Headline.co.id ~ Kasus influenza di Indonesia masih menunjukkan peningkatan berdasarkan pemantauan surveilans Kementerian Kesehatan hingga pekan ke-38 tahun 2026. Sebanyak 1.527 kasus influenza positif tercatat sepanjang 2026 hingga akhir September, dengan jumlah dan proporsi positivity rate tertinggi berada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Peningkatan juga terlihat di rumah sakit dan puskesmas sentinel pada pekan ke-38, meski aktivitas influenza di rumah sakit masih berada dalam kategori rendah dan sesuai pola musiman di Indonesia.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni mengatakan, kasus influenza positif pada 2026 didominasi influenza A H1N1 PDM09, kemudian influenza A H3N2 dan influenza B Victoria.
“Jadi untuk kasus influenza yang positif di tahun 2026 sebanyak 1.527 di tahun 2026, yakni dari tipe subtipe influenza A H1N1 PDM09 itu yang terbanyak, kemudian influenza A H3N2 dan juga B Victoria,” ujar Andi, dikutip dari laman Kemenkes, Senin (5/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kasus influenza tertinggi di DKI Jakarta
Andi menyebut DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus influenza terbanyak. Jika dilihat berdasarkan jumlah kasus dan proporsi positivity rate, tiga provinsi dengan angka tertinggi adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
“Kasus terbanyak itu adalah di provinsi DKI. Sebenarnya kalau kita lihat jumlah kasus dan proporsi daripada positivity rate yang terbanyak itu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten,” kata Andi.
Meski kasus influenza menunjukkan peningkatan pada pemantauan fasilitas kesehatan, jumlah kasus positif yang tercatat hingga akhir September 2026 masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Kemenkes mencatat 2.790 kasus influenza positif pada 2025.
“Jika dibandingkan dengan tahun 2026, jumlah ini 1.527 sampai dengan akhir September dibandingkan dengan jumlah kasus influenza tahun 2025, 2.790. Subtipe lineage itu sama, terbanyak H1N1 kemudian diikuti H3N2 dan tipe B Victoria,” ujar Andi.
Positivity rate meningkat di rumah sakit dan puskesmas
Data surveilans sentinel menunjukkan kenaikan proporsi kasus positif influenza pada fasilitas pelayanan kesehatan. Pada minggu ke-38 tahun 2026, data dari 35 rumah sakit sentinel SARI mencatat proporsi kasus positif influenza mencapai 53 persen. Angka tersebut meningkat dari 28 persen pada minggu sebelumnya.
Namun, tingkat aktivitas influenza berdasarkan pemantauan rumah sakit sentinel masih berada dalam kategori rendah. Kementerian Kesehatan menyebut kondisi tersebut masih sesuai dengan pola musiman influenza di Indonesia.
Peningkatan juga tercatat pada pemantauan di puskesmas. Data dari 39 puskesmas sentinel menunjukkan proporsi positif influenza naik menjadi 59 persen pada minggu ke-38, dari 54 persen pada minggu sebelumnya.
Berbeda dengan rumah sakit sentinel, aktivitas influenza berdasarkan data puskesmas berada dalam kategori sedang. Data tersebut menjadi bagian dari pemantauan Kemenkes terhadap perkembangan influenza di sejumlah fasilitas kesehatan.
Subclade K tersebar di 20 provinsi
Selain memantau influenza secara umum, Kemenkes mengawasi penyebaran influenza A H3N2 subclade K yang belakangan dikenal masyarakat dengan istilah “super flu”. Sepanjang 2025 hingga minggu ke-38 tahun 2026, subclade K tercatat telah tersebar di 20 provinsi.
Kasus subclade K paling banyak ditemukan di DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur. Pada 2026, tercatat 22 kasus subclade K yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
Berdasarkan kelompok umur, kasus subclade K pada 2026 paling banyak ditemukan pada anak usia 0-4 tahun dan 5-9 tahun. Masing-masing kelompok usia tersebut mencatat delapan kasus.
Selanjutnya, terdapat lima kasus pada kelompok usia 10-17 tahun dan satu kasus pada kelompok usia 18-59 tahun. Data ini menjadi bagian dari pemantauan Kemenkes terhadap distribusi kasus subclade K berdasarkan wilayah dan kelompok umur.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















