by

PT KAI (Persero) Terus Berbenah, Edi Sukmoro Berhasil Tingkatkan Jumlah Penumpang

HeadLine.co.id, (Jakarta) – PT KAI (Persero) mulai mengalami perubahan besar-besaran pada tahun 2009 silam. Hal mendasar yang dilakukan oleh Ignatius Jonan yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI (Persero) adalah memperbaiki kesejahteraan pegawainya. Kemudian Jonan mulai merombak beberapa peraturan dan kebijakan demi memberikan pelayan maksimal kepada penumpang. Dalam merombak kebijakan, Jonan tentu mendapat berbagai pertentangan serta tantangan dari pihak-pihak yang bersangkutan contohnya pedagang. Mereka yang tidak terima dengan kebijakan baru bahkan rela menantang maut dengan berjejer di rel kereta saat kereta akan berangkat.

Meskipun ia mengalami penolakan dari berbagai pihak, ia tetap melanjutkan perjuangannya hingga kini kita bisa menikmati kenyamanan menggunakan transportasi kereta api. Tidak dipungkiri bahwa gebrakan yang ia lakukan mengubah wajah perkeretaapian Indonesia, namun dalam masa kepemimpinannya juga terjadi peristiwa yang tidak diinginkan mulai dari seringnya kereta yang mogok hingga kecelakaan kereta yang menewaskan puluhan penumpang.

Salah satu kecelakaan fatal yang terjadi saat masa kepemimpinannya adalah tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KA Senja Utama pada bulan Oktober tahun 2010 silam. Kejadian tersebut memakan korban sebanyak 36 penumpang yang tewas dan 37 lainnya luka-luka. Ada dua persepsi atas kejadian ini, pertama kecelakaan tersebut terjadi karena pengatur lalu lintas dan ada pula yang mengatakan bahwa masinis kelelahan sehingga terjadi kecelakaan. Akibat kecelakaan tersebut Jonan sempat dipaksa untuk mengundurkan diri dari jabaratannya.

Selain kecelakaan, pada masa Jonan menjabat juga sering terjadi peristiwa mogoknya kereta baik kereta jarak jauh maupun kereta lokal seperti KRL. Bahkan ada juga kejadian kereta api Matarmaja yang mogok selama satu jam saat berada di dalam terowongan sehingga membuat penumpang histeris. Selain kereta Matarmaja masih banyak kereta-kereta lain yang mogok sehingga membuat penumpukan penumpang di salah satu stasiun.

Dari beberapa ulasan diatas bisa disimpulkan bahwa pada masa kepemimpinan Jonan SDM PT KAI belum maksimal dalam menjalankan tugas mereka, terbukti dari peristiwa fatal yang kerap terjadi. Meskipun ia berhasil melakukan perubahan yang cukup besar dalam tubuh kereta api namun nyatanya ia belum berhasil 100% dalam menciptakan SDM PT KAI menjadi handal.

Berkaca dengan kejadian-kejadian lalu, kini PT KAI memberlakukan sanksi tegas kepada pegawainya yang lalai dalam menjalankan tugas. Para pegawai yang akan bertugas harus melalui rangkaian prosedur pemeriksaan kesehatan, jika hasilnya baik maka ia dapat melaksanakan tugas namun jika tidak maka ia akan digantikan dengan pegawai lainnya. Hal ini dilakukan demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api.

Keberhasilan yang diraih PT KAI (Persero) saat ini tidak luput dari kerja keras semua pegawai serta arahan dari jajaran direksi PT KAI (Persero). Edi Sukmoro selaku Direktur Utama PT KAI (Persero) sekaligus sebagai penerus perjuangan Jonan terbukti mampu membawa perusahaan transportasi mejadi lebih berkembang dan lebih baik. Berbagai fasilitas disediakan untuk menunjang kenyamanan para penumpang. Bahkan baru-baru ini PT KAI mendapat apresiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise yang menyebut Stasiun Senen yang ramah anak, perempuan serta kaum disabilitas.

“Saya lihat sepertinya sudah tambah 700 kursi yang dulunya hanya sekitar 250 kursi. Saya masuk ke ruang klinik juga luar biasa sekali, steril dan ber-AC. Obat-obatan tersedia dan semua peralatan medis tersedia,” ucapnya. Yohana juga mengapresiasi adanya fasilitas tambahan seperti ruang laktasi yang artinya hak-hak perempuan menyusui diperhatikan.

Budi Karya Sumadi selaku Menterri Perhubungan juga mengamini hal tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa penumpang kereta api terus mengalami peningktan, bahkan di tahun 2019 ini meningkat hingga 10%. Tahun 2018 tecatat penumpang KA sebanyak 3,3 juta orang dan di tahun ini mencapai 3,6 juta orang.

“Biasanya KAI itu naiknya tak lebih dari 5 persen, artinya ada suatu upaya tertentu supaya dapat lebih maksimal,” tuturnya.

Hal tersebut menunjukan bahwa Edi Sukmoro berhasil membawa perubahan dengan memaksimalkan segi pelayanan dan kenyamanan pelanggan. Edi Sukmoro juga berhasil mewujudkan zero accident dalam setiap perjalanan. Hal inilah yang kemudian membuat masyarakat memilih transportasi kereta api dibanding lainnya.

Pada dasarnya kepemimpinan Jonan membawa perubahan besar bagi tubuh KAI, namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa pada masa kepemimpinan Edi Sukmoro KAI dapat tumbuh menjadi lebih baik dan maksimal dalam melayani penumpang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed