Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Terbangun Sebelum Alarm, Kapan Wajar dan Kapan Jadi Insomnia?

Redaksi Jateng by Redaksi Jateng
32 seconds ago
in Kesehatan
Reading Time: 3 mins read
418 4
A A
0
Terbangun Sebelum Alarm, Wajar atau Tanda Gangguan Tidur?

Terbangun Sebelum Alarm, Wajar atau Tanda Gangguan Tidur? (Dok. Tribratanews)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id ~ Terbangun sebelum alarm berbunyi merupakan kondisi yang dialami banyak orang dan tidak selalu menandakan gangguan tidur. Kebiasaan ini dapat menunjukkan tubuh memiliki rutinitas tidur yang konsisten, terutama jika seseorang bangun hanya beberapa menit lebih awal dalam keadaan segar dan bugar. Namun, terbangun jauh sebelum alarm secara konsisten dan tidak dapat kembali tidur dapat menjadi tanda insomnia. Penjelasan ini disampaikan ahli neurologi Chris Winter dan dokter spesialis tidur Jade Wu, sebagaimana dikutip dari laman Sleep, Rabu (7/10/2026).

Contents

    • 0.1. Manfaat Mengunyah Permen Karet bagi Pelatih Sepak Bola
    • 0.2. Tidur Bersama Kucing: Manfaat, Risiko, dan Cara Menguranginya
  • 1. Terbangun Sebelum Alarm Bisa Menandakan Tidur Cukup
  • 2. Pengaruh Usia terhadap Waktu Bangun
  • 3. Bangun Terlalu Dini Dapat Menjadi Tanda Insomnia

Fenomena terbangun sebelum alarm berkaitan dengan ritme sirkadian, yakni pengatur alami berbagai fungsi tubuh, termasuk suhu tubuh, tekanan darah, kewaspadaan mental, kadar hormon, dan waktu tidur. Ketika pola tidur seseorang teratur, ritme sirkadian dapat memicu rasa kantuk dan kewaspadaan pada waktu yang relatif sama setiap hari.

You might also like

Sering Mengunyah Permen Karet Saat Laga, Apa Manfaatnya bagi Pelatih Bola?

Manfaat Mengunyah Permen Karet bagi Pelatih Sepak Bola

10 October 2026
Amankah Tidur Bersama Kucing Kesayangan?

Tidur Bersama Kucing: Manfaat, Risiko, dan Cara Menguranginya

9 October 2026

Terbangun Sebelum Alarm Bisa Menandakan Tidur Cukup

Chris Winter mengatakan, terbangun beberapa menit sebelum alarm dapat berkaitan dengan jadwal tidur yang konsisten. Menurut dia, kebiasaan tersebut tidak selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

“Saya pikir ini mungkin terkait dengan gagasan, jika kamu terbangun beberapa menit sebelum alarm berbunyi, kamu mungkin memiliki jadwal tidur yang konsisten,” ujar Winter.

Jika seseorang terbangun sebelum alarm dalam kondisi segar dan bugar, keadaan itu kemungkinan menunjukkan pola tidurnya selaras dengan ritme sirkadian. Ritme alami tubuh tersebut kemudian memicu kewaspadaan ketika waktu tidur sudah dianggap cukup.

Dengan demikian, terbangun beberapa menit lebih awal dari alarm tidak otomatis berarti seseorang mengalami gangguan tidur. Kondisi itu justru dapat menjadi tanda bahwa tubuh telah memperoleh waktu istirahat yang dibutuhkan dan terbiasa dengan jadwal tidur tertentu.

Pengaruh Usia terhadap Waktu Bangun

Selain rutinitas tidur, usia juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi waktu seseorang terbangun. Kebutuhan tidur berubah seiring pertambahan usia. Pada saat yang sama, ritme sirkadian cenderung bergeser lebih awal.

Jade Wu menjelaskan, orang dewasa yang mendekati usia lanjut cenderung membutuhkan waktu tidur lebih sedikit dibandingkan ketika masih muda. Perubahan tersebut dapat membuat seseorang bangun lebih awal daripada saat berusia lebih muda.

“Kombinasi perubahan ini dapat berarti bangun lebih awal daripada saat kita masih muda, dan tidak selalu berarti ada sesuatu yang salah,” tutur Wu.

Artinya, waktu bangun yang lebih awal pada orang dewasa menjelang lanjut usia tidak dengan sendirinya menunjukkan gangguan tidur. Penilaiannya tetap berkaitan dengan kondisi setelah bangun, termasuk apakah tubuh terasa segar atau justru mengalami gangguan untuk melanjutkan tidur.

Bangun Terlalu Dini Dapat Menjadi Tanda Insomnia

Meski terbangun sebelum alarm umumnya tidak perlu dikhawatirkan, kondisi tersebut dapat menjadi masalah ketika seseorang terjaga pada dini hari dan tidak mampu kembali tidur. Keadaan ini termasuk salah satu bentuk insomnia.

“Terbangun pada dini hari adalah salah satu bentuk insomnia, di mana seseorang sering bangun jauh lebih awal dari yang mereka inginkan, dan kemudian tidak dapat tidur kembali,” terang Wu.

Jarak waktu terbangun dan waktu alarm menjadi hal yang perlu diperhatikan. Jika seseorang terbangun terlalu jauh sebelum alarm, kondisi tersebut dapat menjadi pertanda insomnia, terutama apabila berlangsung secara konsisten.

Gangguan itu dinilai sebagai masalah klinis ketika terbangun jauh lebih cepat dari alarm secara berulang dan mulai menghambat aktivitas sehari-hari. Jadi, bukan hanya waktu terbangunnya yang menjadi perhatian, melainkan juga dampaknya terhadap kemampuan seseorang menjalani kegiatan.

Wu menjelaskan, insomnia dengan gejala bangun terlalu pagi dapat lebih sulit diobati dibandingkan insomnia yang ditandai kesulitan untuk mulai tidur atau mempertahankan durasi tidur.

“Insomnia bangun pagi agak lebih sulit diobati daripada insomnia sulit tidur atau mempertahankan durasi tidur,” jelasnya.

Kesimpulannya, terbangun beberapa menit sebelum alarm dapat dianggap wajar jika seseorang merasa segar dan pola tersebut tidak mengganggu aktivitas. Sebaliknya, terbangun jauh sebelum alarm, terjadi secara konsisten, serta diikuti ketidakmampuan untuk kembali tidur dan gangguan aktivitas sehari-hari patut dicurigai sebagai insomnia.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Kesehatan

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Redaksi Jateng

Redaksi Jateng

Related Stories

Sering Mengunyah Permen Karet Saat Laga, Apa Manfaatnya bagi Pelatih Bola?

Manfaat Mengunyah Permen Karet bagi Pelatih Sepak Bola

by Redaksi Jateng
10 October 2026
0

Headline.co.id ~ Manfaat mengunyah permen karet menjadi perhatian karena kebiasaan ini kerap terlihat dilakukan pelatih sepak bola saat pertandingan berlangsung....

Amankah Tidur Bersama Kucing Kesayangan?

Tidur Bersama Kucing: Manfaat, Risiko, dan Cara Menguranginya

by Redaksi Jateng
9 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Tidur bersama kucing dapat memberikan rasa nyaman dan membantu sebagian orang lebih rileks, tetapi kebiasaan tersebut juga...

Sinyal Tubuh yang Sering Diabaikan: Mengenali Tanda Kekurangan Gizi dan Langkah Tepat Menjaga Keseimbangan Nutrisi

Kekurangan Gizi: 7 Sinyal Tubuh yang Perlu Diwaspadai

by Redaksi Jateng
9 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kekurangan gizi dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh dan memunculkan sejumlah perubahan yang kerap dianggap sebagai keluhan biasa....

Inilah Cara Mengatasi Lutut Sakit Setelah Berolahraga

Lutut Sakit Setelah Berolahraga? Ini Cara Mengatasinya

by Redaksi Jateng
8 October 2026
0

Headline.co.id ~ Lutut sakit setelah berolahraga dapat dialami oleh orang yang melakukan aktivitas fisik, terutama ketika latihan dilakukan secara berlebihan....

Flu Masih Meningkat, 1.527 Kasus Terpantau di Tiga Provinsi

Kasus Influenza 2026 Capai 1.527, Tertinggi di 3 Provinsi

by Redaksi Jateng
8 October 2026
0

Headline.co.id ~ Kasus influenza di Indonesia masih menunjukkan peningkatan berdasarkan pemantauan surveilans Kementerian Kesehatan hingga pekan ke-38 tahun 2026. Sebanyak...

Cara Mengobati Cacar Air Agar Cepat Kering dan Hilang Tanpa Berbekas

Cara Mengobati Cacar Air agar Cepat Kering dan Tak Berbekas

by Redaksi Jateng
8 October 2026
0

Headline.co.id ~ Informasi cara mengobati cacar air agar cepat kering dan tidak meninggalkan bekas dimuat pada 7 Oktober 2026. Cacar...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Evakuasi Andong yang terlibat kecelakaan dengan Sepeda Motor

Oleng Saat Berkendara, Pengendara Scoopy Luka Usai Tabrak Andong di Jalan Ngipik

24 May 2025
Pendaftaran Ditutup, 1.086 Dosen Ajukan Insentif Ma’had Aly 2026

Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Diikuti 1.086 Pendaftar

8 October 2026

SBY: Mari Kita Dukung Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, Sampaikan Kritik dengan Adab

9 April 2020
Timnas Indonesia U-17 Saring 34 Peserta untuk Seleksi Gelombang Kedua Piala Dunia U-17

Timnas U-17 Indonesia Gelar Seleksi Gelombang Kedua Jelang Piala Dunia 2025

26 June 2025
Ilustrasi gambar Cutting tools

Tutorial Memilih Supplier Cutting Tools di Jakarta

8 July 2026
Ilustrasi gambar polisi menangkap pencuri

Pencuri Handphone hingga Senapan Angin di Bantul Tertangkap Gara-Gara Motor Tertinggal di Kandang Ayam

3 May 2025
: Rapat evaluasi kinerja Semester I Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Gorontalo. (foto PPID)

BKAD Gorontalo Tingkatkan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah

23 August 2026

Artikel Terbaru

Terbangun Sebelum Alarm, Wajar atau Tanda Gangguan Tidur?

Terbangun Sebelum Alarm, Kapan Wajar dan Kapan Jadi Insomnia?

12 October 2026
Polri Berhasil Evakuasi Ratusan Warga Terdampak Banjir di Padang, Ratusan Personel Brimob Dikerahkan

Banjir Padang, Brimob Kerahkan 300 Personel untuk Evakuasi

12 October 2026
Pieter Huistra: PSS Siap Ladeni PSM

PSS Sleman Siap Hadapi PSM Makassar Usai Jeda Tiga Pekan

12 October 2026
Gempa Bumi Bermagnitudo 3.0 Guncang Bima, NTB

Gempa Bumi Magnitudo 3,0 Guncang Bima, NTB

12 October 2026
Hat-trick hero: Guevara wins dramatic Mandalika battle as gap tightens to Gonzalez

Moto2 Indonesia: Guevara Menang, Gap dengan Gonzalez Jadi 6,5 Poin

12 October 2026
: Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Kabupaten Sumedang, Provinsi Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (29/07/2026). (BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Lulusan IPDN Angkatan XXXIII

11 October 2026
Persebaya U-18 Libas Persik, Coach Fani Setyo Apresiasi Kerja Keras Pemain

Persebaya U-18 Menang 5-1 atas Persik, Pimpin Grup C

11 October 2026

Popular Story

: Berdasarkan Data Agregat Disdukcapil Kabupaten Sleman Semester I Tahun 2026, populasi Kapanewon Depok secara resmi tercatat menembus 128.361 jiwa dengan struktur demografi yang didominasi oleh kelompok usia milenial, Selasa (6/10/2026).
Pemerintah

Penduduk Depok Sleman Capai 128.361 Jiwa, Milenial Dominan

by Dani
7 October 2026
0

Headline.co.id, Sleman ~ Penduduk Kapanewon Depok, Sleman, mencapai 128.361 jiwa berdasarkan Data...

Read moreDetails

Bantuan Satlantas Luwu untuk Keluarga di Rumah Tak Layak Huni

Satgas Karhutla Polda Kalteng Basahi Titik Panas di Tanjung Taruna

Pemko Dumai Perketat Pengawasan Layanan Medis di Rumah Sakit

Tawur Agung Manca Wali Krama Teguhkan Pariwisata Berbasis Budaya

Pemkab Kobar Perkuat Kepedulian Sosial lewat Anjangsana

Strategi Batam Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Kemenpar Perkuat Kepemimpinan Digital dan Keamanan Siber

Menhan Sjafrie Tekankan Peran Yonif TP 833 di Perbatasan

Indonesia Vs Thailand 2-2, Juara FIFA ASEAN Cup Ditentukan Penalti

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.