by

“Miskomunikasi” Antar Perangkat Desa, Patok Jalur KA Yogya-Borobudur Dicabut Petani

HeadLine.co.id, (Magelang) – Kementerian Perhubungan akan menghubungkan Yogyakarta dengan Borobudur di Magelang, Jawa Tengah dengan jalur kereta api. Rencananya rel kereta Yogyakarta-Borobudur dibangun tahun 2021. Jalur tersebut antara lain melintasi wilayah Sleman, DIY.

Pengerjaan jalur kereta api Yogyakarta-Borobudur, sebagian akan dikerjakan dengan reaktivasi jalur lama. Sementara sisanya dibangun di jalur baru yang konsepnya sejalan dengan Tol Yogya – Bawen.

Bahkan patok jalur lahan yang akan terkena proyek tersebut kini sudah dipasang, antara lain di Dusun Ngentak, Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Sleman. Meski warga setempat mengklaim belum pernah ada sosialisasi dari pemerintah tentang rencana pembangunan tersebut.

Kasi Pemerintahan Desa Margoluwih, Kardiono, membenarkan patok yang dipasang tersebut terkait dengan pembangunan jalur kereta Jogja-Borobudur-Semarang.

Ia mengatakan jika pemerintah desa sudah diundang terkait dengan sosialisasi pemasangan patok di Dusun Ngentak, Desa Margoluwih. “Kami memang diundang oleh Dishub kabupaten Sleman di Kampung Flory berkaitan dengan patok untuk jalur kereta Jogja-Borobudur-Semarang,” terangnya, Senin (7/10/2019).

Dalam kegiatan sosialisasi di Kampung Flory, Dishub Kabupaten Sleman menjelaskan beberapa metode pelaksanaan pembangunan. Mulai dari latar belakang pembangunan, metode pelaksanaan pembangunan, jumlah lokasi yang di patok yang ada di kabupaten Sleman, hingga informasi mengenai jalannya kegiatan berdasarkan trase terpilih.

Pihak Pemerintah Desa Margoluwih juga menyambut baik rencana pelaksanaan pembangunan jalur rel Jogja-Borobudur-Semarang yang akan mengambil sebagian wilayah desa Margoluwih. “Kami menyambut baik proyek nasional itu, toh dalam sosialisasi juga dikatakan akan dilakukan ganti untung kepada warga yang lahannya terdampak proyek,” ungkapnya

Berkaitan dengan patok, Kardiono menyebutjan, jika jarak patok satu dengan lainnya yang berada di wilayah desa Margoluwih berjarak 100 meter. Namun, di tengah-tengah kedua patok itu juga terdapat patok yang berada di lahan persawahan warga.

Patok yang berada di sawah warga hanya berupa bambu dengan bendera kuning dan hitam dengan jarak 2 kilometer.

Berbeda dengan Kardiono yang sudah dapat sosialisasi. Kepala Dukuh Ngentak, Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Sleman, Suwardi mengungkapkan jika patok yang dipasang tersebut tidak disosialisasikan kepada warganya. akhirnya patok pembangunan jalur KA yang melintasi area persawahan tersebut dicabuti oleh para petani

Suwardi mengaku belum bisa berkomentar banyak karena memang belum ada informasi maupun sosialisasi mengenai patok dari Ditjen Perkeretaapian yang ada di wilayahnya maupun dari pemerintah desa.

Miskomunikasi antara pemerintah desa dan dukuh setempat membuat pembangunan jalur KA Yogya-Borobudur akan sedikit terhambat. Pasalnya pencabutan patok yang dilakukan oleh warga membuat proses pengerjaannya akan menambah hari lagi.

Seharusnya permasalahan seperti ini bisa segera diselesaikan setingkat Kepala Desa mengingat ini proyek nasional jangka panjang untuk mendukung pariwisata serta arus barang nasional antar provinsi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed