Headline.co.id ~ Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menyebut duel Indonesia melawan Malaysia sebagai salah satu laga yang paling dinantikan dalam FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan fase grup Grup A Divisi 1 itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam. Laga tersebut penting karena Indonesia dan Malaysia sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan. Erick menilai pertandingan akan berlangsung kompetitif karena mempertemukan dua tim kuat dengan sejarah rivalitas panjang di sepak bola Asia Tenggara.
FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan edisi perdana turnamen yang berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Kompetisi ini diikuti 14 tim yang terbagi dalam dua divisi, dengan Divisi 1 digelar di Indonesia dan Divisi 2 berlangsung di Hong Kong, China.
Indonesia dan Malaysia Sama-sama Mengantongi Tiga Poin
Indonesia memulai kiprahnya di Grup A Divisi 1 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Sementara itu, Malaysia menundukkan Bangladesh dengan skor 3-0 pada pertandingan pembuka. Hasil tersebut membuat kedua tim membawa modal tiga poin saat bertemu di SUGBK.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Erick mengatakan status FIFA ASEAN Cup sebagai turnamen bergengsi menunjukkan perhatian terhadap perkembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Menurut dia, perhatian FIFA terhadap penyelenggaraan edisi perdana turut memperkuat posisi kompetisi tersebut sebagai ajang pertandingan internasional yang kompetitif.
“FIFA ASEAN Cup adalah turnamen yang bergengsi. Kita bisa melihat langsung bagaimana FIFA memberikan perhatian besar kepada FIFA ASEAN Cup,” ujar Erick dalam keterangan tertulis PSSI, Senin (28/9/2026).
Ia menilai kualitas pertandingan juga dipengaruhi oleh penyelenggaraan turnamen dalam jendela kalender pertandingan internasional FIFA. Kondisi itu memungkinkan negara peserta menurunkan pemain-pemain terbaiknya.
“Yang menarik, negara-negara peserta juga datang dengan kekuatan terbaiknya. Karena turnamen ini berada dalam kalender pertandingan internasional, para pemain terbaik memiliki kesempatan untuk memperkuat negaranya. Jadi kualitas pertandingannya memang sangat kompetitif,” kata Erick.
Nusantara Derby dengan Sejarah Rivalitas Panjang
Pertemuan Indonesia dan Malaysia memiliki perhatian khusus karena rivalitas kedua negara telah lama mewarnai sepak bola Asia Tenggara. FIFA menyebut duel tersebut sebagai salah satu rivalitas sengit di kawasan dan menjulukinya “Nusantara Derby”.
Erick menegaskan pertandingan itu tidak sekadar menentukan perolehan tiga poin. Menurut dia, sejarah persaingan kedua negara dan hasil positif pada laga pertama akan membuat duel di SUGBK semakin ketat.
“Indonesia melawan Malaysia tentu menjadi pertandingan yang sangat menarik. Ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pertandingan dengan sejarah rivalitas yang panjang. Kedua tim sama-sama menang pada pertandingan pertama, jadi saya yakin pertandingan akan berlangsung sangat kompetitif,” ujar Erick.
Kekuatan Malaysia juga menjadi perhatian PSSI. Pada laga pembuka, Malaysia menang 3-0 atas Bangladesh. Bergson da Silva, pemain yang baru dinaturalisasi Malaysia, langsung mencetak gol pada laga debutnya. Malaysia juga membawa Manuel Hidalgo dan Brad Tapp dalam skuad yang berisi 23 pemain.
“Malaysia datang dengan skuad yang kuat. Mereka juga membawa pemain-pemain naturalisasi yang baru dan langsung memberikan tambahan kualitas. Kita harus menghormati kekuatan Malaysia, tetapi pada saat yang sama kita harus percaya dengan kekuatan tim kita sendiri,” kata Erick.
Erick Minta Timnas Indonesia Menjaga Konsentrasi
Menghadapi lawan yang sama-sama meraih kemenangan pada pertandingan pertama, Erick meminta Timnas Indonesia menjaga konsentrasi, disiplin, dan semangat juang selama pertandingan. Ia juga menekankan pentingnya kekompakan tim karena perjalanan Indonesia di turnamen masih panjang.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bermain sebagai satu tim. Kita sudah memulai turnamen dengan baik, tetapi perjalanan masih panjang. Malaysia adalah tantangan berikutnya dan kita harus memberikan yang terbaik di lapangan,” ujarnya.
Erick juga mengajak suporter memberikan dukungan positif secara langsung dari SUGBK. Ia berharap stadion tersebut dapat menjadi tempat yang mendorong para pemain tampil maksimal saat menghadapi Malaysia.
“Dukungan suporter sangat penting. Kita ingin SUGBK menjadi rumah yang memberikan semangat kepada para pemain untuk berjuang maksimal,” tutur Erick.
Jadwal Indonesia Setelah Menghadapi Malaysia
Laga Indonesia kontra Malaysia menjadi bagian dari format kompetisi baru FIFA yang dirancang untuk menghadirkan pertandingan internasional bermakna bagi tim nasional di kawasan Asia Tenggara.
Setelah menghadapi Malaysia, Indonesia masih dijadwalkan melawan Bangladesh pada 1 Oktober. Fase akhir Divisi 1 kemudian akan digelar di SUGBK pada 5 Oktober 2026.
Persaingan ketat juga terjadi di Grup B. Vietnam hanya menang 1-0 atas Filipina, sedangkan Thailand mengawali turnamen dengan kemenangan 4-0 atas Pakistan. Thailand dijadwalkan menghadapi Vietnam di Bandung pada Selasa (29/9) dalam pertandingan yang turut menentukan persaingan grup.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.














