Highlight Berita:
Headline.co.id, Karo ~ Hasil pemeriksaan laboratorium mengungkap tiga jenis bakteri pada sejumlah sampel makanan program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang telah disajikan kepada siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Temuan tersebut tercantum dalam hasil pemeriksaan mikrobiologi UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara tertanggal 16 Agustus 2026. Pemeriksaan dilakukan setelah kasus tersebut membuat 361 anak sekolah mengalami gangguan kesehatan. Tiga bakteri terdeteksi pada sampel nasi, ikan dencis dengan saus, dan buah melon yang berasal dari sekolah.
Hasil laboratorium tersebut menjadi perkembangan penting dalam kasus makanan MBG di Berastagi karena pemeriksaan menunjukkan jenis bakteri berbeda pada tiga sampel makanan. Temuan juga diperkuat oleh hasil pemeriksaan terhadap sisa muntahan salah satu korban yang menunjukkan adanya salah satu bakteri yang sama dengan bakteri pada sampel makanan.
Tiga Jenis Bakteri Ditemukan pada Sampel Makanan
Berdasarkan pemeriksaan mikrobiologi UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dengan nomor 008.2/4129/UPTD LABKES/VIII/2026, tiga jenis bakteri terdeteksi dari sejumlah sampel makanan yang telah berada di sekolah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sampel nasi dinyatakan positif mengandung Bacillus cereus. Sementara itu, pemeriksaan terhadap ikan dencis dengan saus menemukan Staphylococcus aureus. Pada sampel buah melon, laboratorium mendeteksi keberadaan Escherichia coli atau E. coli.
Temuan tersebut memberikan gambaran mengenai hasil pemeriksaan mikrobiologi pada makanan yang diperiksa setelah munculnya kasus gangguan kesehatan terhadap ratusan siswa. Berdasarkan bahan pemeriksaan yang tersedia, ketiga bakteri tersebut ditemukan pada jenis makanan yang berbeda.
Staphylococcus aureus Juga Ditemukan pada Sisa Muntahan
Selain memeriksa sampel makanan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap sampel sisa muntahan salah satu korban bernama Mutiara. Hasilnya menunjukkan adanya Staphylococcus aureus pada sampel tersebut.
Bakteri yang ditemukan pada sampel sisa muntahan itu merupakan jenis yang sama dengan bakteri yang terdeteksi pada sampel ikan dencis dengan saus. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu temuan dalam rangkaian pengujian laboratorium terhadap kasus MBG di Berastagi.
Kasus ini sebelumnya membuat 361 anak sekolah mengalami gangguan kesehatan setelah makanan MBG disajikan kepada siswa. Pemeriksaan laboratorium kemudian dilakukan terhadap sejumlah sampel untuk mengetahui temuan mikrobiologi pada makanan yang telah berada di sekolah.
Pemeriksaan Kapang dan Khamir Masih Berlangsung
Meski hasil pemeriksaan terhadap sejumlah bakteri telah tersedia, rangkaian pengujian laboratorium belum seluruhnya selesai. Pemeriksaan untuk parameter kapang dan khamir masih berlangsung.
Pengujian kapang dan khamir membutuhkan waktu sekitar lima sampai tujuh hari. Karena proses tersebut masih berjalan, hasil lengkap pemeriksaan laboratorium masih ditunggu.
Dengan demikian, data yang tersedia saat ini menunjukkan hasil pemeriksaan terhadap tiga jenis bakteri pada sampel nasi, ikan dencis dengan saus, dan melon serta temuan Staphylococcus aureus pada sampel sisa muntahan salah satu korban. Sementara itu, hasil untuk parameter lainnya belum tersedia.
Hasil Laboratorium Menjadi Bagian Penting Kasus MBG Berastagi
Hasil uji laboratorium tertanggal 16 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan kasus MBG di Berastagi. Pemeriksaan secara spesifik mencatat Bacillus cereus pada nasi, Staphylococcus aureus pada ikan dencis dengan saus, serta Escherichia coli pada buah melon.
Temuan Staphylococcus aureus pada sisa muntahan korban bernama Mutiara juga menjadi bagian dari hasil pemeriksaan yang tersedia. Namun, karena pemeriksaan kapang dan khamir belum selesai, rangkaian hasil laboratorium belum dapat disebut lengkap.
Kasus tersebut menjadi perhatian setelah 361 siswa mengalami gangguan kesehatan. Hasil pengujian yang telah keluar memberikan informasi mengenai kontaminasi mikrobiologi pada sejumlah sampel makanan, sedangkan hasil pemeriksaan parameter lain masih menunggu proses laboratorium selesai.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















