Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pemerintah

Fakta di Balik Pidato Prabowo Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Viral

Hendrawan by Hendrawan
1 hour ago
in Pemerintah
Reading Time: 7 mins read
402 21
A A
0
Polemik Pidato Prabowo Pengupas Bawang Said Didu Kritik Data, Hasan Nasbi Bela Substansi

Polemik Pidato Prabowo Pengupas Bawang Said Didu Kritik Data, Hasan Nasbi Bela Substansi (Dok Foto suara,com)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Pidato Prabowo pengupas bawang menjadi perbincangan publik setelah Presiden Prabowo Subianto menyebut seorang buruh harian bernama Susanah menerima upah Rp700 ribu per kilogram. Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026), ketika Presiden membahas manfaat perlindungan sosial bagi masyarakat. Angka tersebut kemudian dipertanyakan karena berbeda jauh dengan keterangan pekerja pengupas bawang di lapangan dan informasi lain mengenai pekerjaan Susanah.

Polemik pidato Prabowo pengupas bawang semakin berkembang setelah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah akan mengecek kebenaran data yang dibacakan Presiden. Di sisi lain, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi meminta masyarakat tetap melihat substansi besar pidato Presiden dan tidak hanya terfokus pada satu atau dua kalimat yang menjadi viral.

You might also like

: Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah Riswandika Putra, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bener Meriah dan didampingi Plt. Kepala Disdukcapil Kabupaten Bener Meriah Wahidi.

Contents

    • 0.1. Bayi Lahir di Hari Kemerdekaan di Bener Meriah Langsung Terima Dokumen Kependudukan
    • 0.2. 144 Warga Binaan Rutan Bener Meriah Dapat Remisi di HUT ke-81 RI
  • 1. Awal Mula Upah Rp700 Ribu Disebut Prabowo
  • 2. Upah Rp700 Ribu Dipertanyakan
  • 3. Muncul Informasi Susanah Bukan Pengupas Bawang
  • 4. Pemerintah Janji Periksa Data
  • 5. Hasan Nasbi Minta Publik Lihat Gagasan Besar Pidato
  • 6. Said Didu Soroti Akurasi Data
  • 7. Garis Polisi di Rumah Susanah Ikut Jadi Perhatian
  • 8. Fakta yang Sudah Diketahui dan Masih Perlu Dijelaskan

Bayi Lahir di Hari Kemerdekaan di Bener Meriah Langsung Terima Dokumen Kependudukan

18 August 2026
: Sebanyak 144 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bener Meriah menerima Surat Keputusan (SK) Remisi Umum

144 Warga Binaan Rutan Bener Meriah Dapat Remisi di HUT ke-81 RI

18 August 2026

Perdebatan mengenai pidato Prabowo pengupas bawang juga mendapat perhatian pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu. Ia menuding terdapat data bermasalah yang masuk ke dalam naskah pidato Presiden, sementara informasi yang beredar setelah pidato menunjukkan adanya perbedaan mengenai jenis pekerjaan dan besaran penghasilan Susanah.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Awal Mula Upah Rp700 Ribu Disebut Prabowo

Kontroversi bermula ketika Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai salah satu contoh masyarakat yang mendapatkan manfaat dari program perlindungan sosial pemerintah.

“Hari ini hadir bersama kita, Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram,” kata Prabowo, sebagaimana dikutip dari YouTube TV Parlemen.

Presiden juga mengatakan Susanah merupakan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Bantuan tersebut disebut membantu keberlangsungan pendidikan anak-anaknya.

Susanah hadir langsung dalam acara tersebut dengan mengenakan pakaian adat. Melalui layar LED di Gedung Nusantara, ditayangkan pula video mengenai kehidupannya dan penggunaan penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak, serta sabun.

Namun, perhatian publik justru tertuju pada angka Rp700 ribu per kilogram yang disebut sebagai upah mengupas bawang.

Salah seorang pengguna media sosial bahkan membandingkan penghasilan tersebut dengan pendapatannya sebagai akademisi.

“Saya dosen, S3, Lektor Kepala. Saat ini penghasilan saya jauh dari penghasilan mengupas bawang,” tulis pengguna media sosial sebagaimana tercantum dalam bahan pemberitaan.

Upah Rp700 Ribu Dipertanyakan

Besaran upah tersebut menjadi pertanyaan karena nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan harga komoditas bawang itu sendiri.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan yang tercantum dalam bahan pemberitaan, rata-rata harga nasional bawang merah mencapai Rp34.546 per kilogram. Sementara itu, bawang putih Honan berada di kisaran Rp35.800 per kilogram.

Perbandingan tersebut membuat angka upah Rp700 ribu per kilogram semakin menjadi perhatian publik.

Pengalaman berbeda disampaikan Nurliah (50), pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Pa’baeng-baeng, Makassar, Sulawesi Selatan. Ia mengaku pernah bekerja sambilan mengupas bawang.

Ketika mengetahui adanya pernyataan mengenai upah Rp700 ribu per kilogram, Nurliah mengaku bersedia mengambil pekerjaan tersebut apabila memang tersedia.

“Di mana? Kalau ada, saya juga mau,” kata Nurliah saat ditemui di Pasar Pa’baeng-baeng, dikutip dari Tribun Timur, Minggu (16/8/2026).

Menurut Nurliah, ia pernah menerima Rp100 ribu untuk mengupas 25 kilogram bawang.

“Waktu saya dulu makkupas, Rp100.000 untuk 25 kilogram. Jadi kalau satu kilogram berarti Rp2.500,” ujarnya.

Jika Rp100 ribu dibagi 25 kilogram, hasil perhitungannya adalah Rp4.000 per kilogram. Dengan demikian, terdapat ketidaksesuaian antara nominal total yang disampaikan Nurliah dan angka Rp2.500 per kilogram dalam kutipannya. Bahan yang tersedia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan tersebut.

Meski demikian, kedua angka tersebut tetap jauh di bawah Rp700 ribu per kilogram yang disebut dalam pidato Presiden.

Muncul Informasi Susanah Bukan Pengupas Bawang

Polemik tidak hanya menyangkut besaran upah.

Dalam bahan pemberitaan lain disebutkan bahwa Susanah sebenarnya bekerja sebagai buruh penjahit kain majun, bukan sebagai pengupas bawang.

Upah yang disebut dalam informasi tersebut juga berbeda secara signifikan, yakni Rp700 per kilogram, bukan Rp700 ribu per kilogram.

Informasi tersebut belum disertai penjelasan resmi pemerintah dalam bahan yang tersedia mengenai bagaimana data pekerjaan Susanah dan nominal upahnya dapat berbeda dengan keterangan yang dibacakan Presiden.

Susanah diketahui tinggal di Kampung Ciuncal RT01/RW04, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Rumah yang ditempatinya disebut berupa bangunan semi permanen berukuran sekitar 3×3 meter yang berdiri di atas lahan milik ibunya.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian setelah Susanah diperkenalkan dalam pidato Presiden sebagai contoh penerima manfaat program perlindungan sosial.

Pemerintah Janji Periksa Data

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah merespons polemik mengenai angka tersebut.

Saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026), Prasetyo mengatakan pemerintah akan memeriksa data yang digunakan dalam pidato Presiden.

“Nanti kita cek ya,” ujar Prasetyo.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena hingga keterangan terakhir dalam bahan yang tersedia belum ada hasil resmi mengenai pengecekan angka Rp700 ribu per kilogram maupun penjelasan terkait sumber data tersebut.

Dengan demikian, klaim mengenai adanya kesalahan data perlu dibedakan dari hasil pemeriksaan resmi pemerintah yang belum disampaikan.

Hasan Nasbi Minta Publik Lihat Gagasan Besar Pidato

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi memberikan respons berbeda terhadap ramainya perdebatan.

Ia meminta masyarakat tidak hanya terfokus pada satu atau dua kalimat dalam pidato Presiden yang kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial.

“Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden ya. Yang satu kalimat, dua kalimat digoreng itu saya rasa kita harus apa? Belajar untuk tidak terfokus. Itu algoritma juga itu,” ujar Hasan di Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Hasan kembali menekankan pentingnya melihat keseluruhan pesan yang disampaikan Presiden.

“Satu kalimat, dua kalimat, tapi pikirkan substansi besar dan gagasan besar dari pidato presiden. Sebaiknya seperti itu,” katanya.

Said Didu Soroti Akurasi Data

Sementara itu, Muhammad Said Didu menyampaikan kritik keras terhadap informasi yang masuk ke dalam pidato Presiden.

Said Didu menyebut kelompok yang ia istilahkan sebagai “Geng SOP”, kependekan dari Solo, Oligarki, dan Parcok, telah memasukkan informasi yang menurutnya tidak benar.

“Faksi Geng SOP dalam pemerintahan @prabowo sudah keterlaluan. Menyelundupkan pengupas bawang dan data palsu ke dalam pidato Presiden,” tulis Said Didu melalui akun X pribadinya, dikutip Minggu (16/8/2026).

Pernyataan mengenai adanya “data palsu” merupakan penilaian Said Didu dan belum dapat diposisikan sebagai kesimpulan resmi pemerintah.

Ia bahkan menyampaikan kritik lebih jauh dengan membandingkan persoalan tersebut dengan negara lain.

“Kalau di China atau Korsel, orang seperti itu langsung dihukum mati,” tulisnya.

Garis Polisi di Rumah Susanah Ikut Jadi Perhatian

Di tengah polemik tersebut, rumah Susanah di Cileungsi juga diberitakan terdapat potongan garis polisi berwarna kuning.

Garis itu disebut terlihat terikat pada bagian atap teras rumah semi permanen Susanah. Potongan garis serupa juga dikabarkan terlihat pada pos kamling di ujung gang menuju rumahnya.

Namun, bahan pemberitaan yang tersedia tidak mencantumkan keterangan resmi kepolisian mengenai alasan keberadaan garis tersebut.

Karena itu, keberadaan garis polisi tidak dapat langsung dikaitkan dengan polemik pidato Presiden maupun kehidupan Susanah tanpa penjelasan dari pihak berwenang.

Fakta yang Sudah Diketahui dan Masih Perlu Dijelaskan

Dari rangkaian informasi yang tersedia, sejumlah fakta dapat dibedakan dengan informasi yang masih memerlukan verifikasi.

Prabowo memang menyebut Susanah sebagai buruh pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram dalam pidatonya. Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara juga telah menyatakan akan mengecek data tersebut.

Di lapangan, terdapat pekerja yang mengaku menerima upah jauh lebih rendah untuk pekerjaan mengupas bawang. Selain itu, muncul informasi bahwa Susanah sebenarnya bekerja menjahit kain majun dengan bayaran Rp700 per kilogram.

Adapun siapa yang menyusun atau memasukkan angka tersebut ke dalam materi pidato, penyebab perbedaan data, serta apakah terjadi kesalahan penulisan atau penyampaian belum dijelaskan secara resmi dalam bahan yang tersedia.

Polemik pidato Prabowo pengupas bawang pada akhirnya bukan sekadar membahas besarnya upah pekerja. Perdebatan juga menyoroti pentingnya akurasi dan verifikasi data yang digunakan dalam pidato seorang kepala negara, terlebih ketika informasi tersebut menyangkut kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Hingga keterangan terakhir, publik masih menunggu hasil pengecekan pemerintah mengenai angka Rp700 ribu per kilogram dan penjelasan mengenai pekerjaan Susanah yang sebenarnya.

Tags: berita jakartaLED di Gedung NusantaraPidato Prabowo pengupas bawangProgram Keluarga HarapanProgram Sembako

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

: Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah Riswandika Putra, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bener Meriah dan didampingi Plt. Kepala Disdukcapil Kabupaten Bener Meriah Wahidi.

Bayi Lahir di Hari Kemerdekaan di Bener Meriah Langsung Terima Dokumen Kependudukan

by Fajar
18 August 2026
0

Headline.co.id, Seorang Bayi Yang Lahir Tepat Pada Hari Kemerdekaan Indonesia Di Kabupaten Bener Meriah ~ Aceh, mendapatkan dokumen kependudukan secara...

: Sebanyak 144 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bener Meriah menerima Surat Keputusan (SK) Remisi Umum

144 Warga Binaan Rutan Bener Meriah Dapat Remisi di HUT ke-81 RI

by masfajar
18 August 2026
0

Headline.co.id, Bener Meriah ~ Sebanyak 144 warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bener Meriah menerima remisi dalam rangka peringatan...

:

Kota Padang Raih Penghargaan Tertinggi Anugerah Adinata Syariah Sumatera Barat

by masfajar
18 August 2026
0

Headline.co.id, Kota Padang Berhasil Meraih Penghargaan Tertinggi Dalam Anugerah Adinata Syariah Sumatera Barat ~ sebuah pencapaian yang diumumkan pada acara...

: Penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan antarinstansi usai Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Sergai, Senin (17/8/2026)/ MC Sergai.

Wakil Bupati Sergai Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di HUT ke-81 RI

by masfajar
18 August 2026
0

Headline.co.id, Serdang Bedagai ~ Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Adlin Tambunan,...

: Pembentukan karakter generasi muda yang bijak dan berakhlak mulia berakar dari lingkungan belajar perdesaan yang asri, nyaman, serta edukatif. SD Negeri Ngemplaksari mengukuhkan identitas institusi melalui branding Griya Winasis, Selasa (18/8/2026).

SD Negeri Ngemplaksari Sleman Perkenalkan Identitas Baru “Griya Winasis”

by Lia
18 August 2026
0

Headline.co.id, Sd Negeri Ngemplaksari Di Kabupaten Sleman ~ Yogyakarta, telah meluncurkan branding sekolah baru yang dinamai "Griya Winasis". Acara peluncuran...

: Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menyerahkan Surat Keputusan Remisi kepada perwakilan warga binaan pada Upacara Pemberian Remisi dalam rangka Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapas kelas II B kelurahan Goto, Minggu (17/8/2026)/ (Nhanu Tosofu/Prokompim Tidore)

76 Warga Binaan Rutan Soasiu Dapat Remisi di HUT ke-81 RI

by Fajar
18 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Sebanyak 76 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Soasiu, Maluku Utara, menerima remisi dalam rangka memperingati Hari...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mencapai 5,04 Persen di Triwulan III 2025

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mencapai 5,04 Persen di Triwulan III 2025

6 November 2025
Kebakaran Pesawat AMA PK-RCY di Bandara Balingga, Investigasi Berlanjut

Kebakaran Pesawat AMA PK-RCY di Bandara Balingga, Investigasi Berlanjut

3 July 2026
Ilustrasi gambar

Pelajar Bantul tewas Usai Dikeroyok, Ayah Korban Minta Pelaku Dihukum Berat

21 April 2026

Pemerintah Larang Turis Italia, Iran dan Korea Selatan Masuk Indonesia

6 March 2020
BKKBN Maluku Utara Adakan Sosialisasi Tamasya dan Sidaya di Tidore

BKKBN Maluku Utara Adakan Sosialisasi Tamasya dan Sidaya di Tidore

12 March 2026
BPBD Balangan Selesaikan Pelatihan TRC Tahap II di Pantai Batakan

BPBD Balangan Selesaikan Pelatihan TRC Tahap II di Pantai Batakan

17 February 2026
Musperdasus P2D Kalbar Dorong Kepemimpinan Perempuan Dayak dan Pelestarian Budaya

Musperdasus P2D Kalbar Dorong Kepemimpinan Perempuan Dayak dan Pelestarian Budaya

29 June 2026

Artikel Terbaru

: Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah Riswandika Putra, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bener Meriah dan didampingi Plt. Kepala Disdukcapil Kabupaten Bener Meriah Wahidi.

Bayi Lahir di Hari Kemerdekaan di Bener Meriah Langsung Terima Dokumen Kependudukan

18 August 2026
:

LKAAM dan Gebu Minang Kirim Bantuan Lima Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT

18 August 2026
: Sebanyak 144 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bener Meriah menerima Surat Keputusan (SK) Remisi Umum

144 Warga Binaan Rutan Bener Meriah Dapat Remisi di HUT ke-81 RI

18 August 2026
Putri KW Menang Mudah dari Mikaela Guzman di Kejuaraan Dunia 2026

Kemenangan Gemilang Putri KW atas Mikaela Guzman di Kejuaraan Dunia 2026

18 August 2026
:

Kota Padang Raih Penghargaan Tertinggi Anugerah Adinata Syariah Sumatera Barat

18 August 2026
Alwi Farhan Mengalahkan Yoo Tae Bin Dua Gim Langsung di Kujuaraan Dunia 2026

Alwi Farhan Raih Kemenangan di Kejuaraan Dunia 2026 Melawan Yoo Tae Bin

18 August 2026
: Penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan antarinstansi usai Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Sergai, Senin (17/8/2026)/ MC Sergai.

Wakil Bupati Sergai Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di HUT ke-81 RI

18 August 2026

Popular Story

: Pendampingan keluarga dan pembinaan remaja yang inovatif menjadi kunci utama dalam membentuk generasi muda yang berkualitas serta berkarakter. BKR Sedap Malam Padukuhan Gandok berhasil menembus nominasi lima besar nasional GenRe Award 2026, Rabu (12/8/2026).
Pemerintah

BKR Sedap Malam Sleman Siap Harumkan DIY di GenRe Award 2026

by Lia
13 August 2026
0

Headline.co.id, Bkr Sedap Malam Dari Kabupaten Sleman ~ Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),...

Read moreDetails

Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Pacitan, Warga Diminta Tetap Waspada

Penertiban Kendaraan ODOL Dimulai, Petugas Intensifkan Pengawasan

Polri Kerahkan Bantuan untuk Korban Gempa di NTT

Pemerintah Integrasikan Data Kelahiran untuk Mempermudah Layanan Kependudukan

Pemkab Lumajang Ajak HMI dan KOHATI Berkolaborasi untuk Pembangunan Daerah

Pemprov Sumbar Prioritaskan Penguatan BPBD untuk Mitigasi Bencana

Panduan Wisata Gunung Giyanti Magelang: Rute, Tiket, Fasilitas dan Pilihan Puncak

Ketua MPR RI Tegaskan Pentingnya Persatuan untuk Kemajuan Indonesia

Pemkab Sambas Persiapkan 28 Paskibraka untuk Upacara Kemerdekaan

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.