by

Mobil Crane Pertamina Tabrak Kereta Api Babaranjang, Tingkatkan Kesadaran di Pintu Perlintasan

HeadLine.co.id, (Lampung) – Kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Babaranjang dengan mobil crane milik Pertamina pada Senin Malam (22/07) menambah serentetan kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang.

Dari keterangan AKBP Tito Hutahuruk selaku Kapolres Prabumulih, kejadian tersebut terjadi saat kereta api berjalan dari Stasiun Tanjung Karang menuju Stasiun Muara Enim. Saat kereta tiba di perlintasan sebidang Tanjung Rambang, tiba-tiba mobil crane milik Pertamina mendadak mogok dengan bagian belakang mobil masih berada di rel kereta api.

Akhirnya tabrakan tidak dapat dihindari dan mobil crane terseret sejauh 150 meter. Beruntung dalam kejadian ini supir dan keneknya berhasil menyelamatkan diri.

Setiap pengendara yang akan melintasi perlintasan sebidang wajib mengutamakan perjalanan kereta. Dalam UU No 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian juga dijelaskan bahwa kereta api wajib didahulukan oleh pengguna jalan lainnya.

Jika dikaji dari segi UU diatas, maka bukan kereta api yang menabrak mobil crane Pertamina. Justru mobil tersebut lah yang bersalah dan menjadi penyebab kecelakaan. Seharusnya sebelum melewati perlintasan supir mobil memastikan tidak ada kereta yang akan lewat, toh kereta api tidak mungkin datang secara tiba-tiba.

Sejauh ini setiap perlintasan resmi sudah dilengkapi sarana yang layak seperti pintu perlintasan serta rambu yang menyertainya. Fungsi dari pintu perlintasan adalah untuk mengamankan perjalanan kereta, bukan untuk mengamankan kendaraan lainnya.

Hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta pasal 124 Undang-Undang nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam kedua UU tersebut, disebutkan bahwa setiap kendaraan wajib berhenti ketika palang pintu perlintasan sudah ditutup dan sinyal sudah berbunyi.

Meskipun setiap perlintasan resmi sudah dilengkapi sistem pengamanan yang layak, tetap saja kesadaran setiap masyarakat maupun pengendara menjadi yang paling utama. Dari banyaknya kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang, rata-rata disebabkan oleh kelalaian pengguna jalan lainnya.

Realitanya, saat pintu perlintasan sudah mulai tertutup masih banyak pengendara yang nekat menerobos hingga tertabrak kereta. Banyak juga pengendara yang tidak mau berhenti sejenak dan melihat kanan kiri sebelum melewati perlintasan sebidang yang berakibat pada terjadinya kecelakaan.

Pada intinya kesadaran pengendara dalam mematuhi aturan dan rambu menjadi faktor utama terjaminnya keselamatan. Dahulukan kereta api yang akan lewat dan jangan pernah melanggar atau menerobos pintu perlintasan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed