Headline.co.id, Semarang ~ MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat dari berbagai daerah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal. Kegiatan yang berlangsung pada 11–20 September 2026 ini diikuti kafilah dari 37 provinsi dengan total 2.242 peserta. Selain memperlombakan tilawah, tafsir, dan hafalan Al-Qur’an, MTQ Nasional 2026 menghadirkan ekshibisi bagi penyandang disabilitas sensorik tuli serta melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan lembaga keagamaan. Penyelenggaraan tersebut diarahkan untuk memperkuat persaudaraan, pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an, dan manfaat sosial bagi masyarakat Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai kehadiran kafilah dan pimpinan daerah dari seluruh Indonesia menunjukkan kuatnya dimensi sosial serta kebangsaan dalam MTQ Nasional XXXI. Pertemuan masyarakat dengan latar belakang budaya, daerah, dan tradisi yang berbeda dinilai menjadi momentum untuk membangun kebersamaan di tengah keberagaman Indonesia.
MTQ Nasional 2026 Libatkan 37 Provinsi
MTQ Nasional XXXI digelar di Semarang setelah Jawa Tengah kembali menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan tingkat nasional. Provinsi tersebut sebelumnya menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 1979, atau 47 tahun sebelum pelaksanaan MTQ Nasional 2026.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kegiatan ini melibatkan Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Kantor Wilayah Kementerian Agama, pemerintah daerah, dewan hakim, serta panitia pusat dan daerah.
Ketua LPTQ Nasional sekaligus Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan, kolaborasi lintas lembaga diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.
“MTQ Nasional tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan kecintaan terhadap Al-Qur’an dengan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan,” kata Abu Rokhmad pada Sabtu (12/9/2026).
Menurut Abu Rokhmad, keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh peserta yang menjadi juara. Dampak kegiatan terhadap kehidupan sosial dan kebangsaan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Ia berharap MTQ Nasional XXXI dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mempererat persaudaraan dan persatuan masyarakat Indonesia.
Ruang Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Dalam penyelenggaraannya, MTQ Nasional XXXI mempertandingkan delapan cabang yang terbagi dalam 24 golongan dan 48 kategori. Peserta berasal dari kelompok anak-anak hingga dewasa. Cabang yang dilombakan meliputi tilawah, tafsir Al-Qur’an dalam tiga bahasa, dan hafalan mulai dari satu juz hingga 30 juz.
MTQ Nasional 2026 juga membuka ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas sensorik tuli melalui ekshibisi tilawah dan kitabah. Kegiatan itu turut menggunakan mushaf Al-Qur’an isyarat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan penyelenggaraan MTQ yang lebih inklusif. Dengan demikian, kesempatan untuk mempelajari dan mencintai Al-Qur’an diharapkan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dari sisi penilaian, Kementerian Agama telah mengukuhkan tujuh Dewan Pengawas dan 155 Dewan Hakim. Mereka bertugas memastikan proses penilaian berlangsung secara objektif, profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Seluruh cabang musabaqah dilaksanakan di 12 venue yang tersebar di Kota Semarang. Panitia juga menyiapkan satu titik registrasi bagi kafilah.
Dorong Aktivitas Ekonomi Masyarakat
Selain menjadi ajang pembinaan Al-Qur’an, MTQ Nasional XXXI berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. Kehadiran ribuan kafilah, pendamping, dan tamu dari berbagai daerah turut meningkatkan aktivitas di sektor perhotelan, transportasi, perdagangan, kuliner, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melihat tingginya mobilitas peserta dan tamu sebagai salah satu manfaat penyelenggaraan kegiatan berskala nasional bagi masyarakat daerah. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa MTQ tidak hanya berlangsung di arena perlombaan, tetapi juga memberi pengaruh terhadap berbagai sektor pendukung di Kota Semarang.
Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI diharapkan meninggalkan manfaat yang lebih luas. Selain melahirkan peserta berprestasi, kegiatan tersebut ditargetkan memperkuat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an, memperluas pembinaan, serta memperkokoh persaudaraan dan persatuan bangsa.
MTQ Nasional XXXI berlangsung hingga 20 September 2026 di sejumlah lokasi di Kota Semarang.















