Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Polytron menegaskan transformasi bisnisnya dari produsen elektronik rumah tangga menjadi perusahaan yang juga menggarap kendaraan listrik melalui Polytron Fest 2026 di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada 19-20 September 2026. Perubahan tersebut ditempuh untuk menyesuaikan produk dengan gaya hidup dan kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Perusahaan menjalankan strategi 3I yang terdiri atas invention, innovation, dan improvement sebagai dasar pengembangan produk dari perangkat elektronik hingga kendaraan listrik roda dua dan roda empat. Langkah itu ditampilkan bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-51 Polytron.
Polytron berdiri di Kudus pada 1975 dan selama lebih dari lima dekade dikenal melalui produk televisi, lemari es, mesin cuci, perangkat audio, pendingin udara, oven listrik, dispenser, laptop, serta monitor. Perusahaan kemudian memperluas portofolionya ke kendaraan ramah lingkungan dengan memanfaatkan pengalaman panjang di bidang teknologi untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
Strategi 3I Menjaga Produk Tetap Relevan
General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan strategi 3I diterapkan secara berkelanjutan agar produk perusahaan tetap relevan bagi konsumen dari berbagai generasi. Pengembangan produk dilakukan dengan mendengarkan kebutuhan masyarakat dan mengamati perubahan perilaku konsumen, kemudian menerjemahkan masukan tersebut ke dalam teknologi dan fitur yang digunakan sehari-hari.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
'Dengan strategi 3I, kami membuat produk Polytron tetap relevan melewati berbagai generasi,' ujar Diantika saat pembukaan Polytron Fest 2026, Sabtu, 19 September 2026.
Polytron Fest 2026 juga diisi berbagai kegiatan publik, mulai dari fun run dan fun walk, compact hybrid race, kompetisi basket 3 on 3, zumba, kompetisi tari, bazar, festival kuliner, hingga pertunjukan musik. Dalam rangkaian itu, Polytron menghadirkan kampanye 'Bangga Terus Melangkah' melalui kolaborasi dengan Maliq & D'Essentials.
Menurut Diantika, kolaborasi tersebut dipilih karena kedua pihak memiliki benang merah berupa perjalanan panjang, kemampuan menjaga eksistensi, tetap relevan, serta menginspirasi lintas generasi. Melalui kampanye itu, perusahaan mengajak masyarakat untuk terus bergerak maju tanpa membedakan besar atau kecilnya langkah yang dilakukan.
'Tidak penting langkah besar atau langkah kecil, yang penting melangkah. Karena semangat itu paling penting. Kalau ada harapan, kita bisa maju,' kata Diantika.
Motor Listrik Jadi Pintu Masuk ke Bisnis EV
Ekspansi Polytron ke sektor kendaraan listrik dimulai dari roda dua. Sejumlah model yang dikembangkan meliputi Fox-R, Fox-S, Fox-350, dan Fox-200 yang menyasar kebutuhan mobilitas masyarakat, termasuk penggunaan di kawasan perkotaan.
Salah satu pendekatan yang diterapkan pada bisnis motor listrik adalah Battery-as-a-Service atau BaaS. Melalui skema ini, konsumen membayar biaya berlangganan baterai setiap bulan, dengan nominal sekitar Rp125 ribu hingga Rp200 ribu tergantung model motor listrik yang dipilih.
Skema Baterai Sewa Dipilih Mayoritas Konsumen
Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menyebut mayoritas konsumen memilih skema baterai sewa. Menurut dia, model tersebut memberikan rasa tenang kepada pengguna yang khawatir terhadap penurunan performa baterai seiring pemakaian kendaraan.
'Secara persentase itu 98 persen banyaknya yang Battery as a Service, baterai sewa. Karena di sana user itu lebih tenang kalau misalnya ada khawatir baterai drop,' kata Ilman.
Ilman juga mengungkapkan total penjualan motor listrik Polytron telah mendekati 70.000 unit. Penjualan tersebut tidak hanya berasal dari konsumen retail atau individu, tetapi juga dari segmen business to business.
'Penjualan motor listrik Polytron sampai saat ini sudah hampir 70.000. Selain masyarakat retail, individu, ada juga business to business,' ujar Ilman.
Segmen Korporasi Dorong Pemanfaatan Motor Listrik
Rentokil menjadi salah satu perusahaan yang memanfaatkan motor listrik Polytron untuk operasional. Perusahaan jasa pengendalian hama itu menggunakan sekitar 325 unit untuk mendukung mobilitas teknisi di jaringan bisnisnya yang mencakup lebih dari 48 cabang di Indonesia.
Human Resources Director Rentokil, Budi Santoso, mengatakan kebutuhan kendaraan operasional menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih motor listrik. Selain membantu memangkas biaya bahan bakar, perusahaan mempertimbangkan jarak tempuh, daya tahan, desain fisik yang sesuai dengan kebutuhan teknisi, serta layanan purnajual.
'Yang paling penting juga after sales service. Ini memberikan peace of mind bagi kami. Kalau sekadar electric vehicle tetapi nantinya susah untuk servis dan sebagainya, itu juga merepotkan,' ujar Budi.
Selain Rentokil, PT PLN (Persero) juga menggunakan sekitar 600 unit motor listrik Polytron untuk mendukung aktivitas operasional di sejumlah wilayah. Penggunaan oleh perusahaan menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik Polytron berkembang tidak hanya pada konsumen individu, tetapi juga kebutuhan armada korporasi.
Polytron Perluas Langkah ke Mobil Listrik
Setelah mengembangkan kendaraan listrik roda dua, Polytron memperluas bisnis ke roda empat. Momentum perayaan 50 tahun perjalanan perusahaan ditandai dengan masuknya Polytron ke pasar mobil listrik melalui model G3 dan G3+.
Kedua mobil listrik tersebut dikembangkan dengan kemampuan jarak tempuh hingga ratusan kilometer. Polytron juga menyebut tingkat komponen dalam negeri pada produknya telah mencapai 40 persen.
Perkembangan dari elektronik rumah tangga menuju kendaraan listrik menunjukkan arah diversifikasi bisnis Polytron dalam merespons perubahan industri dan kebutuhan masyarakat. Melalui strategi 3I, perusahaan menempatkan inovasi produk, penyempurnaan berkelanjutan, dan adaptasi terhadap perilaku konsumen sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan bisnis.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















