Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Vape yang dicampur etomidate menjadi sorotan karena penggunaan zat pembius tersebut dapat berdampak pada kesadaran, pernapasan, hingga memicu kejang. Perhatian terhadap zat ini menguat setelah selebgram Julia Prastini atau Jule dinyatakan positif etomidate berdasarkan hasil tes urine seusai ditangkap polisi di sebuah apartemen di Jakarta Selatan, Senin, 14 September 2026. Polisi menemukan empat cartridge vape dalam kasus tersebut, dengan tiga cartridge telah habis digunakan dan satu lainnya masih berisi cairan mengandung etomidate. Kasus ini sekaligus menyoroti perbedaan penggunaan etomidate dalam prosedur medis yang dilakukan secara terukur dengan penggunaannya melalui vape.
Etomidate pada dasarnya bukan zat yang digunakan melalui vape dalam praktik medis. Zat tersebut merupakan obat anestesi atau pembius yang bekerja cepat dengan durasi kerja relatif singkat dan digunakan dalam dunia medis melalui suntikan untuk membantu menginduksi anestesi umum sebelum pasien menjalani tindakan medis tertentu.
Penggunaan etomidate secara medis dilakukan dalam dosis terukur dan berada dalam pemantauan tenaga kesehatan. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dari penggunaan obat anestesi karena efeknya bekerja langsung pada sistem saraf pusat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Etomidate Merupakan Obat Anestesi
Etomidate dikenal sebagai obat pembius dengan karakter kerja yang cepat. Dalam penggunaannya di dunia medis, obat ini diberikan melalui suntikan untuk membantu proses induksi anestesi umum sebelum tindakan medis tertentu dilakukan.
Karena digunakan sebagai bagian dari proses anestesi, pemberian etomidate dilakukan dengan pengaturan dosis dan pengawasan tenaga kesehatan. Penggunaan seperti ini berbeda dengan etomidate yang terdapat dalam cairan cartridge vape sebagaimana ditemukan dalam kasus yang melibatkan Jule.
Perbedaan cara penggunaan tersebut penting diperhatikan. Dalam prosedur medis, etomidate digunakan secara terukur, sedangkan penggunaan melalui vape tidak berlangsung dalam kerangka pemberian anestesi yang disebutkan dalam praktik medis.
Cara Etomidate Bekerja pada Sistem Saraf
Etomidate bekerja pada reseptor GABA-A yang berada di sistem saraf pusat. Menurut laporan Advisory Council on the Misuse of Drugs atau ACMD Inggris, mekanisme kerja tersebut dapat menghasilkan efek sedatif atau menenangkan.
Efek terhadap sistem saraf itu menjadi salah satu alasan penggunaan etomidate dalam bidang medis membutuhkan pengawasan. Ketika zat pembius tersebut digunakan melalui vape, dampak yang dapat muncul tidak terbatas pada efek menenangkan, tetapi juga dapat berupa gangguan kesadaran.
Selain gangguan kesadaran, vape yang dicampur etomidate juga dapat memicu gangguan pernapasan hingga kejang. Dampak tersebut menunjukkan bahwa keberadaan zat anestesi dalam cairan vape bukan sekadar persoalan tren penggunaan, melainkan berkaitan dengan efek etomidate terhadap tubuh.
Penggunaan Medis Dilakukan dengan Pengawasan
Dalam dunia medis, etomidate tidak diberikan secara sembarangan. Obat ini digunakan dengan dosis yang telah ditentukan dan berada dalam pemantauan tenaga kesehatan ketika dipakai untuk membantu menginduksi anestesi umum.
Pengawasan tersebut membedakan penggunaan etomidate dalam tindakan medis dengan penggunaan melalui vape. Pada penggunaan medis, tenaga kesehatan mengendalikan pemberian obat, sedangkan kasus cartridge vape mengandung etomidate memperlihatkan zat anestesi tersebut digunakan melalui perangkat vape.
Dengan karakter sebagai obat pembius yang bekerja pada sistem saraf pusat, etomidate memiliki fungsi spesifik dalam praktik medis. Karena itu, konteks penggunaan dan cara pemberiannya menjadi bagian penting untuk memahami mengapa keberadaan etomidate di dalam vape menimbulkan perhatian.
Kasus Jule Memunculkan Sorotan terhadap Vape Etomidate
Sorotan terhadap etomidate menguat setelah polisi menangkap Julia Prastini atau Jule di sebuah apartemen di Jakarta Selatan pada Senin, 14 September 2026. Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan empat cartridge vape.
Dari empat cartridge yang ditemukan, tiga disebut telah habis digunakan. Sementara itu, satu cartridge lainnya masih berisi cairan yang mengandung etomidate.
Polisi menyebut Jule telah menggunakan vape tersebut selama sekitar dua hingga tiga minggu. Pemeriksaan urine kemudian menunjukkan hasil positif etomidate.
Meski hasil tes urine menunjukkan adanya etomidate, Jule tidak ditetapkan sebagai tersangka. Ia akan menjalani asesmen serta rehabilitasi.
Kasus tersebut memunculkan perhatian terhadap etomidate dan efeknya ketika digunakan melalui vape. Berdasarkan karakter zat yang disebut sebagai obat anestesi serta efeknya pada sistem saraf pusat, vape yang mengandung etomidate dapat berkaitan dengan gangguan kesadaran, gangguan pernapasan, dan kejang, sementara penggunaan etomidate dalam dunia medis dilakukan melalui suntikan dengan dosis terukur serta pemantauan tenaga kesehatan.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





















