Headline.co.id, Kementerian Pendidikan ~ Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) telah mengeluarkan pedoman baru terkait pembelajaran di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pedoman ini bertujuan untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung meskipun kondisi lingkungan tidak mendukung. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya frekuensi karhutla yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik.
Pedoman tersebut mencakup berbagai strategi pembelajaran yang dapat diterapkan oleh sekolah-sekolah di daerah terdampak. Salah satu poin penting dalam pedoman ini adalah penyesuaian metode pembelajaran, yang memungkinkan sekolah untuk beralih ke pembelajaran jarak jauh jika kualitas udara memburuk. Selain itu, sekolah juga diimbau untuk menyediakan fasilitas kesehatan dan perlindungan bagi siswa dan guru yang harus tetap berada di sekolah.
Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, pedoman ini juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi sekolah dengan pihak terkait, seperti dinas kesehatan dan badan penanggulangan bencana daerah. “Kerja sama lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sekolah harus siap dengan rencana kontingensi yang dapat diaktifkan sewaktu-waktu.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai tindak lanjut, Kemendikbudristek berencana untuk melakukan sosialisasi pedoman ini ke seluruh sekolah di daerah rawan karhutla. Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu sekolah dalam mempersiapkan diri menghadapi situasi darurat akibat karhutla. Dengan adanya pedoman ini, diharapkan proses pendidikan dapat terus berjalan dengan aman dan efektif meskipun di tengah tantangan bencana alam.















