Loris Capirossi resmi menjadi MotoGP Legend setelah menerima medali penghargaan di Misano pada Sabtu. Penghargaan tersebut diserahkan CEO MotoGP Carmelo Ezpeleta di hadapan keluarga, teman, dan rekan-rekannya. Penobatan itu diberikan untuk mengakui kiprah panjang Capirossi di berbagai kelas Grand Prix, termasuk tiga gelar juara dunia dan 29 kemenangan. Capirossi kini tetap terlibat dalam MotoGP sebagai perwakilan Race Direction.
Loris Capirossi menempati posisi khusus dalam sejarah MotoGP setelah namanya secara resmi masuk daftar legenda kejuaraan tersebut. Upacara di Misano menjadi penanda penghormatan terhadap karier pembalap Italia itu yang berlangsung selama 22 musim, dari 1990 hingga 2011.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Catatan 328 start dan tiga gelar dunia
Sepanjang kariernya di seluruh kelas, Capirossi mencatat 328 kali start. Ia meraih 29 kemenangan Grand Prix, dengan rincian delapan kemenangan di kelas 125cc, 12 kemenangan di kelas 250cc, dan sembilan kemenangan di MotoGP.
Capirossi juga mengoleksi 99 podium dan 41 pole position. Ia memenangkan tiga gelar dunia, termasuk gelar juara dunia 125cc pada 1990 ketika berusia 17 tahun dan 165 hari.
Catatan tersebut menjadikan Capirossi sebagai juara dunia Grand Prix termuda. Rekor itu kemudian hampir disamai Pedro Acosta yang menjadi juara dunia pada 2021 dalam usia 17 tahun dan 166 hari, atau hanya satu hari lebih tua.
Selama lebih dari tiga dekade, Capirossi juga menjadi pembalap terakhir yang mampu merebut gelar pada musim debutnya di kelas 125cc atau Moto3. Catatan tersebut bertahan hingga Acosta melakukannya.
Berperan dalam kemenangan pertama Ducati di MotoGP
Salah satu pencapaian penting Capirossi terjadi pada MotoGP musim 2003. Ia membawa Ducati meraih kemenangan MotoGP pertamanya pada Grand Prix Catalunya, yang juga merupakan musim debut pabrikan Italia tersebut di kelas utama.
Kemenangan itu menjadi kemenangan pertama Ducati di seluruh kelas Grand Prix sejak Mike Hailwood menjuarai balapan 125cc pada Grand Prix Ulster 1959. Dengan demikian, Capirossi memiliki peran penting dalam awal perjalanan Ducati di MotoGP.
Di kelas MotoGP, Capirossi juga pernah menang bersama tiga pabrikan berbeda, yakni Yamaha, Honda, dan Ducati. Ia menjadi salah satu dari hanya lima pembalap yang mencapai catatan tersebut, bersama Mike Hailwood, Randy Mamola, Eddie Lawson, dan Maverick Viñales.
Selain itu, Capirossi meraih podium bersama empat pabrikan, yaitu Honda, Yamaha, Ducati, dan Suzuki. Rekam jejak tersebut memperlihatkan keberhasilannya bersaing dengan berbagai motor sepanjang kariernya.
Karier kemenangan berlangsung lebih dari 17 tahun
Rentang waktu kemenangan pertama dan terakhir Capirossi mencapai 17 tahun 49 hari. Ia meraih kemenangan perdana di kelas 125cc pada Grand Prix Inggris 1990, sementara kemenangan terakhirnya datang di kelas MotoGP pada Grand Prix Jepang 2007.
Rentang tersebut menjadi karier kemenangan terpanjang kedua dalam sejarah Grand Prix. Catatan Capirossi hanya berada di bawah Valentino Rossi yang memiliki rentang kemenangan selama 20 tahun 311 hari.
Capirossi mengakhiri karier balapnya pada akhir 2011 di Valencia. Saat pensiun, ia tercatat sebagai pemegang rekor start Grand Prix dengan 328 penampilan dalam 22 musim. Nomor ikoniknya, 65, kemudian dipensiunkan dari MotoGP pada 2016.
Tetap terlibat dalam aktivitas MotoGP
Setelah pensiun sebagai pembalap, Capirossi tetap menjalankan peran dalam kejuaraan. Ia kini menjadi perwakilan Race Direction MotoGP dan terus berkontribusi dalam penyelenggaraan olahraga tersebut.
Capirossi juga disebut sebagai salah satu sosok paling dikenal dan populer di paddock. Penganugerahan medali MotoGP Legend di Misano memperkuat penghormatan terhadap perjalanan kariernya.
“Congratulations, Loris!” menjadi ucapan penutup dalam penghormatan untuk pembalap Italia tersebut.


















