Headline.co.id, Surabaya ~ Surabaya tidak hanya dikenal sebagai Kota Pahlawan karena peristiwa Pertempuran 10 November 1945 dan berbagai bangunan bersejarahnya. Kota ini juga memiliki kekayaan kuliner khas yang dapat dikenali wisatawan saat berkunjung, terutama pada momentum Hari Pahlawan setiap 10 November. Kuliner khas Surabaya menawarkan beragam cita rasa, mulai dari gurih, manis, hingga kuatnya aroma petis. Cara menikmatinya dapat dilakukan dengan menjelajahi sejumlah hidangan tradisional yang menjadi bagian dari karakter dan budaya lokal Surabaya.
Mengenal Surabaya melalui kuliner memberikan pengalaman berbeda di luar wisata sejarah. Sejumlah makanan khas kota ini menggunakan bahan dan bumbu yang beragam, seperti petis, kacang, kelapa, kluwek, hingga hasil laut dari wilayah pesisir.
Berikut delapan kuliner khas Surabaya yang dapat masuk daftar wisata kuliner saat berkunjung ke Kota Pahlawan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rujak Cingur dan Lontong Balap
Rujak cingur menjadi salah satu ikon kuliner yang paling identik dengan Surabaya. Hidangan ini terdiri dari irisan kangkung, tauge, buah-buahan, tahu, tempe, lontong, serta cingur atau bagian hidung sapi yang telah direbus hingga empuk.
Seluruh bahan tersebut disiram bumbu petis yang diracik bersama kacang, gula merah, dan bahan lainnya. Perpaduan rasa gurih, manis, sedikit asam, serta aroma petis yang kuat membuat rujak cingur memiliki karakter tersendiri.
Kuliner berikutnya adalah lontong balap. Hidangan ini berisi irisan lontong, tauge, tahu goreng, lentho berbahan kacang-kacangan, serta kuah gurih yang dilengkapi sambal petis.
Nama lontong balap dikaitkan dengan kebiasaan pedagang zaman dahulu yang berjalan cepat sambil memikul dagangan. Mereka terlihat seperti sedang berlomba atau balapan sehingga makanan tersebut kemudian dikenal dengan nama lontong balap.
Sate Klopo dan Rawon
Sate klopo menawarkan sajian sate dengan sentuhan berbeda. Nama “klopo” berasal dari bahasa Jawa yang berarti kelapa. Sesuai namanya, sate ini menggunakan parutan kelapa berbumbu yang dilumurkan pada daging sebelum dibakar.
Proses pembakaran menghasilkan aroma harum dengan perpaduan rasa gurih dari kelapa dan rempah. Sate klopo umumnya disajikan bersama bumbu kacang, irisan bawang merah, sambal, dan nasi putih.
Bagi pencinta hidangan berkuah, rawon menjadi salah satu sajian yang dapat dicoba. Sup daging sapi ini memiliki ciri khas kuah berwarna hitam pekat yang berasal dari penggunaan kluwek sebagai salah satu bumbu utamanya.
Rawon disajikan dengan potongan daging sapi, nasi putih, tauge pendek, sambal, telur asin, dan kerupuk. Kuahnya yang gurih dengan aroma rempah memberikan sensasi hangat dan kaya rasa.
Tahu Tek dan Semanggi Surabaya
Tahu tek dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati makanan sederhana dengan cita rasa khas. Seporsi tahu tek biasanya terdiri dari tahu goreng, kentang, lontong, tauge, dan telur yang disiram bumbu petis bercampur kacang. Hidangan ini juga dilengkapi kerupuk.
Nama tahu tek dipercaya berasal dari bunyi gunting yang digunakan pedagang saat memotong bahan-bahan makanan ketika melayani pembeli. Perpaduan bumbu petis yang gurih dan tekstur bahan yang beragam membuat tahu tek cocok disantap pada siang maupun malam hari.
Kuliner khas Surabaya lainnya adalah semanggi Surabaya. Makanan tradisional ini menggunakan daun semanggi dan tauge yang dikukus, kemudian disiram saus berbahan ketela rambat, kacang, dan gula merah.
Semanggi Surabaya memiliki ciri khas penyajian berupa kerupuk puli berbentuk lebar yang digunakan sebagai pelengkap sekaligus alas untuk menikmati makanan. Sausnya cenderung manis dan gurih, berpadu dengan aroma khas daun semanggi.
Hidangan tersebut juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Surabaya yang menarik untuk dikenalkan kepada generasi muda.
Lontong Kupang dan Tahu Campur
Pengaruh wilayah pesisir turut membentuk kekayaan kuliner Surabaya. Salah satu hidangan yang dapat dicoba adalah lontong kupang, yakni lontong yang disajikan bersama kupang atau kerang laut berukuran kecil.
Lontong kupang kemudian disiram kuah berbumbu petis. Hidangan ini biasanya dilengkapi lentho dan sate kerang sebagai pendamping. Cita rasanya gurih dengan sentuhan khas petis, sehingga dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencoba makanan selain hidangan berbahan daging sapi atau ayam.
Tahu campur juga menjadi kuliner yang banyak dijumpai di Surabaya dan sekitarnya. Hidangan ini terdiri dari potongan daging sapi, kikil, tahu goreng, perkedel singkong atau lentho, selada, tauge, dan mi kuning.
Seluruh bahan tersebut disiram kuah kaldu sapi berbumbu petis. Tahu campur biasanya disajikan bersama kerupuk dan sambal. Perpaduan kuah gurih, aroma petis, serta tekstur bahan yang beragam membuatnya memiliki cita rasa khas.
Menikmati kuliner khas Surabaya pada momentum Hari Pahlawan dapat menjadi cara untuk mengenal karakter Kota Pahlawan dari sisi lain. Selain mengenang jasa para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, momen tersebut juga dapat digunakan untuk mengapresiasi kekayaan budaya lokal melalui makanan yang menjadi kebanggaan masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















