Headline.co.id ~ PT Pertamina Patra Niaga mengintensifkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan pengawasan distribusi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada Rabu (28/10/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai antrean serta memastikan pasokan energi tetap berjalan di sejumlah wilayah. Upaya ini ditempuh melalui pemantauan stok, pengiriman prioritas, pengoperasian terminal BBM selama 24 jam, dan penambahan armada mobil tangki.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan kebijakan tersebut melalui keterangan resmi. Penyaluran BBM diprioritaskan ke SPBU yang membutuhkan percepatan pasokan, terutama di wilayah yang sebelumnya mengalami antrean kendaraan.
Penyaluran BBM Disesuaikan dengan Kondisi Wilayah
Pertamina Patra Niaga menyatakan pengawasan stok dan distribusi BBM dilakukan secara berkala. Penguatan stok, optimalisasi armada, serta koordinasi terminal BBM, mobil tangki, dan pengelola SPBU menjadi bagian dari langkah penanganan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Berdasarkan evaluasi operasional, antrean BBM di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara dilaporkan telah kembali terkendali. Sementara itu, antrean kendaraan di SPBU wilayah Lampung dan Gorontalo terus menunjukkan tren penurunan seiring masuknya pasokan tambahan.
Kitty mengatakan setiap daerah memiliki tantangan distribusi yang berbeda. Faktor tersebut mencakup peningkatan permintaan, jarak tempuh, medan yang sulit, hingga kendala akses kapal menuju terminal tertentu.
“Setiap wilayah memiliki tantangan distribusi yang berbeda, mulai dari peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan yang sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu. Karena itu, langkah penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan, lain melalui pengalihan pasokan, percepatan pengiriman, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait,” ujar Kitty.
Menurut dia, penyesuaian penanganan dilakukan untuk merespons kondisi lapangan di masing-masing wilayah. Langkah yang diterapkan meliputi pengalihan pasokan, percepatan pengiriman, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait.
Pertamina Tambah Armada Mobil Tangki
Untuk mempercepat penyaluran BBM, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan sejumlah terminal BBM selama 24 jam. Perusahaan juga menambah puluhan mobil tangki melalui skema spot charter.
Penambahan armada tersebut dilakukan di sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam distribusi BBM. Di Jawa Timur, Pertamina menambah 41 unit mobil tangki dengan kapasitas 1.184 kiloliter.
Di Sulawesi Utara, tambahan armada mencapai 11 unit dengan kapasitas 200 kiloliter. Sementara itu, Lampung mendapat tambahan 20 unit mobil tangki berkapasitas 320 kiloliter.
Penyaluran BBM ke Lampung turut didukung alih pasokan dari Integrated Terminal Palembang sebesar 120 kiloliter. Skema tersebut menjadi bagian dari pengaturan distribusi untuk mempercepat masuknya pasokan tambahan ke wilayah yang membutuhkan.
Penguatan armada dan pengaturan pasokan dilakukan bersamaan dengan pemantauan kondisi antrean di SPBU. Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pengiriman ke lokasi yang memerlukan percepatan agar distribusi BBM dapat berlangsung lebih lancar.
Peninjauan Lapangan di Terminal dan SPBU Prioritas
Selain mengoptimalkan penyaluran, Pertamina Patra Niaga melakukan peninjauan operasional secara langsung. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah terminal BBM dan SPBU prioritas.
Peninjauan itu juga disertai koordinasi lapangan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Koordinasi dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap operasional dan distribusi BBM di wilayah terkait.
Pertamina Patra Niaga menyinergikan terminal BBM, armada mobil tangki, dan pihak SPBU dalam proses penyaluran. Perusahaan juga menyesuaikan langkah distribusi dengan kondisi permintaan, akses, serta tantangan geografis di setiap wilayah.
Evaluasi terhadap antrean dan pasokan terus menjadi dasar penentuan pengiriman berikutnya. Di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara, kondisi antrean disebut telah terkendali, sedangkan di Lampung dan Gorontalo antrean terus menurun setelah adanya tambahan pasokan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















