Headline.co.id, Jawa Tengah ~ Kawah Sikidang menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Dataran Tinggi Dieng karena menawarkan pengalaman melihat aktivitas vulkanik dari jarak relatif dekat. Kawah aktif yang berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, itu dikenal dengan semburan uap, lumpur panas, serta titik keluarnya gas yang dapat berpindah-pindah. Berada di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, kawasan tersebut juga dilengkapi jalur kayu yang memudahkan wisatawan menikmati panorama kawah.
Daya tarik kawah sikidang tidak hanya berasal dari kepulan asap putih dan aroma belerang yang khas. Wisatawan dapat menyaksikan secara langsung fenomena geotermal seperti fumarol, solfatara, air panas yang mendidih, hingga lumpur yang meletup dari permukaan tanah.
Karakter kawah sikidang yang berbeda dari kawah pada umumnya juga menjadi asal-usul penamaannya. Istilah Sikidang berkaitan dengan kata “kidang” dalam bahasa Jawa yang berarti kijang, menggambarkan titik-titik aktivitas kawah yang dapat berpindah seperti seekor kijang yang melompat dari satu tempat ke tempat lain.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kawah Aktif dengan Fenomena Geotermal yang Mudah Diamati
Kawah Sikidang merupakan salah satu lapangan perkawahan di Dataran Tinggi Dieng yang relatif mudah diakses wisatawan karena berada di kawasan dengan kontur tanah cukup datar.
Posisinya berada di sebelah timur Bukit Pangonan serta berdekatan dengan Kawah Sibanteng dan Kawah Upas-Luwuk.
Kawasan kawah memiliki telaga air panas kecil dengan air yang terus mendidih serta lapangan celah gas yang titik aktivitasnya dapat berpindah-pindah dalam kawasan sekitar empat hektare.
Aktivitas tersebut menghasilkan pemandangan khas berupa uap putih yang mengepul dari permukaan tanah dan lumpur panas yang meletup-letup.
Secara geologis, Kawah Sikidang tergolong kawah muda dan masih menunjukkan aktivitas vulkanik. Dalam bahan informasi yang tersedia, catatan letusan freatik terakhir disebut terjadi pada 1981.
Fenomena inilah yang membuat pengunjung dapat melihat dari dekat bagaimana aktivitas panas bumi berlangsung di kawasan Dieng.
Aroma belerang di sekitar titik aktivitas kawah dapat terasa cukup kuat. Karena itu, wisatawan disarankan menggunakan masker dan memperhatikan kondisi di sekitar jalur wisata.
Jembatan Kahyangan Jadi Ikon Baru Kawah Sikidang
Salah satu fasilitas yang menjadi daya tarik bagi wisatawan adalah Jembatan Kahyangan.
Jembatan kayu tersebut memanjang dan berkelok melewati kawasan Kawah Sikidang. Panjangnya disebut mencapai sekitar 1.150 meter sehingga pengunjung dapat berjalan menyusuri kawasan sambil menyaksikan aktivitas kawah dari jalur yang telah disediakan.
Ketika kepulan uap memenuhi kawasan di sekitar jembatan, permukaan tanah di bawahnya dapat tertutup asap putih. Kondisi tersebut menghadirkan pengalaman seolah berjalan di tengah kabut atau di atas awan.
Udara Dieng yang dikenal dingin juga berpadu dengan uap panas dari aktivitas kawah. Sensasi tersebut menjadi salah satu pengalaman berbeda yang ditawarkan kawasan wisata ini.
Jembatan Kahyangan sekaligus menjadi salah satu lokasi favorit untuk mengambil foto dengan latar Kawah Sikidang.
Pengunjung yang tidak membawa kamera juga dapat memanfaatkan jasa foto yang tersedia di sekitar kawasan wisata.
Asal Nama Sikidang dari Fenomena Kawah yang Berpindah
Nama Sikidang berkaitan erat dengan karakter aktivitas kawah.
Dalam bahasa Jawa, “kidang” berarti kijang. Nama itu digunakan karena masyarakat melihat titik aktivitas kawah yang berpindah-pindah menyerupai kijang yang melompat dari satu tempat ke tempat lainnya.
Fenomena tersebut menjadi salah satu karakteristik yang membedakan Kawah Sikidang dengan sejumlah kawah lain di kawasan Dieng.
Titik keluarnya uap dan gas tidak selalu berada pada lokasi yang sama. Perubahan itu membuat kawasan Sikidang memiliki bentang aktivitas geotermal yang dinamis.
Kondisi tersebut pula yang menjadikan Kawah Sikidang menarik untuk diamati, baik oleh wisatawan, pencinta alam maupun mereka yang tertarik pada fenomena geologi.
Wisatawan Bisa Melihat Fumarol dan Solfatara
Selain lumpur panas, wisatawan juga dapat mengamati fenomena fumarol dan solfatara di kawasan Kawah Sikidang.
Fumarol merupakan lubang atau celah yang mengeluarkan uap air panas dan gas dari dalam bumi. Sementara itu, solfatara merupakan celah yang mengeluarkan gas dengan kandungan belerang.
Aktivitas tersebut menghasilkan kepulan uap yang terus muncul di sejumlah bagian kawasan kawah.
Beberapa kolam air panas juga dapat menunjukkan warna berbeda, mulai dari hijau toska hingga kekuningan, bergantung pada kandungan mineralnya.
Suara gemuruh yang muncul dari aktivitas geotermal semakin memperkuat karakter kawasan tersebut sebagai destinasi wisata vulkanik.
Namun, wisatawan perlu menjaga jarak dari sumber aktivitas dan tidak melewati batas pengamanan yang tersedia.
Merebus Telur hingga Berkeliling Kawasan
Berwisata ke Kawah Sikidang tidak hanya sebatas melihat aktivitas kawah.
Salah satu aktivitas yang cukup dikenal adalah mencoba telur yang dimasak menggunakan panas dari kawasan kawah. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari daya tarik wisata yang banyak ditemukan di Sikidang.
Pengunjung juga dapat menyewa sejumlah sarana untuk menikmati kawasan, antara lain sepeda, ATV, motocross, hingga kuda.
Beragam pilihan tersebut memungkinkan wisatawan menikmati panorama kawasan Dieng dengan pengalaman berbeda.
Di area wisata juga terdapat pedagang yang menawarkan berbagai pernak-pernik khas Dieng, mulai dari pakaian, penutup kepala hingga beragam suvenir.
Wisatawan juga dapat menemukan sejumlah makanan dan minuman khas Dieng seperti tempe kemul, carica, serta purwaceng.
Tips Aman Mengunjungi Kawah Sikidang
Statusnya sebagai kawasan dengan aktivitas vulkanik membuat aspek keselamatan menjadi hal penting selama berkunjung ke Kawah Sikidang.
Wisatawan disarankan menggunakan masker karena aroma dan gas belerang di sejumlah titik dapat terasa menyengat.
Pengunjung juga harus tetap berada di jalur yang disediakan dan tidak melewati pagar atau batas pengamanan menuju sumber lumpur maupun semburan uap.
Apabila aroma belerang terasa semakin menyengat hingga menimbulkan ketidaknyamanan seperti pusing, pengunjung disarankan menjauh dari sumber uap menuju lokasi yang lebih terbuka.
Arah angin juga perlu diperhatikan. Wisatawan dapat menghindari posisi yang membuat kepulan uap dan gas kawah mengarah langsung ke wajah.
Menggunakan pakaian yang nyaman dan cukup hangat juga penting mengingat kawasan Dieng berada di dataran tinggi dengan suhu udara relatif dingin.
Waktu Terbaik Mengunjungi Kawah Sikidang
Berdasarkan bahan informasi wisata yang tersedia, musim kemarau sekitar Juli hingga September menjadi salah satu periode yang nyaman untuk berkunjung karena peluang mendapatkan cuaca cerah lebih besar.
Wisatawan juga dapat datang pada pagi hari ketika udara Dieng masih relatif sejuk.
Jam operasional Kawah Sikidang disebut mulai pukul 07.00 hingga 16.30 WIB.
Sebelum berangkat, wisatawan disarankan kembali memastikan jam operasional maupun ketentuan kunjungan karena informasi tersebut dapat berubah.
Kawasan ini dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi menuju kawasan Dieng.
Dekat dengan Destinasi Wisata Dieng Lainnya
Posisi Kawah Sikidang cukup strategis karena berada tidak jauh dari sejumlah destinasi wisata populer di kawasan Dieng.
Wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke Kompleks Candi Arjuna, Telaga Warna, maupun Bukit Sikunir yang dikenal sebagai salah satu lokasi menikmati pemandangan matahari terbit.
Kedekatan antardestinasi membuat kunjungan ke Kawah Sikidang dapat dimasukkan dalam rangkaian perjalanan wisata Dieng.
Selain daya tarik visual, keberadaan aktivitas geotermal membuat Kawah Sikidang memberikan pengalaman berbeda dibandingkan wisata pegunungan biasa.
Pengunjung dapat menyaksikan langsung uap panas, lumpur mendidih, celah gas hingga karakter kawah yang titik aktivitasnya dapat berpindah.
Keunikan tersebut membuat Kawah Sikidang tetap menjadi salah satu daya tarik utama Dataran Tinggi Dieng. Namun, mengingat kawasan ini masih aktif secara vulkanik, wisatawan perlu menikmati panorama dengan tetap mematuhi batas keselamatan dan arahan yang berlaku di kawasan wisata.
Informasi Kawah Sikidang
Lokasi: Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Ketinggian: sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut.
Koordinat: 7°12’38.1″ Lintang Selatan dan 109°54’46.2″ Bujur Timur.
Jam operasional berdasarkan bahan: pukul 07.00–16.30 WIB.
Daya tarik utama: aktivitas vulkanik, lumpur panas, kepulan uap belerang, fumarol, solfatara, Jembatan Kahyangan, panorama Dieng, serta aktivitas wisata di sekitar kawasan.
Wisatawan disarankan memastikan kembali informasi operasional sebelum berkunjung serta selalu mengikuti jalur dan ketentuan keselamatan yang diberlakukan di kawasan Kawah Sikidang.














