Headline.co.id, Jakarta ~ Turnamen Mini Soccer Menkomdigi Cup 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah, operator, vendor, asosiasi, media, dan mitra industri pos serta telekomunikasi. Kegiatan yang digelar di Jakarta Selatan pada Sabtu (12/9/2026) itu dibuka Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Wayan Toni Supriyanto dalam rangka Hari Bhakti Postel ke-81. Pertandingan tersebut digunakan untuk mempererat komunikasi dan membangun kepercayaan di para pemangku kepentingan. Kolaborasi dinilai penting untuk menghadapi perubahan teknologi dan meningkatnya kebutuhan konektivitas masyarakat.
Mini Soccer Menkomdigi Cup 2026 Jadi Ruang Pertemuan Insan Postel
Wayan mengatakan pertandingan olahraga dapat menciptakan suasana yang lebih cair bagi para pelaku industri pos dan telekomunikasi. Menurut dia, interaksi antarpihak diperlukan untuk memperkuat komunikasi serta kepercayaan dalam menjalankan ekosistem postel.
“Biasanya ketika insan Postel berkumpul yang kita bahas adalah spektrum, jaringan, tower, perizinan, target pembangunan. Pagi ini, kita mengganti istilahnya. Spektrum menjadi ruang gerak, jaringan menjadi operan, kualitas layanan menjadi kualitas permainan, dan target pembangunan untuk sementara berubah menjadi target mencetak gol,” kata Wayan saat membuka turnamen.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia menjelaskan, analogi dalam pertandingan sepak bola mencerminkan prinsip kerja sama dalam pembangunan sektor pos dan telekomunikasi. Setiap pemain memiliki peran dan tidak dapat memenangkan pertandingan seorang diri.
“Sehebat apa pun seorang pemain, dia tidak dapat membawa bola terus-menerus tanpa dukungan rekan satu tim. Jadi, kekompakan dan kerja sama tetap menjadi bagian kita hari ini,” ujarnya.
Menurut Wayan, prinsip tersebut juga berlaku dalam pembangunan infrastruktur digital. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari seluruh ekosistem.
Kolaborasi Diperlukan untuk Menghadapi Perubahan Teknologi
Wayan menyebut peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 sebagai momentum untuk memperbarui semangat pengabdian dalam menghadirkan layanan pos, telekomunikasi, dan infrastruktur digital yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Perkembangan teknologi, kata dia, telah membawa perubahan dari layanan surat dan telepon menuju broadband, cloud computing, kecerdasan artifisial, serta konektivitas terintegrasi jaringan darat dan satelit.
Namun, kemajuan teknologi tidak cukup diukur dari tingkat kecanggihannya. Manfaat teknologi bagi masyarakat menjadi ukuran penting dalam menilai keberhasilan pembangunan digital.
“Ukuran keberhasilan kita bukanlah seberapa canggih teknologinya, tetapi seberapa jauh teknologi itu membantu anak-anak belajar, pelaku usaha berkembang, keluarga saling berkomunikasi, layanan publik memudahkan warga, dan masyarakat tetap terhubung ketika menghadapi situasi kebencanaan,” jelasnya.
Ia menilai kebutuhan kapasitas yang meningkat dan perubahan teknologi yang berlangsung cepat membuat kolaborasi antarpemangku kepentingan semakin penting. Ekosistem postel harus mampu bekerja sama, berbagi peran, dan merespons persoalan secara cepat.
“Kita membutuhkan ekosistem yang berkolaborasi, taktis, berbagi peran, dan cepat mencari solusi,” tandas Wayan.
Perbedaan Tidak Menghilangkan Kekompakan
Wayan menegaskan, kekompakan tidak berarti seluruh pihak harus memiliki pandangan yang sama. Menurut dia, kekompakan ditunjukkan melalui komunikasi, kepercayaan, dan komitmen untuk menemukan solusi yang memberi manfaat terbesar bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan industri pos dan telekomunikasi.
“Boleh memakai jersey yang berbeda, kita boleh berada di perusahaan yang berbeda, namun kita bermain di lapangan yang sama, mengikuti aturan yang sama, dan mengejar tujuan yang sama,” ujarnya.
Ia menyebut semangat tersebut sejalan dengan arah Kementerian Komunikasi dan Digital dalam membangun ekosistem digital nasional yang Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
Wayan juga menilai kompetisi yang sehat dapat memperkuat kekompakan. Melalui kompetisi, setiap pihak didorong memberikan yang terbaik, menghormati lawan, menaati aturan, dan menerima hasil dengan lapang dada.
“Kompetisi yang sehat tidak membuat kita kehilangan kekompakan. Justru melalui kompetisi kita belajar memberikan yang terbaik, menghormati lawan, menaati aturan, dan menerima hasil dengan lapang dada,” ujar Wayan.

















