Headline.co.id, Jakarta ~ Infinix India dilaporkan tengah menghadapi tantangan besar di pasar ponsel pintar India setelah muncul kabar mengenai rencana mundurnya CEO Infinix India, Anish Kapoor. Informasi tersebut mencuat di tengah restrukturisasi internal perusahaan, perlambatan peluncuran produk baru, serta penurunan kinerja pasar sepanjang 2026. Kondisi ini terjadi ketika persaingan di segmen ponsel terjangkau semakin ketat dan menuntut strategi bisnis yang lebih agresif. Sejumlah sumber internal menyebut adanya perbedaan pandangan strategis antara tim Infinix India dan manajemen Transsion Holdings di Tiongkok yang menjadi salah satu pemicu situasi tersebut.
Laporan media teknologi Digit.in menyebutkan Anish Kapoor telah mengajukan pengunduran diri sejak awal tahun 2026 dan saat ini dikabarkan sudah tidak lagi aktif memimpin operasional Infinix India.
Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Infinix maupun induk perusahaannya, Transsion Holdings, sejumlah sumber internal mengindikasikan bahwa perubahan kepemimpinan tersebut berkaitan dengan perbedaan strategi bisnis antara manajemen lokal dan jajaran petinggi perusahaan di Tiongkok.
“Tim Infinix India dan jajaran petinggi Transsion di Tiongkok kabarnya tidak sejalan mengenai arah kebijakan bisnis ke depan,” demikian informasi yang dikutip dari laporan GizmoChina, Minggu (7/6/2026).
Situasi di tingkat manajemen tersebut disebut mulai berdampak pada organisasi perusahaan. Beberapa laporan menyebutkan terjadinya perpindahan karyawan di sejumlah divisi, termasuk tim produk dan pemasaran yang dikabarkan bergabung dengan perusahaan pesaing.
Meski aktivitas operasional sehari-hari disebut masih berjalan normal, gejolak internal tersebut dinilai turut memengaruhi strategi bisnis perusahaan, terutama dalam hal peluncuran produk baru.
Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, Infinix tercatat meluncurkan lebih sedikit perangkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Para analis menilai langkah tersebut merupakan dampak dari berbagai faktor, mulai dari penyesuaian portofolio produk, tekanan finansial, hingga meningkatnya biaya komponen.
Tantangan tersebut menjadi semakin berat karena Infinix beroperasi di segmen ponsel murah yang dikenal memiliki margin keuntungan relatif tipis dan tingkat persaingan yang sangat tinggi.
Data pasar yang dimuat dalam laporan menunjukkan penurunan kinerja yang cukup signifikan. Pada 2025, Infinix tercatat mengirimkan sekitar 2,9 juta unit ponsel pintar ke pasar India. Namun, sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah pengiriman dilaporkan hanya berada di kisaran 500.000 unit.
Penurunan volume pengiriman tersebut berdampak langsung terhadap pangsa pasar Infinix di India yang terus mengalami penyusutan dalam beberapa bulan terakhir.
Kondisi ini juga mencerminkan tantangan yang lebih luas bagi bisnis ponsel Transsion Holdings di India. Meskipun perusahaan masih memiliki posisi kuat di sejumlah pasar internasional, terutama di kawasan Afrika, kinerjanya di India saat ini menghadapi tekanan yang tidak ringan.
Para analis memperkirakan tantangan tersebut masih akan berlanjut sepanjang 2026. Mereka menilai stabilitas kepemimpinan serta ketepatan dalam menentukan strategi produk akan menjadi faktor penting yang menentukan kemampuan Infinix untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya di pasar India yang sangat kompetitif.
Dengan ketidakpastian yang masih menyelimuti jajaran manajemen dan penurunan performa pasar yang sedang terjadi, langkah perusahaan dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi sorotan pelaku industri teknologi maupun konsumen di Negeri Anak Benua tersebut.























