Headline.co.id, BANTUL ~ Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dalam euforia nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 hingga mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban. Ia secara khusus menyoroti bahaya konsumsi minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba, serta aksi konvoi berlebihan yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas. Imbauan tersebut disampaikan kepada Headline.co.id, Sabtu (13/6/2026), seiring meningkatnya antusiasme masyarakat menyaksikan pesta sepak bola terbesar di dunia.
Menurut AKBP Bayu, Piala Dunia seharusnya menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menikmati pertandingan dengan penuh sportivitas, bukan justru menjadi pemicu tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Tolak Miras dan Narkoba di Area Nobar
Kapolres Bantul menegaskan bahwa kegiatan nobar harus berlangsung dalam suasana yang aman, nyaman, dan kondusif. Untuk itu, masyarakat diminta menjauhi minuman keras maupun narkoba selama menyaksikan pertandingan.
“Tolak miras dan narkoba di area nobar. Nikmati pertandingan dengan kepala dingin,” kata AKBP Bayu.
Ia menilai, penggunaan miras maupun narkoba dapat menghilangkan kontrol diri sehingga berpotensi memicu perselisihan, keributan, hingga tindak pidana lainnya.
Karena itu, penyelenggara nobar juga diharapkan turut berperan aktif menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan zat terlarang.
Hindari Konvoi Berlebihan Usai Pertandingan
Selain persoalan miras, Kapolres Bantul juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan konvoi secara berlebihan setelah pertandingan berakhir, terutama apabila berpotensi mengganggu pengguna jalan lain.
Menurutnya, ekspresi kegembiraan tetap harus dilakukan secara bijaksana dengan mengutamakan keselamatan bersama.
“Selesai nobar, langsung bubar tertib, hindari konvoi berlebihan agar tidak memicu gesekan,” ujarnya.
AKBP Bayu mengatakan, konvoi yang tidak terkendali dapat memicu gesekan antarpendukung, mengganggu ketertiban umum, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Jaga Sportivitas Meski Beda Tim Favorit
Di tengah beragam pilihan tim unggulan yang didukung masyarakat, Kapolres Bantul mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga persaudaraan dan tidak menjadikan perbedaan dukungan sebagai sumber perpecahan.
Ia mengingatkan agar masyarakat menghindari tindakan rasisme, ujaran kebencian, maupun ejekan terhadap suporter tim lain.
“Junjung tinggi sportivitas dan persaudaraan tanpa rasisme, ujaran kebencian, atau ejek suporter lain. Beda tim favorit tapi tetap saudara,” tegasnya.
Menurut AKBP Bayu, semangat sportivitas merupakan nilai utama dalam olahraga yang harus terus dijaga, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Perhatikan Kenyamanan Lingkungan Sekitar
Kapolres Bantul juga meminta masyarakat yang menggelar nobar untuk tetap memperhatikan kenyamanan warga sekitar, terutama apabila kegiatan berlangsung hingga larut malam.
Penggunaan pengeras suara dengan volume berlebihan dinilai dapat mengganggu masyarakat yang sedang beristirahat.
“Agar selalu menjaga ketertiban dan kenyamanan warga. Jaga volume suara apalagi kalau nobar sampai larut malam,” pesannya.
Ia berharap seluruh pihak dapat saling menghormati sehingga semarak Piala Dunia tidak menimbulkan keluhan dari lingkungan sekitar.
Jadikan Nobar sebagai Ajang Silaturahmi
Lebih lanjut, AKBP Bayu berharap kegiatan nobar Piala Dunia 2026 dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan antarwarga di Kabupaten Bantul.
“Mari jadikan Nobar Piala Dunia 2026 di Bantul sebagai ajang silaturahmi dan pemersatu warga. Dukung sportif, pulang dengan selamat,” pungkasnya.
Ia menambahkan, apabila masyarakat menemukan adanya gangguan keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan nobar, dapat segera menghubungi layanan darurat Polri melalui nomor 110 atau mendatangi Polsek terdekat.
Dengan semakin dekatnya atmosfer Piala Dunia 2026, Polres Bantul mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati setiap pertandingan secara dewasa dan bertanggung jawab. Kegembiraan mendukung tim favorit hendaknya dibarengi dengan kesadaran menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan bersama, sehingga euforia sepak bola benar-benar menjadi perekat persaudaraan di tengah masyarakat.























