Headline.co.id ~ Headline.co.id, Jakarta (Kemenag) — Sebanyak 55 pegawai Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama mengikuti Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN) 2026. Kegiatan tersebut digelar pada 28 Oktober 2026 di Laboratorium Computer Assisted Test (CAT) 4 Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta Timur. ProASN 2026 dilakukan untuk memetakan kompetensi dan potensi pegawai sebagai bahan pengembangan kapasitas aparatur sesuai kebutuhan organisasi.
Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Lubenah Amir, mengatakan pemetaan melalui ProASN 2026 diperlukan untuk mengenali potensi pegawai secara lebih terukur. Hasil pemetaan diharapkan mendukung pengembangan kompetensi, perencanaan karier, dan pengelolaan talenta ASN.
“Profiling ASN menjadi salah satu langkah untuk mengenali kompetensi dan potensi pegawai secara lebih terukur. Dengan pemetaan yang tepat, pengembangan kapasitas ASN diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan mendukung kebutuhan organisasi,” ujar Lubenah di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
ProASN 2026 Diikuti ASN dari Berbagai Jenjang Jabatan
Sebanyak 55 pegawai yang mengikuti ProASN 2026 berasal dari berbagai jenjang jabatan. Peserta terdiri atas pejabat pimpinan unit, pejabat administrator, pejabat fungsional, hingga pelaksana di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
Lubenah menjelaskan, ProASN merupakan instrumen pengukuran profil ASN yang dirancang untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan dan potensi individu. Program tersebut menjadi bagian dari upaya BKN membangun basis data profil aparatur yang dapat digunakan untuk mendukung pengembangan kompetensi, perencanaan karier, dan pengelolaan talenta di lingkungan instansi pemerintah.
“Pengukuran dalam ProASN 2026 mencakup empat aspek utama, yakni kompetensi manajerial dan sosial kultural, potensi, literasi digital, serta preferensi karier. Keempat aspek tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi untuk mengenali kapasitas pegawai, baik dalam menjalankan tugas maupun dalam merencanakan pengembangan profesionalnya,” jelasnya.
Menurut Lubenah, kompetensi manajerial dan sosial kultural berkaitan dengan kemampuan pegawai dalam menjalankan tanggung jawab, bekerja sama, serta berinteraksi di lingkungan kerja yang beragam. Sementara itu, pengukuran potensi memberikan gambaran mengenai kapasitas individu yang masih dapat dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan kebutuhan organisasi.
Empat Aspek Kompetensi ASN yang Dipetakan
Aspek literasi digital juga menjadi bagian dari pengukuran dalam ProASN 2026. Kemampuan menggunakan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab dinilai semakin diperlukan seiring perkembangan teknologi dan transformasi layanan pemerintahan.
“Aspek literasi digital juga menjadi bagian penting dalam pemetaan. Di tengah perkembangan teknologi dan transformasi layanan pemerintahan, kemampuan menggunakan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab semakin diperlukan agar ASN mampu beradaptasi dengan perubahan pola kerja serta kebutuhan pelayanan publik,” paparnya.
Selain itu, preferensi karier digunakan untuk memetakan kecenderungan dan arah pengembangan profesional pegawai. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun rencana pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan potensi, minat, dan kebutuhan organisasi.
Lubenah mengatakan, hasil ProASN dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi instansi pemerintah dalam merancang pengembangan kompetensi dan pengelolaan karier ASN. Dengan data yang lebih terstruktur, kebutuhan peningkatan kapasitas pegawai dapat diidentifikasi secara lebih tepat.
Dengan demikian, program pengembangan tidak hanya disusun secara umum, tetapi juga dapat mempertimbangkan profil masing-masing individu. Namun, pemanfaatan hasil profiling tetap harus diselaraskan dengan kebutuhan jabatan dan ketentuan pengelolaan ASN yang berlaku.
Pemetaan Dukung Layanan Keagamaan Ditjen Bimas Islam
Lubenah menilai pemetaan kompetensi relevan dengan kebutuhan Ditjen Bimas Islam yang menjalankan beragam layanan keagamaan. Aparatur dengan kapasitas yang sesuai diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi, mulai dari pelayanan urusan agama Islam, pemberdayaan zakat dan wakaf, hingga pembinaan kemasjidan dan keluarga sakinah.
“Bagi kami di Ditjen Bimas Islam, pemetaan kompetensi relevan dengan kebutuhan organisasi yang menjalankan beragam layanan keagamaan. Ketersediaan aparatur dengan kapasitas yang sesuai dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi, mulai dari pelayanan urusan agama Islam, pemberdayaan zakat dan wakaf, hingga pembinaan kemasjidan dan keluarga sakinah. Pemanfaatan hasil pemetaan tetap perlu diselaraskan dengan kebutuhan jabatan dan ketentuan pengelolaan ASN yang berlaku,” ungkapnya.
Menurutnya, ProASN juga mendukung penerapan manajemen talenta dan sistem merit dalam pengelolaan aparatur. Pendekatan tersebut mendorong pengambilan keputusan kepegawaian yang lebih objektif dengan mempertimbangkan kompetensi, potensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi.
Meski demikian, Lubenah menegaskan hasil profiling hanya menjadi salah satu bahan pertimbangan. Hasil tersebut tidak serta-merta menjadi satu-satunya dasar penempatan atau pengangkatan pegawai dalam jabatan.
BKN Targetkan 600.000 ASN Ikuti Profiling
BKN menargetkan 600.000 ASN mengikuti profiling hingga Desember 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat ketersediaan data profil aparatur secara nasional.
Data tersebut diharapkan memberikan landasan yang lebih baik bagi instansi pemerintah dalam merencanakan pengembangan kompetensi dan pengelolaan talenta. Hasil profiling juga dirancang untuk mendukung pemanfaatan data ASN secara lebih terintegrasi.
“Kami berharap, khususnya Ditjen Bimas Islam dapat memperoleh gambaran kompetensi dan potensi pegawai yang dapat dimanfaatkan dalam perencanaan pengembangan sumber daya manusia. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas aparatur agar semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan layanan keagamaan yang berkualitas kepada masyarakat,” tandasnya.
(An/Mr)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




![[Siaran Pers] Meutya Hafid Ingatkan AI Jangan Menyeragamkan Keragaman Indonesia](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-meutya-hafid-ingatkan-ai-jangan-menyeragamkan-keragaman-indonesia.jpg)















