Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
NasionalHukumOlahraga

Buntut Tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Kapolri Copot Kapolres Malang

291
×

Buntut Tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Kapolri Copot Kapolres Malang

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat buntut tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat buntut tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

Buntut Tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Kapolri Copot Kapolres Malang ~ Headline.co.id (Jakarta). Butut tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat.

Baca juga: di Tengah Krisis Finansial Dunia, Jokowi Ungkap Indonesia Masih Dipercaya Jadi Tempat Investasi

Kerusuhan yang terjadi pasca pertandingan Arema Malang FC vs Persebaya Surabaya menewaskan 125 orang. Sementara ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Pencopotan Kapolres malang tersebut disampaikan oleh kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasteyo, pada Senin (3/10).

Dedi menuturkan bahwa Kapolri memutuskan menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dimutasi sebagai Pamen SDM Polri. AKBP Ferli Hidayat digantikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis.

Baca juga: Temui Gus Yasin, Densus 88 Ajak Kerja Sama Pendampingan Keluarga Napiter dan Eksnapiter Lewat Pondok Pesantren Moderat

Selain Kapolres, butut dari tragedi di Kanjuruan Malang ini juga mencopot sejumlah komandan Brimob Polda Jatim juga diganti usai kerusuhan ini.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10) malam. Dalam pertandingan ini, Arema kalah 3-2 dari Persebaya.

Insiden disebut bermula saat beberapa suporter Arema memasuki lapangan usai pertandingan tersebut. Tak beberapa lama, ratusan Aremania memenuhi lapangan Kanjuruhan.

Baca juga: Presiden Minta Usut Tuntas dan Beri Sanksi Yang Bersalah Atas Tragedi Kanjuruhan Malang

Mereka mendatangi para pemain. Beberapa ada yang melayangkan protes hingga memeluk pemain. Polisi lantas mengadang para suporter itu. Pihak keamanan juga menggiring para pemain masuk ke ruang ganti.

Namun, polisi tiba-tiba menembakkan gas air mata untuk membubarkan suporter yang masuk ke lapangan. Gas air mata itu tak hanya ditembakkan ke lapangan, tetapi juga ke arah tribun penonton yang kemudian memicu kepanikan suporter.

Baca juga: Bersama Bupati Malang, Mensos Berikan Santunan Rp 15 Juta Kepada Ahli Waris Musibah Stadion Kanjuruhan

Berdasarkan data terbaru, insiden ini menyebabkan 125 orang meninggal dunia, korban luka berat 21 orang, dan luka ringan 304 orang.

Sejauh ini, tim dari Mabes Polri, yakni Itsus serta Propam tengah memeriksa 18 anggota yang diduga bertanggung jawab dalam penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan.

Baca juga: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Tewas 127 Orang dan 180 Orang Dirawat

Selain itu, tim investigasi Polri juga memeriksa beberapa saksi dan pejabat terkait yang berwenang atas penyelenggaraan pertandingan Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya. Di antaranya, Direktur LIB, Ketua PSSI Jawa Timur, Ketua Panitia Penyelenggara dari Arema, hingga Kadispora Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Tembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan Jadi Sorotan, Bolehkan Dalam Aturan FIFA?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tragedi di Stadion Kanjuruan Malang
Olahraga

Tak Puas, Areamia Ingin Kapolri Copot Kapolda Jatim ~ Headline.co.id (Malang). Headline.co.id (Malang). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat berdasarkan Surat Telegram Nomor ST…