Headline.co.id, Jakarta ~ Kebiasaan membunyikan leher yang sering dianggap dapat memberikan rasa lega sesaat ternyata memiliki risiko kesehatan yang serius. Kasus ini menjadi perhatian setelah seorang perempuan asal Amerika Serikat, KayLynne Felthager, mengalami stroke akibat kebiasaannya tersebut. Felthager rutin membunyikan persendian lehernya ketika sakit kepala menyerang. Meskipun awalnya merasa lega, ia kemudian merasakan nyeri tajam di leher yang tidak kunjung hilang. Beberapa hari kemudian, ia mengalami kesulitan menggerakkan kepala dan bicaranya menjadi pelo. Setelah diperiksa, dokter mendiagnosisnya dengan stroke.
Menurut laporan dari The Economic Times pada Selasa (21/7/26), Dokter saraf Priyam Bordoloi menjelaskan bahwa di dalam leher terdapat arteri karotis dan arteri vertebralis yang berfungsi menyalurkan darah ke otak. Gerakan memutar leher secara tiba-tiba dan kuat dapat menyebabkan diseksi arteri serviks, yaitu robekan pada lapisan dalam arteri. Diseksi arteri serviks ini merupakan salah satu penyebab utama stroke pada orang sehat di bawah usia 45 tahun. Faktor pemicunya bisa berupa trauma atau tekanan berlebih di leher, termasuk kebiasaan membunyikan leher.
Meskipun kasus seperti ini jarang terjadi, risikonya nyata dan dapat mengancam jiwa. Bordoloi mengingatkan agar tidak memaksakan membunyikan persendian leher. Area tulang belakang dan pembuluh darah di leher harus ditangani dengan hati-hati. Sebagai alternatif yang lebih aman, jika leher terasa pegal, disarankan untuk melakukan peregangan ringan, mengompres dengan air hangat, atau berkonsultasi dengan fisioterapis.



















