Headline.co.id, Jakarta ~ Tidur bersama kucing dapat memberikan rasa nyaman dan membantu sebagian orang lebih rileks, tetapi kebiasaan tersebut juga memiliki sejumlah risiko kesehatan. Hal ini terutama perlu diperhatikan oleh pemilik kucing yang membiarkan hewan kesayangannya berada di tempat tidur setiap malam. Risiko dapat muncul karena kucing aktif pada malam hari, memicu alergi, atau membawa kutu, parasit, dan mikroorganisme tertentu. Untuk menguranginya, pemilik perlu memastikan kesehatan kucing, kebersihan tempat tidur, serta kebersihan kotak pasir tetap terjaga.
Bagi banyak pencinta kucing, keberadaan hewan peliharaan di dekat mereka memberikan rasa tenang setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Tingkah kucing yang lucu, suara dengkuran, dan kebiasaannya mencari perhatian membuat suasana rumah terasa lebih hangat dan menyenangkan.
Kedekatan tersebut membuat sebagian pemilik membiarkan kucing berada di dekat mereka hampir sepanjang waktu, termasuk ketika hendak tidur. Namun, tidur bersama kucing tidak selalu memberikan pengalaman yang sama bagi setiap orang. Ada manfaat emosional yang mungkin dirasakan, tetapi terdapat pula gangguan tidur dan potensi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Manfaat emosional tidur bersama kucing
Menurut Bill Fish, salah satu pendiri Tuck.com, seperti dilansir Healthline pada Rabu (7/10/2026), tidur bersama kucing dapat memberikan manfaat emosional bagi sebagian orang.
Suara napas atau dengkuran kucing yang teratur dapat membantu pemilik merasa lebih rileks. Kondisi itu pada akhirnya dapat membuat sebagian orang lebih mudah tertidur. Kehadiran kucing juga dapat memberikan rasa nyaman bagi pemilik yang sudah memiliki ikatan dekat dengan hewan peliharaannya.
Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti semua kucing cocok menjadi teman tidur. Kucing secara alami lebih aktif pada malam hari. Saat berada di tempat tidur, kucing dapat bergerak, bermain, mencakar selimut, atau membangunkan pemilik pada dini hari.
Gangguan tidur dan risiko alergi
Aktivitas kucing pada malam hari dapat mengganggu pola tidur manusia. Jika terjadi terus-menerus, kualitas tidur dapat menurun meskipun kehadiran kucing semula dimaksudkan untuk memberikan ketenangan.
Selain gangguan tidur, alergi juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Bulu dan ketombe kucing dapat memicu reaksi alergi pada orang tertentu. Karena itu, pemilik perlu memperhatikan respons tubuh setelah tidur bersama kucing, terutama jika muncul reaksi yang berkaitan dengan paparan bulu atau ketombe.
Risiko lain dapat meningkat apabila kucing tidak memperoleh perawatan rutin untuk mencegah kutu dan parasit. Kucing yang sering berada di luar rumah juga memiliki paparan lebih tinggi terhadap berbagai sumber penyakit.
Kucing luar ruangan lebih berisiko terpapar
Dr. Jennifer Maniet, dokter hewan di Petplan Pet Insurance, menyebut kucing luar ruangan dapat bersentuhan dengan berbagai hewan dan sumber penularan. Paparan itu mencakup kutu, caplak, nyamuk, cacing, serta berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.
Dengan demikian, kebiasaan tidur bersama kucing perlu disesuaikan dengan kondisi dan perawatan hewan tersebut. Kucing yang sering beraktivitas di luar rumah memerlukan perhatian lebih terhadap kemungkinan paparan kutu, parasit, dan sumber penyakit lainnya.
Kotak pasir juga tidak boleh diabaikan. Fasilitas tersebut perlu dijaga kebersihannya karena berpotensi menjadi sumber parasit dan mikroorganisme tertentu. Kebersihan kotak pasir menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko bagi pemilik dan kucing.
Cara mengurangi risiko tidur bersama kucing
Pemilik disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan kucing secara rutin ke dokter hewan. Vaksinasi dan pengendalian parasit juga perlu dipastikan dilakukan sesuai anjuran.
Selain perawatan kesehatan, kebersihan tempat tidur dan selimut harus diperhatikan. Kotak pasir juga perlu dibersihkan secara rutin untuk mengurangi potensi paparan parasit dan mikroorganisme.
Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, pemilik dapat menilai kembali apakah tidur bersama kucing sesuai dengan kondisi hewan peliharaan dan kenyamanan mereka. Manfaat emosional dari dengkuran kucing tetap dapat dirasakan, tetapi kebersihan, kesehatan kucing, risiko alergi, serta kemungkinan gangguan tidur tidak boleh diabaikan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















