Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pergantian Direktur Utama PT PLN (Persero) sebagai aksi korporasi biasa. Pergantian tersebut dilakukan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di bawah arahan Presiden RI. Pernyataan itu disampaikan Bahlil di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026), setelah menghadiri peresmian program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Bahlil menegaskan, pergantian dirut PLN merupakan bagian dari kewenangan Danantara dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia juga menepis anggapan bahwa perubahan kepemimpinan di PLN berkaitan langsung dengan insiden pemadaman listrik total atau blackout yang baru-baru ini terjadi di Batam, Kepulauan Riau.
Menurut Bahlil, perubahan jajaran direksi BUMN merupakan hal yang lumrah dalam tata kelola perusahaan. Karena itu, ia meminta pergantian Direktur Utama PLN tidak dikaitkan secara langsung dengan peristiwa blackout di Batam.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Bahlil Sebut Pergantian Dirut PLN Kewenangan Danantara
“Itu kan pergantian direksi aksi korporasi biasa, ya. Pergantian Dirut BUMN itu kan hak daripada Danantara dan sudah barang tentu ada arahan dari Bapak Presiden. Cuman biasa aja kok, itu (pergantian dirut) biasa,” ujar Bahlil.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil melalui keterangan resmi ketika ditemui seusai acara peresmian program BPBL di Karawang. Dalam kesempatan itu, ia kembali menegaskan bahwa pergantian direksi BUMN tidak selalu berkaitan dengan suatu peristiwa tertentu, termasuk blackout yang terjadi di Batam.
Bahlil tidak menyampaikan adanya arahan khusus bagi jajaran direksi PLN yang baru. Ia mengatakan, pihaknya akan lebih dahulu melakukan koordinasi dan menjadwalkan pertemuan formal bersama manajemen PLN untuk membahas langkah selanjutnya.
Pemerintah Akan Koordinasi dengan Manajemen PLN
Saat ditanya mengenai langkah strategis dan arahan khusus untuk jajaran direksi PLN yang baru, Bahlil menyatakan pembahasan akan dilakukan dalam rapat. “Nanti kami rapatkan, ya,” kata Bahlil.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa koordinasi dengan manajemen PLN akan dilakukan setelah perubahan kepemimpinan perusahaan ditetapkan. Namun, Bahlil tidak merinci waktu pelaksanaan rapat maupun agenda khusus yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
Pergantian pimpinan PLN itu sebelumnya dikonfirmasi oleh jajaran komisaris perusahaan. Suroso Isnandar resmi ditunjuk untuk menggantikan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero).
Suroso Isnandar Gantikan Darmawan Prasodjo
Penetapan Suroso Isnandar dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PLN pada Rabu (14/10) pukul 18.30 WIB. Rapat tersebut diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting.
RUPSLB dihadiri seluruh jajaran direksi dan komisaris PLN serta perwakilan Badan Pengelola BUMN. Forum tersebut menjadi dasar penetapan pergantian Direktur Utama PLN dari Darmawan Prasodjo kepada Suroso Isnandar.
Dengan keputusan itu, kepemimpinan PT PLN (Persero) beralih kepada Suroso Isnandar. Sementara itu, Bahlil menempatkan pergantian tersebut sebagai bagian dari aksi korporasi yang menjadi kewenangan Danantara dan berada di bawah arahan Presiden RI, bukan sebagai keputusan yang secara langsung berkaitan dengan blackout di Batam.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















