Headline.co.id, Surabaya ~ Persebaya Future Lab mendapat pengalaman baru dalam pembinaan pemain muda melalui sesi latihan bersama peserta Kursus Lisensi AFC Pro. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan B Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (11/9), saat sejumlah pelatih menjalani blok keempat kursus. Para pemain Persebaya U-20 dilatih langsung oleh Nova Arianto, Firman Utina, Zulkifli Syukur, dan mantan pelatih fisik Persebaya, Shin Sang-gyu. Kesempatan ini menjadi ruang belajar bagi pemain untuk mengenal beragam cara berkomunikasi, memberikan instruksi, dan menjalankan latihan.
Persebaya Future Lab Berinteraksi dengan Pelatih Berpengalaman
Sesi tersebut tidak hanya memberikan materi latihan kepada para pemain Persebaya U-20. Mereka juga berinteraksi dengan pelatih yang memiliki latar belakang, karakter, dan pendekatan berbeda dalam menjalankan proses pembinaan.
Para pelatih yang terlibat sedang mengikuti Kursus Lisensi AFC Pro di Surabaya. Program itu merupakan jenjang lisensi kepelatihan tertinggi yang diselenggarakan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan dipersiapkan bagi pelatih yang akan menangani klub profesional maupun tim nasional di level tertinggi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Direktur Akademi Persebaya Future Lab, Janu Ramadanis, menyambut positif keterlibatan akademi dalam pelaksanaan kursus tersebut. Menurut dia, penggunaan lingkungan Persebaya sebagai lokasi kegiatan membuka kesempatan belajar bersama bagi pemain muda dan peserta kursus.
“Kami tentu menyambut positif ketika Persebaya Future Lab dipercaya menjadi bagian dari pelaksanaan Kursus Lisensi AFC Pro. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami, terutama pemain-pemain muda, untuk mendapatkan pengalaman dan melihat langsung bagaimana para pelatih dengan pengalaman dan latar belakang yang berbeda menjalankan proses latihan,” ujarnya.
Pemain Persebaya U-20 Belajar dari Keragaman Metode Latihan
Janu menilai pengalaman tersebut dapat membantu pemain memperluas wawasan mengenai proses latihan. Para pemain berkesempatan melihat bahwa setiap pelatih memiliki karakter dan cara kerja yang tidak selalu sama.
“Yang pasti anak-anak bisa merasakan keragaman dari masing-masing pelatih top nasional. Dari situ mereka bisa belajar memahami keberagaman, baik dari cara berkomunikasi, memberikan instruksi, maupun pendekatan dalam latihan,” ujar Janu.
Bagi pemain Persebaya Future Lab, kesempatan berlatih di bawah arahan pelatih yang sedang menempuh lisensi kepelatihan tertinggi di Asia itu menjadi pengalaman yang tidak diperoleh setiap hari. Interaksi tersebut memberikan gambaran lebih luas mengenai tuntutan dalam sepak bola profesional.
Pengalaman itu juga menjadi bagian dari proses pembentukan pemain muda. Setiap instruksi dan pendekatan yang mereka terima dapat menjadi bahan pembelajaran dalam memahami dinamika latihan serta hubungan pemain dan pelatih.
Alexander Zwiers Apresiasi Lingkungan Persebaya
Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers turut hadir dan terlibat dalam pelaksanaan Kursus Lisensi AFC Pro di Surabaya. Kehadiran pemain Persebaya Future Lab memberikan kesempatan bagi peserta kursus untuk mempraktikkan materi yang dipelajari dalam lingkungan sepak bola profesional.
Menurut Alex, Persebaya menjadi lingkungan yang menarik bagi peserta kursus untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Ia menilai, pelatih perlu menyesuaikan pendekatan karena setiap klub memiliki karakter dan tuntutan yang berbeda.
“Persebaya merupakan salah satu klub besar di Indonesia, sehingga para pelatih membutuhkan kemampuan kepemimpinan yang berbeda ketika bekerja di lingkungan seperti ini. Begitu juga ketika mereka bekerja di klub papan tengah atau klub dengan karakter yang berbeda,” ujarnya.
Mantan Direktur Teknik Jordan Football Association itu juga mengapresiasi fasilitas yang disiapkan Persebaya selama kursus berlangsung.
“Di Persebaya, kami mendapatkan lingkungan yang sangat baik. Fasilitasnya juga sangat mendukung. Mereka memiliki tiga lapangan dan berbagai fasilitas latihan yang bisa digunakan,” jelasnya.
Pertukaran Pengetahuan Peserta Kursus dan Persebaya
Selain memberikan ruang praktik bagi peserta kursus, kegiatan tersebut turut mendorong pertukaran pengetahuan dengan staf Persebaya. Alex menyebut staf klub ikut melihat proses Kursus Lisensi AFC Pro dan berbagi informasi mengenai lingkungan tim.
“Bahkan, staf Persebaya datang untuk melihat langsung proses kursus Pro License, kemudian berbagi pengetahuan mengenai gaya bermain, karakter tim, cara mereka bekerja, hingga kemampuan para pemain,” tambahnya.
Keterlibatan Persebaya Future Lab memberikan manfaat bagi kedua pihak. Para calon pelatih memperoleh kesempatan menerapkan materi kursus di lingkungan yang memiliki karakter kuat, sedangkan pemain muda mendapatkan pengalaman dari interaksi dengan pelatih berpengalaman.
Bagi Persebaya Future Lab, kegiatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembinaan pemain muda. Pengalaman berlatih bersama para peserta Kursus Lisensi AFC Pro diharapkan menjadi bekal bagi para pemain untuk terus berkembang menuju level yang lebih tinggi.



















