Headline.co.id, Jakarta ~ Destinasi wisata wayang di sejumlah daerah Indonesia dapat menjadi pilihan untuk mengenal sejarah, koleksi, proses pembuatan, hingga pertunjukan seni pewayangan. Tempat-tempat tersebut hadir di Jakarta, Banyumas, Surakarta, Jombang, Mojokerto, dan Gianyar, Bali, dalam rangka memperingati Hari Wayang yang ditetapkan setiap 7 November. Pengunjung dapat mempelajari keberagaman wayang melalui museum maupun pertunjukan langsung yang memadukan seni tari, musik, dialog, dan tata panggung.
Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Wayang ditetapkan UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia pada 7 November 2003. Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan Hari Wayang Nasional setiap 7 November melalui Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2018.
Catatan tertua mengenai wayang lain ditemukan dalam Prasasti Balitung dari abad ke-10, yang berasal dari Dinasti Sanjaya, Kerajaan Medang Kuno. Prasasti tersebut menyebut profesi Galigi atau artis keliling yang dipanggil pihak kerajaan untuk mengadakan pertunjukan wayang bagi Dewa dengan mengambil kisah Bima dari Mahabharata.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Destinasi Wisata Wayang di Jakarta
1. Museum Wayang Jakarta Barat
Museum Wayang berada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Museum ini menempati bangunan bersejarah yang sebelumnya digunakan sebagai De Oude Hollandsche Kerk atau Gereja Lama Belanda pada 1640. Bangunan tersebut berubah menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk atau Gereja Baru Belanda pada 1732, sebelum hancur akibat gempa bumi pada 1808.
Museum Wayang diresmikan pada 13 Agustus 1975 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin. Koleksinya mencakup wayang kulit, wayang golek, serta boneka tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Beberapa koleksi yang dapat dijumpai lain Si Unyil, Si Manis Jembatan Ancol, dan Dewi Sinta.
Selain melihat koleksi, pengunjung dapat mengikuti kegiatan edukasi budaya, seperti pertunjukan wayang dan pengenalan proses pembuatan wayang.
2. Gedung Kesenian Paguyuban Wayang Orang Bharata
Berada di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata telah menjadi salah satu pusat pelestarian seni wayang orang sejak 1972. Berbeda dari wayang kulit, pertunjukan wayang orang dimainkan langsung oleh manusia dengan kostum dan tata rias khas tokoh pewayangan.
Pagelaran umumnya terinspirasi dari kisah Mahabharata dan Ramayana, serta dipadukan dengan seni tari, dialog, musik gamelan, dan tata panggung. Harga tiket pertunjukan berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Wayang Orang Bharata juga terkadang mengadakan pertunjukan gratis.
Museum Wayang dengan Kekhasan Lokal
3. Museum Wayang Sendang Mas Banyumas
Museum Wayang Sendang Mas berada di kompleks pusat pemerintahan lama Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, atau kawasan Kota Lama Banyumas. Museum ini diresmikan pada 31 Desember 1983. Nama Sendang Mas merupakan singkatan dari Seni Pedalangan Banyumas.
Koleksinya meliputi wayang kulit purwa, wayang golek, wayang beber, serta Wayang Gagrag Banyumasan sebagai koleksi unggulan. Museum ini juga menyimpan perlengkapan pertunjukan tradisional, seperti gamelan, calung, dan blencong atau lampu penerangan dalam pertunjukan wayang.
Pengunjung dapat mengenal karakter dan gaya penceritaan Wayang Gagrag Banyumasan, termasuk tokoh Bawor yang menjadi salah satu ikon pewayangan Banyumas.
4. Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari Solo
Wayang Orang Sriwedari berlokasi di kawasan Taman Sriwedari, Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Lokasinya berdekatan dengan Museum Radya Pustaka dan Museum Keris Nusantara. Pertunjukan ini menjadi salah satu daya tarik wisata budaya sekaligus bagian dari upaya pelestarian budaya Jawa.
Para pemain membawakan kisah pewayangan dengan kostum dan riasan khas. Gerakan tari, dialog berbahasa Jawa, serta iringan gamelan menjadi unsur utama pertunjukan. Cerita yang ditampilkan umumnya berasal dari Mahabharata dan Ramayana serta mengandung pesan moral kehidupan.
Wayang Potehi hingga Koleksi Topeng dan Wayang
5. Museum Potehi Gudo Jombang
Museum Potehi Gudo berada di Desa Tukangan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dalam satu kompleks dengan Kelenteng Tri Dharma Hong Sang Kiong. Museum ini memperkenalkan Wayang Potehi, kesenian boneka tradisional khas Tionghoa yang telah berkembang di Indonesia selama berabad-abad.
Wayang Potehi menggunakan boneka berbahan kain dengan kepala dan tangan yang umumnya terbuat dari kayu. Boneka dimainkan menggunakan tangan dari balik panggung kecil berornamen khas Tionghoa. Ceritanya biasanya terinspirasi dari kisah klasik Tiongkok dan diiringi musik tradisional. Museum ini juga menjadi tempat pelestarian serta pembuatan boneka Wayang Potehi.
6. Museum Gubug Wayang Mojokerto
Museum Gubug Wayang di Kota Mojokerto, Jawa Timur, diresmikan pada 15 Agustus 2015. Museum ini menempati bangunan bergaya kolonial Belanda yang telah berdiri sejak 1912. Dua arca Dwarapala berada di area pintu masuk.
Koleksi museum tersebar di tiga lantai dan mencakup wayang kulit, wayang golek, wayang potehi, topeng, keris, serta alat musik tradisional. Salah satu koleksi yang menjadi daya tarik ialah boneka Si Unyil karya Drs. Suyadi atau Pak Raden.
7. Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma Bali
Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma berada di Kabupaten Gianyar, Bali. Tempat ini menjadi ruang pelestarian berbagai jenis topeng dan wayang dari Indonesia maupun mancanegara.
Kawasan tersebut memiliki bangunan rumah joglo tradisional yang dikelilingi taman tropis dan pepohonan rindang. Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma menyimpan ribuan koleksi topeng dan wayang dengan bentuk serta karakter beragam. Koleksinya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sejumlah negara di Asia, dan belahan dunia lainnya.
Pengunjung dapat berjalan menyusuri taman sambil berpindah dari satu ruang pamer ke ruang lainnya. Selain koleksi budaya, kawasan ini juga memiliki fasilitas pertunjukan seni.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















