Headline.co.id, Bekasi ~ Polda Metro Jaya menggelar panen raya 10 ton komoditas perikanan di kawasan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Senin (28/9/2026). Panen tersebut dilakukan untuk mendukung rantai pasok bahan baku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Metro Jaya. Kegiatan itu mencakup budi daya ikan nila, mujair, lele, serta udang vaname dan udang pancet. Selain ikan dan udang, pemberdayaan tersebut juga menghasilkan 4.000 butir telur ayam.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menjelaskan, panen perikanan berlangsung di 20 kolam ikan nila dan mujair, dua kolam ikan lele, serta 10 kolam udang. Seluruh hasil budi daya tersebut diproyeksikan menjadi bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan SPPG Polda Metro Jaya.
Rincian Panen Perikanan Polda Metro Jaya
Asep menyebut total panen perikanan terdiri atas 5.000 kilogram ikan nila dan mujair. Selain itu, terdapat 3.000 kilogram ikan lele, 1.000 kilogram udang vaname, dan 1.000 kilogram udang pancet.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dengan demikian, hasil perikanan yang dikumpulkan dari kawasan budi daya di Muara Gembong mencapai 10.000 kilogram atau 10 ton. Komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Metro Jaya menyediakan bahan baku bagi rantai pasok SPPG.
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin, Asep mengatakan pengembangan budi daya perikanan dan peternakan diarahkan untuk membangun ketersediaan pangan yang berkelanjutan. Program tersebut memanfaatkan potensi yang ada di wilayah setempat.
Panen Ikan Bekasi Diarahkan untuk SPPG
Menurut Asep, panen raya tidak hanya berfokus pada hasil budi daya. Kegiatan itu juga diarahkan untuk membangun ekosistem pangan yang dapat menghubungkan proses produksi dengan pemanfaatan hasilnya.
“Panen raya ini bukan sekadar melihat hasil budi daya, tetapi bagaimana kita membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan. Hasil dari sektor perikanan dan peternakan ini kita arahkan untuk mendukung rantai pasok bahan baku SPPG Polda Metro Jaya,” kata Kapolda.
Selain 10 ton hasil perikanan, kegiatan pemberdayaan tersebut menghasilkan 4.000 butir telur ayam. Seluruh komoditas itu diproyeksikan sebagai bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan SPPG Polda Metro Jaya.
Keberlanjutan Program Ketahanan Pangan
Asep menilai keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pengelolaan program ketahanan pangan. Menurut dia, keberlanjutan harus dimulai sejak proses budi daya, dilanjutkan dengan panen, hingga pemanfaatan hasilnya.
“Harapannya, ekosistem ini terus berjalan dan berkembang sehingga ketersediaan bahan baku dapat terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar lokasi budi daya,” ujarnya.
Pengembangan perikanan dan peternakan di kawasan Muara Gembong tersebut menjadi rangkaian kegiatan pemberdayaan yang hasilnya diarahkan untuk mendukung pasokan bahan baku SPPG Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya menempatkan ketersediaan pangan dan kesinambungan pemanfaatan hasil budi daya sebagai bagian dari pengelolaan program ketahanan pangan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















