Headline.co.id, Palangka Raya ~ Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengaktifkan ruang oksigen di 11 puskesmas pada Jumat, 18 September 2026. Langkah ini dilakukan untuk menangani peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan selama kondisi kualitas udara terganggu. Salah satu puskesmas yang menyiagakan layanan selama 24 jam ialah UPTD Puskesmas Menteng.
Kasus ISPA di Palangka Raya menunjukkan peningkatan sejak Juli 2026. Berdasarkan data UPTD Puskesmas Menteng, sekitar 500 kasus tercatat pada Agustus, sedangkan pada awal September telah ditemukan sekitar 140 kasus. Peningkatan tersebut menjadi perhatian layanan kesehatan karena masyarakat menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.
Ruang oksigen disiapkan di 11 puskesmas
Pengaktifan ruang oksigen di 11 puskesmas merupakan langkah Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya untuk memperkuat pelayanan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan. Ruang tersebut disiapkan sebagai bagian dari antisipasi terhadap dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
UPTD Puskesmas Menteng termasuk fasilitas kesehatan yang meningkatkan kesiapsiagaan. Puskesmas ini menyiagakan layanan selama 24 jam bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.
Kepala UPTD Puskesmas Menteng, Didiek, menjelaskan bahwa pasien yang datang tidak langsung mendapatkan penanganan oksigen. Petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan, termasuk mengecek kadar saturasi oksigen pasien.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar saturasi oksigen pasien berada di bawah 90 persen, petugas akan memberikan penanganan oksigen sesuai kondisi pasien. Mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan layanan diberikan berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing pasien.
Kasus ISPA meningkat sejak Juli 2026
Data UPTD Puskesmas Menteng mencatat kasus ISPA mulai meningkat sejak Juli 2026. Pada Agustus, jumlah kasus yang tercatat mencapai sekitar 500 kasus. Sementara itu, pada awal September, puskesmas telah menemukan sekitar 140 kasus.
Data tersebut menjadi dasar peningkatan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, termasuk dengan menyiapkan ruang oksigen. Pelayanan ini ditujukan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan di tengah kondisi kabut asap.
Penanganan di puskesmas dilakukan melalui pemeriksaan awal, termasuk pengecekan saturasi oksigen. Hasil pemeriksaan menjadi pertimbangan petugas dalam memberikan penanganan oksigen sesuai kondisi pasien.
Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya mengurangi paparan asap yang dapat berdampak terhadap kesehatan.
Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, Dinas Kesehatan menganjurkan penggunaan masker. Langkah itu disebut sebagai salah satu upaya untuk mengurangi paparan asap.
Dengan mengaktifkan ruang oksigen di 11 puskesmas, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia selama kualitas udara terganggu akibat kabut asap. Layanan 24 jam di UPTD Puskesmas Menteng menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menangani warga dengan gangguan pernapasan.


















