Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Australia menggandeng perusahaan teknologi global untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari risiko internet sekaligus menyiapkan regulasi kecerdasan buatan atau AI. Perdana Menteri Anthony Albanese membahas agenda tersebut saat bertemu Ketua Eksekutif Apple Tim Cook di kantor pusat perusahaan itu di Cupertino, California, pada Sabtu. Langkah tersebut dilakukan ketika Australia memperketat aturan keamanan daring, terutama untuk melindungi anak-anak, serta bersiap memperkenalkan standar baru AI pada akhir tahun. Pemerintah menilai kerja sama dengan perusahaan teknologi diperlukan karena perlindungan pengguna tidak dapat dijalankan pemerintah sendiri.
Pertemuan Albanese dan Cook berlangsung ketika Perdana Menteri Australia berada di Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam kunjungannya, Albanese juga mendorong regulasi AI yang lebih kuat setelah muncul peringatan mengenai risiko keselamatan dari para pemimpin industri teknologi.
Australia Dorong Kolaborasi dengan Perusahaan Teknologi
Albanese menegaskan Australia membutuhkan keterlibatan perusahaan teknologi dalam upaya melindungi anak-anak dari berbagai bahaya di internet. Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah membahas langkah yang sedang dijalankan untuk mengurangi dampak buruk aktivitas daring serta pekerjaan yang masih harus dilakukan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
'Australia tidak bisa melakukannya sendirian,' kata Albanese ketika membahas perlindungan anak dari bahaya internet.
Melalui media sosial, Albanese mengatakan pertemuan dengan Cook membahas upaya perlindungan anak dari bahaya daring. Pemerintah Australia, menurut dia, juga sedang menerapkan aturan yang lebih kuat untuk meningkatkan keamanan masyarakat ketika menggunakan layanan digital.
'Kami berbicara tentang apa yang kami lakukan untuk melindungi anak-anak dari bahaya daring dan pekerjaan yang masih harus dilakukan,' tulis Albanese di media sosial.
Albanese mengatakan pemerintahnya memperkuat aturan keamanan internet dan mengharapkan perusahaan teknologi besar ikut mengambil peran. Ia menyebut perusahaan seperti Apple mulai terlibat dalam langkah perlindungan tersebut.
'Kami menerapkan aturan yang lebih kuat untuk menjaga warga Australia tetap aman secara daring. Dan sekarang, perusahaan teknologi besar seperti Apple juga mulai mengambil langkah,' kata Albanese.
Cook melalui unggahan di X juga mengatakan telah memperlihatkan kepada Albanese sejumlah kontrol baru yang dirancang untuk membantu menjaga keamanan anak-anak saat berada di internet. Ia menggambarkan fitur tersebut sebagai kontrol yang kuat dan intuitif.
Standar AI Baru Disiapkan Akhir Tahun
Selain keamanan internet, pemerintah Australia menjadikan pengaturan kecerdasan buatan sebagai bagian dari agenda kunjungan Albanese ke Amerika Serikat. Albanese mengatakan Australia akan memperkenalkan standar baru untuk AI pada akhir tahun.
Dalam video yang diunggah melalui akun X miliknya, Albanese mengatakan pemerintah Partai Buruh ingin memastikan perkembangan teknologi memberikan manfaat bagi masyarakat Australia. Pendekatan tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan terhadap teknologi digital dan AI.
'Kami memastikan teknologi bekerja untuk warga Australia, bukan sebaliknya,' kata Albanese.
Rancangan Aturan Beri Tanggung Jawab kepada Platform
Upaya pemerintah Australia juga mencakup rancangan undang-undang baru yang diumumkan bulan ini. Aturan tersebut akan menerapkan kewajiban perlindungan atau duty of care kepada perusahaan di balik sejumlah platform populer, termasuk Facebook, TikTok, dan Instagram.
Rancangan aturan itu juga akan memberikan pilihan kepada pengguna untuk mematikan algoritma pada platform. Pemerintah berencana membawa rancangan undang-undang tersebut ke parlemen pada akhir tahun setelah melakukan konsultasi dengan perusahaan media sosial, badan industri, dan kelompok masyarakat sipil.
Oposisi Soroti Kebebasan Berbicara dan Jurnalisme
Rancangan tersebut mendapat penolakan dari Koalisi Liberal-Nasional dalam bentuknya saat ini. Dalam pernyataan yang diterbitkan pada 10 September, kelompok oposisi tersebut menilai rancangan aturan belum memberikan perlindungan yang memadai terhadap kebebasan berbicara dan kegiatan jurnalistik.
'Mengandung perlindungan yang tidak memadai bagi kebebasan berbicara dan jurnalisme, serta memberikan terlalu banyak kekuasaan kepada Menteri Komunikasi,' demikian pernyataan Koalisi Liberal-Nasional mengenai rancangan tersebut.
Sikap oposisi menunjukkan rancangan aturan keamanan digital Australia masih akan melalui perdebatan sebelum dibawa ke parlemen. Pemerintah sebelumnya menyatakan proses konsultasi akan melibatkan perusahaan media sosial, badan industri, serta kelompok masyarakat sipil.
Larangan Media Sosial Anak Masih Hadapi Tantangan
Australia sebelumnya telah menerapkan aturan yang melarang anak berusia di bawah 16 tahun menggunakan platform media sosial. Kebijakan yang diberlakukan tahun lalu tersebut menjadi bagian dari langkah untuk melindungi anak-anak dari perundungan daring dan algoritma yang dinilai bersifat predator.
Namun, penerapan larangan itu masih menghadapi tantangan. Data yang dipublikasikan bulan lalu menunjukkan warga Australia berusia di bawah 16 tahun tetap menggunakan aplikasi media sosial seperti Instagram dan TikTok meskipun larangan telah berlaku.
Kondisi tersebut menjadi latar bagi upaya Australia memperkuat aturan keamanan internet dengan meningkatkan tanggung jawab platform serta membangun kerja sama dengan perusahaan teknologi. Pada saat yang sama, pemerintah juga bergerak menyiapkan standar AI baru sebagai bagian dari kebijakan untuk mengelola perkembangan teknologi dan risikonya terhadap masyarakat.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















