Headline.co.id, Sumenep ~ Kesiapsiagaan bencana Sumenep diperkuat menjelang musim penghujan untuk menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, pohon tumbang, abrasi, dan gelombang tinggi. Polresta Sumenep bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Sumenep, dan instansi terkait memeriksa kesiapan personel serta peralatan penanggulangan bencana pada Rabu (4/11/2026). Pemeriksaan dilakukan melalui Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Tribrata Polresta Sumenep guna memastikan seluruh unsur dapat bergerak cepat ketika bencana terjadi.
Ancaman gelombang tinggi turut menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu pelayaran antarpulau, mobilitas masyarakat, dan distribusi kebutuhan pokok. Kondisi geografis Sumenep yang mencakup wilayah daratan dan kepulauan membuat koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan masyarakat.
Pemeriksaan Personel dan Peralatan
Apel gelar pasukan tersebut menjadi sarana untuk memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Sejumlah peralatan diperiksa, lain kendaraan patroli, perahu karet, gergaji mesin, tenda pengungsian, serta perlengkapan medis darurat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Peralatan itu disiapkan untuk mendukung sejumlah kebutuhan penanganan bencana, seperti evakuasi warga, penanganan dampak bencana, dan pemenuhan kebutuhan darurat masyarakat. Kesiapan tersebut diharapkan dapat mempercepat respons ketika bencana terjadi di wilayah Sumenep.
Kapolresta Sumenep Ariek Indra Sentanu mengatakan, karakteristik wilayah Sumenep yang terdiri atas daratan dan kepulauan membutuhkan kerja sama antarlembaga. Menurut dia, penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri oleh satu instansi.
“Sinergitas adalah kunci. Tidak ada satu instansi pun yang bisa bekerja sendiri dalam penanggulangan bencana. Kita harus solid, satu komando, cepat dan tepat dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat,” tegas Ariek.
Pemetaan Daerah Rawan di 27 Kecamatan
Selain banjir dan tanah longsor, unsur terkait diminta mengantisipasi pohon tumbang dan abrasi. Gelombang tinggi juga berpotensi menghambat transportasi laut, terutama mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok melalui jalur pelayaran antarpulau.
Ariek meminta seluruh unsur terkait meningkatkan kewaspadaan dan memetakan daerah rawan bencana di 27 kecamatan. Mitigasi dan respons cepat perlu diperkuat untuk menekan dampak bencana, terutama risiko korban jiwa dan kerugian yang dialami masyarakat.
Kesiapsiagaan tersebut melibatkan personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, pemadam kebakaran, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya.
Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Danyonif TP) 931/Ksatria Jokotole Sumenep, Aditya Danang Putranto, menyatakan TNI siap mendukung penanggulangan bencana bersama Polri dan pemerintah daerah.
Kolaborasi antarlembaga diperlukan agar pengerahan personel, distribusi bantuan, dan proses evakuasi dapat berjalan secara terkoordinasi sesuai kebutuhan di lapangan. Koordinasi ini juga penting bagi wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan akses dan mobilitas ketika cuaca ekstrem mengganggu transportasi laut.
Warga Diminta Pantau Informasi Cuaca
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui BPBD mengimbau masyarakat ikut meningkatkan kewaspadaan dengan memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Warga juga diminta mengikuti arahan petugas apabila terjadi kondisi darurat.
Masyarakat diingatkan agar tidak panik ketika bencana terjadi. Warga dapat segera melaporkan kejadian ke posko siaga terdekat atau layanan darurat 112 apabila bencana berlangsung di lingkungan sekitar.
Dengan kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi lintas instansi, penanganan bencana diharapkan berlangsung lebih cepat dan terarah. Kesiapan itu menjadi penting untuk melindungi masyarakat di seluruh wilayah Sumenep, termasuk warga di kawasan kepulauan yang berpotensi menghadapi gangguan akses akibat cuaca ekstrem.
(Res/Ren/Fer)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.













![[Siaran Pers] Wamen Nezar Patria: Daerah Tak Harus Menunggu Infrastruktur Canggih untuk Maju Digital](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/11/siaran-pers-wamen-nezar-patria-daerah-tak-harus-menunggu-infrastruktur-canggih-untuk-maju-digital.jpg)


