Headline.co.id, Jakarta ~ Universitas Republik Indonesia mulai menjalankan program pembinaan sumber daya manusia dengan melatih 399 pegawai baru badan usaha milik negara untuk dipersiapkan sebagai pemimpin berkarakter dan berintegritas. Program tersebut disampaikan Gubernur URI Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Universitas Republik Indonesia dibentuk sebagai pusat pendidikan dan pembinaan calon pemimpin nasional yang akan mengisi posisi strategis di pemerintahan maupun BUMN. Pemerintah merancang lembaga tersebut sebagai bagian dari sistem pendidikan kebangsaan yang menghubungkan Sekolah Unggulan Garuda, perguruan tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara.
Dalam pengembangannya, Universitas Republik Indonesia direncanakan memiliki 10 kampus di sejumlah wilayah Indonesia. Kampus URI akan dibangun di Bogor, Jawa Barat, pada lahan bekas perkebunan sawit milik PTPN, sedangkan kegiatan lembaga itu untuk sementara berlangsung di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta.
Donny mengatakan program yang dijalankan URI berangkat dari perhatian Presiden Prabowo terhadap pembangunan sumber daya manusia, terutama untuk menyiapkan calon pemimpin Indonesia pada masa mendatang.
“Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan. Beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan,” kata Donny.
Menurut Donny, kegiatan URI telah dimulai melalui pendidikan dan pembinaan terhadap 399 pegawai baru BUMN. Para peserta dipersiapkan agar memiliki kemampuan kepemimpinan, karakter, serta integritas untuk menjalankan tugas di perusahaan milik negara.
Seluruh pembiayaan kegiatan URI, termasuk pengembangan lembaga dan program pendidikan, akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pemerintah juga merancang URI berjalan seperti perguruan tinggi pada umumnya sehingga lulusannya memperoleh gelar sarjana.
URI Integrasikan Sekolah Garuda, Perguruan Tinggi, dan LAN
Donny menjelaskan URI akan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan nasional yang berkesinambungan. Sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan sejak jenjang sekolah, perguruan tinggi, hingga pembinaan pegawai pemerintahan dan BUMN.
Tiga pilar utama dalam sistem tersebut terdiri atas Sekolah Unggulan Garuda, Universitas Republik Indonesia, dan Lembaga Administrasi Negara. Integrasi dilakukan agar proses pembinaan sumber daya manusia tidak berhenti pada satu jenjang pendidikan.
“Saat ini ada Sekolah Unggulan Garuda, baik yang baru maupun yang merupakan hasil transformasi. Kemudian beliau juga akan mendirikan 10 Universitas Republik Indonesia. Berikutnya adalah mengintegrasikan Lembaga Administrasi Negara,” ujar Donny.
Seluruh lembaga tersebut akan dikoordinasikan oleh Gubernur URI yang juga memimpin Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan. Di bawah badan itu akan dibentuk tiga institusi yang menangani pendidikan sekolah unggulan, perguruan tinggi, serta pembinaan aparatur dan pegawai BUMN.
“Nanti di bawah Gubernur URI atau juga dinamakan Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan, akan ada tiga institusi, yaitu Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara,” katanya.
Sekolah Unggulan Garuda akan berperan dalam pembinaan peserta didik pada jenjang pendidikan menengah. URI kemudian melanjutkan pendidikan pada tingkat perguruan tinggi, sedangkan LAN menangani pengembangan sumber daya manusia yang telah memasuki lingkungan pemerintahan maupun BUMN.
Fungsi LAN Diperluas untuk Membina Pegawai BUMN
Salah satu perubahan yang disiapkan pemerintah adalah memperluas tugas dan fungsi Lembaga Administrasi Negara. Selama ini, LAN berfokus pada pendidikan dan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara.
Setelah diintegrasikan dalam Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan, LAN juga akan mendapat tugas menyiapkan pegawai BUMN. Penguatan fungsi tersebut diharapkan menciptakan standar pembinaan kepemimpinan yang lebih terstruktur bagi pegawai pemerintahan dan perusahaan negara.
“Kalau selama ini melaksanakan khususnya pembinaan untuk ASN, nantinya akan kita tambahkan juga untuk BUMN. Jadi penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara,” kata Donny.
Donny menegaskan seluruh sistem itu berkaitan dengan pendidikan, pembinaan, dan penyiapan sumber daya manusia. Sasaran program tidak hanya aparatur pemerintahan, tetapi juga pegawai yang diproyeksikan mengisi posisi strategis di lingkungan BUMN.
“Ini semua adalah terkait dengan pendidikan, pembinaan, penyiapan sumber daya manusia untuk ke depan, baik untuk pemerintahan ataupun untuk BUMN,” ucapnya.
Adopsi Model Pendidikan Kepemimpinan Prancis
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembentukan URI telah dipersiapkan pemerintah sejak lama. Konsep lembaga tersebut mengadopsi praktik sejumlah negara yang memiliki institusi khusus untuk mendidik calon pemimpin dan pejabat pemerintahan.
Salah satu rujukan yang digunakan adalah École Nationale d’Administration atau ENA di Prancis yang kemudian berubah menjadi Institut National du Service Public. Lembaga itu dikenal sebagai institusi pendidikan bagi sumber daya manusia yang dipersiapkan mengisi jabatan strategis dalam pemerintahan.
“Itu sudah kita persiapkan lama. Jadi, belajar kayak beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan yang memang khusus mempersiapkan calon-calon pemimpin,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menurut Prasetyo, pendidikan bagi calon pemimpin tidak cukup hanya menitikberatkan pada keterampilan teknis. Mereka juga perlu memiliki wawasan kebangsaan karena setiap jabatan di pemerintahan maupun BUMN berkaitan dengan kepentingan negara.
“Sehingga diharapkan semua memiliki kemampuan secara teknis maupun yang paling penting itu wawasan kebangsaan. Kita ini semua menjalankan amanah untuk kepentingan kebangsaan dan negara,” ujarnya.
Prasetyo mengatakan model pendidikan kepemimpinan serupa di sejumlah negara diikuti oleh pejabat pemerintahan, pimpinan BUMN, hingga kepala daerah. Pemerintah berharap URI dapat membangun pola pembinaan yang terarah bagi calon pemimpin Indonesia sebelum mereka menjalankan tanggung jawab di berbagai sektor strategis.
URI Berfokus pada Kepemimpinan dan Wawasan Kebangsaan
Meski menggunakan nama universitas, URI memiliki fokus yang berbeda dari perguruan tinggi konvensional yang membuka beragam program studi. Lembaga ini lebih diarahkan menjadi pusat pendidikan kepemimpinan nasional, meskipun kegiatan pendidikannya tetap dirancang menghasilkan lulusan bergelar sarjana.
Pemerintah belum mengumumkan kurikulum resmi yang akan digunakan. Namun, arah pendidikan URI mencakup penguatan kompetensi kepemimpinan, administrasi pemerintahan, etika, karakter, integritas, dan wawasan kebangsaan.
Presiden Prabowo melantik Donny Ermawan sebagai Gubernur URI bersama Prof Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI di Istana Negara. Pelantikan tersebut menjadi awal penguatan struktur kelembagaan yang akan mengoordinasikan Sekolah Unggulan Garuda, perguruan tinggi, serta LAN dalam satu sistem pendidikan kebangsaan.
Melalui pembangunan 10 kampus dan perluasan fungsi LAN, pemerintah menargetkan pembinaan calon pemimpin dapat dilakukan secara berkelanjutan. Sistem itu dimulai dari pendidikan sekolah, dilanjutkan pada jenjang perguruan tinggi, hingga pembinaan aparatur pemerintahan dan pegawai BUMN.



















