Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Prancis, Inggris dan Kanada memperkuat dukungan terhadap pembentukan negara Palestina dalam rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNGA, dengan menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza serta perluasan permukiman di Tepi Barat yang diduduki. Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Selasa mengkritik pembatasan bantuan menuju Gaza, sementara Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menekankan perlunya tindakan nyata untuk mempertahankan solusi dua negara. Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada saat yang sama mengumumkan bantuan 100 juta dolar Kanada bagi Palestina sebagai bagian dari upaya menjaga kemungkinan terwujudnya solusi dua negara. Al Jazeera +2 Perdana Menteri Kanada +2
Sikap ketiga negara tersebut muncul ketika situasi Gaza dan Tepi Barat kembali menjadi perhatian dalam forum internasional. Sedikitnya tiga warga Palestina dilaporkan tewas di Kota Gaza pada hari Macron menyampaikan pidatonya, meski gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat telah berlaku sejak Oktober. Lebih dari 73.900 orang dilaporkan tewas di Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023, termasuk 1.399 orang sejak gencatan senjata tersebut mulai berlaku. Al Jazeera
Macron Pertanyakan Kredibilitas Dunia atas Situasi Gaza
Dalam pidatonya di UNGA, Macron mengingatkan bahwa Prancis termasuk di antara sekitar selusin negara yang mengakui Negara Palestina setahun sebelumnya. Ia kemudian mempertanyakan respons internasional terhadap kondisi di Gaza dengan mengatakan, 'Apa kredibilitas kita jika kita terus tidak bertindak menghadapi Gaza?' Pengakuan Prancis terhadap Negara Palestina memang diumumkan dalam forum PBB pada September 2025. Al Jazeera +1
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Macron mengatakan, 'Sebagian orang membanggakan apa yang disebut perdamaian, tetapi perdamaian ini tidak membuka kembali jalur kemanusiaan sedetik pun.' Ia kemudian menambahkan, 'Haruskah kita hanya berdiri dan menyaksikan pemandangan yang mempermalukan kita semua? Tidak pernah!'
Macron juga mengkritik tindakan Israel di Tepi Barat yang diduduki yang ia sebut sebagai pelanggaran harian. Menurut dia, anggapan bahwa keamanan Israel dapat dijaga dengan melanggar kedaulatan negara-negara tetangganya justru merupakan kesalahan yang dapat melemahkan keamanan Israel pada masa kini maupun mendatang. Al Jazeera
Macron bersama Burnham, Carney dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud juga memimpin pertemuan mengenai kenegaraan Palestina dalam rangkaian UNGA. Sebelum pertemuan tersebut, Prancis, Inggris dan Kanada telah menyatakan komitmen bersama untuk melindungi prospek solusi dua negara serta mengambil langkah terkait perluasan permukiman di Tepi Barat. Al Jazeera +1
Inggris Kaitkan Solusi Dua Negara dengan Kepercayaan Politik
Burnham mengatakan kepada delegasi dari puluhan negara bahwa kegagalan mewujudkan solusi dua negara dapat mengikis kepercayaan terhadap para politisi dan proses diplomatik. Ia menyoroti kesenjangan antara pernyataan politik yang selama bertahun-tahun mendukung solusi tersebut dan tindakan konkret untuk mewujudkannya. Al Jazeera +1
Burnham mengatakan, 'Kita semua hidup dalam era rendahnya kepercayaan terhadap politik. Banyak orang di ruangan ini, banyak politisi di seluruh dunia, telah berbicara selama beberapa dekade mengenai solusi dua negara. Namun, jika kita gagal mendukung kata-kata itu dengan tindakan, kita akan semakin mengikis kepercayaan terhadap proses politik, diplomatik dan internasional.'
Inggris juga telah melarang perdagangan dengan permukiman Israel yang dianggap ilegal di Tepi Barat. Burnham menggambarkan proyek permukiman E1 sebagai 'upaya yang disengaja untuk menghalangi solusi dua negara'. Proyek tersebut disebut akan membelah Tepi Barat yang diduduki dan memisahkannya dari Yerusalem Timur sehingga wilayah yang diharapkan menjadi bagian utama negara Palestina pada masa depan semakin terfragmentasi. Al Jazeera +1
Kanada Siapkan Bantuan 100 Juta Dolar Kanada
Carney mengumumkan Kanada akan memberikan bantuan sebesar 100 juta dolar Kanada atau sekitar 71 juta dolar AS kepada Palestina untuk mempertahankan 'kemungkinan solusi dua negara'. Sebanyak 80 persen dari dana tersebut dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan langsung, sedangkan 20 persen sisanya digunakan untuk mendukung perdamaian dan keamanan, termasuk inisiatif jangka panjang Kanada untuk melatih polisi Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Al Jazeera +1
Carney mengatakan warga Palestina di Gaza terus menghadapi 'penderitaan kemanusiaan yang sangat besar', sementara warga Israel menghadapi apa yang ia sebut sebagai 'ancaman eksistensial dari Hamas serta Iran dan kelompok-kelompok yang didukungnya'. Sejak perang di Gaza dimulai, Ottawa telah menjanjikan lebih dari 600 juta dolar Kanada atau sekitar 426 juta dolar AS untuk membantu warga sipil Palestina. Al Jazeera
Proyek Permukiman E1 Jadi Sorotan Bersama
Selain bantuan kemanusiaan, Kanada juga menyoroti proyek E1 dan berencana menerapkan pembatasan terhadap barang-barang yang diproduksi di permukiman di wilayah pendudukan. Kanada termasuk di antara 12 negara yang telah mengumumkan pembatasan perdagangan semacam itu. Sikap tersebut sejalan dengan pernyataan bersama sejumlah negara mengenai perlunya tindakan menghadapi ekspansi permukiman yang dinilai mengancam kelangsungan solusi dua negara. Al Jazeera +1
Dukungan yang disampaikan Prancis, Inggris dan Kanada di UNGA dengan demikian mencakup pengakuan politik terhadap Palestina, bantuan bagi warga Palestina serta langkah perdagangan terkait permukiman di Tepi Barat. Ketiga negara menempatkan upaya mempertahankan prospek dua negara sebagai dasar dari langkah-langkah tersebut, dengan perhatian utama tertuju pada kondisi kemanusiaan di Gaza dan perkembangan permukiman E1. Perdana Menteri Kanada +1
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















