Headline.co.id, Jakarta ~ 28 Agustus 2026 – Para petani di Indonesia diimbau untuk menyesuaikan pola tanam dan metode bertani mereka seiring dengan perubahan iklim yang semakin nyata. Langkah adaptasi ini dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Prof. Rizaldi Boer, pakar klimatologi dari IPB University, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan informasi iklim dalam menentukan waktu dan strategi bercocok tanam.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (27/08/2026), Rizaldi menjelaskan bahwa fenomena El Nino yang terjadi saat ini berpotensi memengaruhi musim tanam 2026-2027. Salah satu dampaknya adalah pergeseran awal musim hujan yang dapat menyebabkan penundaan waktu tanam. “Petani harus memiliki strategi dan adaptasi seperti percepatan tanam, penerapan petani cerdas iklim, dan penggunaan fertilitas tanam kering,” ujar Rizaldi.
Rizaldi juga mengingatkan bahwa perubahan ini tidak hanya berdampak pada musim tanam pertama, tetapi juga berpotensi menggeser waktu musim tanam kedua. Oleh karena itu, ia mengimbau petani untuk lebih aktif mengamati perkembangan iklim dan menyesuaikan strategi pertanian mereka. Langkah-langkah yang dapat dilakukan lain mempercepat waktu tanam, memilih varietas benih yang sesuai, serta memanfaatkan informasi prakiraan cuaca dan iklim.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, Rizaldi meminta pemerintah untuk memperkuat dukungan kepada petani dalam menghadapi perubahan pola iklim. Dukungan ini terutama diperlukan dalam penyediaan sarana dan prasarana yang membantu petani menghadapi risiko perubahan iklim. Salah satu langkah yang dapat dikembangkan adalah asuransi berbasis indeks iklim, yang dapat melindungi petani dari risiko kerugian akibat kondisi cuaca ekstrem, termasuk kekeringan. Dengan kombinasi pengamatan iklim, pemilihan benih yang tepat, teknologi pertanian, serta dukungan pemerintah, diharapkan petani mampu menghadapi perubahan musim dan menjaga hasil produksi pertanian.

















