Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Volkswagen memperkenalkan Mission Efficiency sebagai kendaraan konsep listrik yang mengutamakan efisiensi menyeluruh untuk mendapatkan jarak tempuh panjang tanpa mengandalkan baterai berkapasitas sangat besar. Konsep berbasis platform MEB+ dengan penggerak roda depan itu memanfaatkan aerodinamika, pengurangan bobot, efisiensi sistem penggerak, dan pengelolaan energi. Dalam pengujian lintas negara dari Wolfsburg menuju Wina sejauh 1.278,36 kilometer, kendaraan hanya melakukan satu kali pengisian ulang baterai. Berdasarkan hasil tersebut, jarak tempuh teoritis Mission Efficiency disebut dapat melampaui 1.400 kilometer.
Pengembangan Mission Efficiency melanjutkan eksperimen Volkswagen dalam bidang kendaraan hemat energi setelah program XL1. Fokus kendaraan konsep ini bukan semata-mata memasang baterai lebih besar, tetapi menunjukkan bagaimana rekayasa kendaraan dapat menekan konsumsi listrik sehingga energi yang tersedia digunakan secara lebih efisien.
Koefisien Hambatan Hanya 0,158
Berdasarkan informasi yang dilansir Motor1 pada Rabu, 16 September 2026, Volkswagen Mission Efficiency mencatatkan rekor dunia baru dalam hal hambatan udara. Kendaraan tersebut memiliki koefisien hambatan atau drag coefficient sebesar 0,158 dengan luas area depan mencapai 2,08 meter persegi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Angka itu menempatkan Mission Efficiency sebagai mobil legal jalan raya dengan tingkat hambatan udara yang sangat rendah. Volkswagen menerapkan sejumlah solusi untuk menjaga aliran udara, termasuk bagian belakang bergaya boat tailing, tiga flap pendingin aktif, serta penutup roda belakang.
Rangkaian elemen aerodinamika tersebut dirancang untuk mengurangi turbulensi ketika kendaraan melaju. Hasilnya juga terlihat dalam pengujian jalan raya ketika Mission Efficiency mampu mempertahankan kecepatan 68 km per jam tanpa menggunakan AC dengan konsumsi energi hanya 6,48 kWh per 100 km.
Perjalanan Wolfsburg-Wina Catat Konsumsi Rendah
Pengujian berikutnya dilakukan dalam perjalanan dari Wolfsburg menuju Wina dengan jarak mencapai 1.278,36 kilometer. Sepanjang perjalanan tersebut, Mission Efficiency mencatat konsumsi energi rata-rata sebesar 7,51 kWh per 100 km.
Perhitungan konsumsi tersebut telah mencakup kehilangan energi selama proses pengisian daya atau charging loss. Kendaraan menggunakan baterai NMC berkapasitas 54,9 kWh yang hanya perlu diisi ulang satu kali sepanjang perjalanan.
Ketika tiba di Wina, baterai kendaraan masih memiliki energi yang diperkirakan cukup untuk menempuh sekitar 164 kilometer. Kondisi tersebut menjadi dasar estimasi bahwa jarak tempuh teoritis Mission Efficiency dapat melampaui 1.400 kilometer.
Pencapaian Mission Efficiency kemudian mendapatkan sertifikasi resmi dari Lembaga Pencatatan RID Jerman untuk kategori kendaraan listrik empat penumpang yang hampir siap digunakan dalam produksi harian. Meski masih berstatus kendaraan konsep, aspek kepraktisan tetap dipertahankan.
Mission Efficiency memiliki konfigurasi kabin 2+2 dan bagasi berkapasitas 481 liter. Kendaraan sepanjang sekitar 4.775 mm itu juga dilengkapi pintu belakang dengan bukaan besar untuk memberikan akses yang praktis menuju ruang bagasi.
Motor Ringan dan Panel Surya Dukung Efisiensi
Pada sektor penggerak, Volkswagen Mission Efficiency menggunakan motor listrik single-speed APP290 yang juga digunakan pada ID. Polo. Motor tersebut menghasilkan tenaga sekitar 135 HP dan torsi maksimum 264 Nm.
Bobot motor sekitar 75 kilogram menjadi salah satu bagian dari strategi Volkswagen untuk mengurangi massa kendaraan. Penggunaan komponen penggerak yang ringan membantu menekan kebutuhan energi sekaligus mendukung pendekatan efisiensi yang diterapkan pada keseluruhan kendaraan.
Volkswagen juga memasang sistem fotovoltaik berdaya 370 Watt pada bagian atap kaca dan pintu bagasi. Energi matahari yang dikumpulkan dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan kelistrikan kendaraan sehingga sumber energi tidak hanya berasal dari baterai dan jaringan pengisian listrik.
Dalam kondisi yang mendukung, sistem panel surya tersebut diklaim mampu memberikan tambahan jarak tempuh harian hingga 30 kilometer. Pemanfaatan energi matahari menjadi bagian lain dari upaya Volkswagen untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi pada Mission Efficiency.
Interior Disederhanakan untuk Menekan Bobot
Pendekatan pengurangan bobot turut diterapkan di dalam kabin. Mission Efficiency tidak menggunakan layar infotainment bawaan seperti yang banyak ditemui pada mobil listrik modern. Sebagai gantinya, Volkswagen menyediakan dudukan smartphone atau tablet untuk kebutuhan informasi dan hiburan.
Sistem audio kendaraan juga menggunakan speaker Bluetooth portabel. Penyederhanaan perangkat tersebut bertujuan memangkas bobot sekaligus memperlihatkan bahwa tingkat efisiensi kendaraan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas baterai maupun kemampuan sistem penggerak.
Volkswagen melalui Mission Efficiency memperlihatkan pendekatan yang menggabungkan aerodinamika, pengurangan bobot, sistem penggerak ringan, konsumsi energi rendah, dan penggunaan panel surya. Dengan koefisien hambatan hanya 0,158 dan baterai 54,9 kWh, kendaraan konsep ini menunjukkan bahwa peningkatan jarak tempuh mobil listrik dapat dilakukan melalui optimalisasi berbagai komponen tanpa selalu memperbesar kapasitas baterai.
Mission Efficiency juga menjadi demonstrasi bahwa rekayasa aerodinamika dapat berperan besar dalam pengembangan kendaraan listrik jarak jauh. Pendekatan tersebut menempatkan efisiensi penggunaan energi sebagai bagian utama dari upaya memperpanjang jarak tempuh kendaraan listrik.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





















