Headline.co.id ~ Manfaat mengunyah permen karet menjadi perhatian karena kebiasaan ini kerap terlihat dilakukan pelatih sepak bola saat pertandingan berlangsung. Dari bangku pelatih, mereka mengunyah permen karet sambil mengamati jalannya laga yang menegangkan. Aktivitas tersebut disebut dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan kewaspadaan, memori, dan kemampuan mengambil keputusan. Namun, konsumsi permen karet tetap perlu dibatasi, terutama jika mengandung gula tinggi.
Kebiasaan mengunyah permen karet saat laga bukan hal yang jarang terlihat. Beberapa pelatih klub liga Indonesia pernah tertangkap kamera sedang mengunyah ketika pertandingan berlangsung. Sir Alex Ferguson juga dikenal sebagai salah satu pelatih yang kerap melakukan kebiasaan tersebut saat memimpin tim.
Permen karet bekas kunyahan mantan pelatih Manchester United itu bahkan pernah terjual senilai Rp7,3 miliar. Di luar perhatian publik terhadap kebiasaan tersebut, mengunyah permen karet memiliki sejumlah manfaat yang berkaitan dengan kondisi psikologis dan fungsi otak.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Mengunyah Permen Karet Dapat Mengurangi Stres
Pertandingan sepak bola dapat menghadirkan situasi penuh tekanan bagi pelatih. Mereka harus mengamati permainan, menentukan strategi, serta mengambil keputusan dalam waktu singkat. Dalam kondisi seperti itu, mengunyah permen karet disebut dapat membantu mengurangi ketegangan dan stres.
Melansir Healthline pada 7 Oktober 2026, penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet sambil melakukan tugas dapat meningkatkan sejumlah aspek fungsi otak. Manfaat yang disebutkan mencakup kewaspadaan, memori, serta kemampuan mengambil keputusan.
Aktivitas mengunyah juga dikaitkan dengan penurunan kadar hormon stres, seperti kortisol. Karena itu, kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu aktivitas yang membantu pelatih tetap tenang ketika menghadapi tekanan selama pertandingan.
Aktivitas Mengunyah Terasa Menenangkan
Efek menenangkan dari mengunyah tidak hanya dapat dirasakan pelatih sepak bola. Aktivitas serupa juga dapat membantu meredakan ketegangan saat seseorang menjalani pekerjaan atau aktivitas lain yang menuntut konsentrasi.
Mengunyah melibatkan otot rahang, propriosepsi, sensasi di dalam mulut, serta koordinasi motorik yang berlangsung berulang. Rangkaian aktivitas tersebut dapat memberikan stimulasi yang membuat seseorang merasa lebih tenang.
Ulasan yang dipublikasikan dalam Japanese Dental Science Review menyebutkan bahwa aktivitas mengunyah berhubungan dengan perubahan aktivitas di sejumlah wilayah otak. Wilayah yang disebut lain prefontal cortex dan amigdala.
Kedua bagian otak tersebut berperan dalam pengaturan respons emosional dan stres. Ulasan itu menyebutkan stimulasi dari aktivitas mengunyah dapat membantu meredam respons stres melalui sirkuit yang melibatkan amigdala.
Permen Karet Tetap Perlu Dibatasi
Meski memiliki manfaat dalam meredam respons emosional dan ketegangan, mengunyah permen karet tidak berarti dapat dilakukan tanpa batas. Kandungan dalam produk tersebut tetap perlu diperhatikan, terutama kadar gulanya.
Permen karet dengan kandungan gula tinggi dapat berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan. Karena itu, manfaat mengunyah permen karet untuk membantu mengurangi stres perlu diimbangi dengan pembatasan konsumsi.
Kebiasaan pelatih mengunyah permen karet selama pertandingan pada akhirnya tidak hanya menjadi pemandangan yang sering tertangkap kamera. Aktivitas tersebut dapat berkaitan dengan upaya menjaga ketenangan dan mendukung fungsi kognitif saat menghadapi tekanan laga, meski tetap perlu dilakukan secara terbatas.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















