Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memperkuat upaya penanganan kesehatan terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan kasus gangguan kesehatan akibat paparan asap yang mengancam masyarakat. Kemenkes berkomitmen untuk memastikan ketersediaan layanan kesehatan yang memadai bagi warga terdampak.
Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Maxi Rein Rondonuwu, pihaknya telah menginstruksikan seluruh dinas kesehatan di daerah terdampak untuk meningkatkan kesiapsiagaan. “Kami telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh dinas kesehatan di wilayah terdampak untuk memperkuat layanan kesehatan, terutama dalam menangani penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” ujar dr. Maxi.
Selain itu, Kemenkes juga menyiapkan posko kesehatan di lokasi-lokasi strategis untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat yang membutuhkan. Posko ini dilengkapi dengan tenaga medis yang siap siaga serta obat-obatan yang diperlukan. “Kami juga menyiapkan masker dan oksigen untuk dibagikan kepada masyarakat yang terpapar asap,” tambah dr. Maxi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kemenkes bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi karhutla. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat sasaran. “Kami terus berkoordinasi dengan BNPB dan instansi terkait untuk memantau situasi dan memastikan penanganan kesehatan berjalan optimal,” tutup dr. Maxi.


















