Headline.co.id ~ Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid menegaskan pembangunan konektivitas digital harus memperkuat persatuan, meningkatkan kecakapan masyarakat, dan melindungi pengguna. Pesan itu disampaikan saat Meutya menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Antakupa, Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Menurut Meutya, pembangunan konektivitas digital yang dilakukan pemerintah bersama sektor swasta harus dimanfaatkan untuk menghubungkan masyarakat dan mendorong pertumbuhan. Infrastruktur digital, kata dia, tidak boleh justru digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian dan misinformasi yang dapat memecah belah bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Meutya mengaitkan pembangunan konektivitas digital dengan semangat Sumpah Pemuda. Ia menilai teknologi dan infrastruktur memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Ini giat kita semua bersama-sama dengan sektor swasta untuk membangun konektivitas yang sesungguhnya tidak bisa kita lepaskan dari semangat Sumpah Pemuda itu sendiri. Karena menyatukan artinya juga menghubungkan,” ujar Meutya.
Konektivitas Digital Harus Mendorong Pertumbuhan
Meutya mengatakan keterhubungan yang dibangun melalui konektivitas digital harus menghasilkan pertumbuhan dalam berbagai bidang. Pertumbuhan tersebut mencakup ekonomi, peningkatan kemampuan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai persatuan.
“Pertumbuhan ini bisa dilihat dari banyak hal. Pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan manusianya menjadi manusia yang lebih cakap dan pertumbuhan nilai-nilai termasuk nilai-nilai persatuan,” katanya.
Ia menekankan, pembangunan infrastruktur digital tidak dapat dipisahkan dari tujuan yang hendak dicapai. Ketersediaan jaringan dan teknologi harus diikuti pemanfaatan yang mendukung kemajuan masyarakat.
Dengan demikian, konektivitas digital tidak hanya dipandang sebagai sarana menghubungkan wilayah, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kecakapan masyarakat dan menjaga persatuan.
Ruang Digital Tidak Boleh Memecah Belah
Meutya mengingatkan pembangunan infrastruktur belum memenuhi tujuannya apabila pemanfaatannya justru melemahkan nilai kebangsaan. Ia meminta ruang digital tidak digunakan untuk menyebarkan konten yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Jika infrastruktur kemudian hanya digunakan untuk ujaran kebencian, misinformasi yang pada ujungnya memecah belah bangsa, artinya kita mengkhianati para pahlawan yang 98 tahun lalu berkumpul,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks peringatan Hari Sumpah Pemuda. Bagi Meutya, semangat persatuan yang diperjuangkan para pemuda pada 1928 tetap berkaitan dengan pembangunan dan pemanfaatan teknologi saat ini.
Konektivitas digital, menurut dia, seharusnya memperkuat hubungan antarmasyarakat, bukan menjadi saluran penyebaran informasi yang menimbulkan perpecahan.
Pelindungan Pengguna Jadi Perhatian
Selain menyoroti keterhubungan dan pertumbuhan, Meutya menekankan pentingnya pelindungan masyarakat di ruang digital. Perhatian itu mencakup keselamatan anak serta pelindungan orang tua dari ancaman dan penipuan digital.
Pembangunan teknologi, kata dia, harus berjalan seiring dengan upaya memberikan rasa aman kepada pengguna. Masyarakat perlu memperoleh manfaat dari konektivitas digital tanpa menghadapi risiko yang dapat merugikan atau mengancam keselamatan mereka.
Ia menilai pelindungan pengguna merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Kementerian Komunikasi dan Digital. Upaya tersebut juga menjadi wujud penerapan semangat persatuan dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, tanah air Indonesia harus terus kita jaga,” ujar Menkomdigi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















