja 2021-2041. Peraturan ini mewajibkan adanya buffer space [lahan kosong penyangga] di sekitar Beteng Kraton Jogja antara 1,5 atau 2,5 meter,” tambah Dian.

Beteng Kraton Jogja adalah bagian bersejarah yang kaya dan berharga. Namun, saat ini bangunan ini menghadapi ancaman kerusakan karena adanya permukiman yang terdapat di sekitarnya. Upaya pemugaran dan pelestarian Beteng Kraton ini diharapkan dapat menjaga keaslian dan keindahan warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO.

Terimakasih telah membaca Sumbu Filosofi Yogyakarta Unesco, Ini Penjelasan Sultan Terkait Relokasi Rumah Yang Menempel Jeron Beteng jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News.

Baca juga: Jangan Kelewat, Ini Tanggal dan Rangkaian Garebeg Mulud Sekaten 2023 di Kraton Jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *